
''Kak Salsa boleh tau keadaan Abang ngak''?.tanya Salsa penuh harap.
''Tuan baik Dek''.
''Abang rindu ngak Kak sama Salsa''?.lagi-lagi iya bertanya penuh harap.
''Yah kalau Kakak lihat sih rindu banget malahan''.
''Kenapa Adek rindu sama Tuan''?.tanya Zian sambil menatap wajah Salsa penuh selidik.
''Entahlah Kak,Salsa ngak tau kenapa hati Salsa selalu tak bisa Salsa kendalikan,sudah sering Salsa merasakan sakit hati. namun sangat sulit untuk melupakan bahkan sangat sulit untuk membencinya''.Salsa menarik nafasnya penjang.bahkan mata wanita hamil itu kini mulai berkaca-kaca.
''Sabar ya Dek''.
Zian menepuk bahu Salsa pelan.iya ingin mengantarkan Salsa untuk pulang, namun mengingat jika Dewi masih berkeliaran didekat Jhonsen. membuatnya engan untuk mempertemukan antara Bosnya dan juga wanita yang sudah iya anggap seperti adik kandungnya sendiri itu.
Ditempat lain.
"Mas ini aku bawakan makan siang''.Dewi melangkah mendekati meja kerja Jhonsen. bahkan wanita itu masuk tanpa mengetuk pintu ruangan Suaminya Salsa itu.
Membuat Laki-laki bule didepannya menatapnya sekilas kemudian mendengus kesal.
''Aku masih sanggup membeli makanan sendiri kau pegilah''.usirnya sambil menatap Dewi dengan tatapan benci.
''Ayo lah Mas, kenapa kau selalu menolak apapun yang aku lakukan''?....,kita sudah sama-sama dewasa, Aku yakin Mas sekarang sedang kesepian.aku mau Kok Mas dijadikan yang kedua''.berbicara namun tangannya sudah meraba-raba dada bidang Jhonsen.
''Pergilah aku tak ingin melihat mu lagi disini, jika kau tidak mau keluar maka satpam yang akan menyeretmu keluar''.
''Kau ini kenapa sih Mas''?.
__ADS_1
''Keluar''.pinta Jo dengan suara mengelegar.
''Iiisss... Ok aku pulang sekarang.tapi jika Mas membutuhkan kehangatan hubungi aku''.ucapnya dengan wajah mengoda.
Jhonsen tak bergeming.matanya kini menerawang jauh mngingat sosok wanita yang sangat iya rindukan.sudah sejak beberapa hari Jhonsen meminta salah satu anak buahnya untuk menyelidiki Zian.karna jujur doi menaruh curiga dengan tingkah orang kepercayaannya itu.beberapa bulan belakangan ini Zian terlihat Aneh.anak buahnya itu sering menghilang bahkan sering pamit pulang kekampung halamannya.padahal bisanya Zian sangat jarang cuti apa lagi pulang dalam waktu sebulan sekali.itu sangat mengusik pikiran Jhonsen.
Bahkan setiap tugas yang biasanya Jo berikan tak pernah sulit untuk Zian selesaikan. namun sekarang disaat istrinya pergi bahkan sudah berbulan-bulan. jangan kan ketemu kabarnya pun sama sekali tidak iya dapatkan.istrinya itu bagaikan hilang ditelan bumi.
"Ting".
Satu pesan masuk digawai Jhonsen yang tergetak diatas meja.dengan cepat iya meraih gawanya kemudian melihat layarnya dengan penuh harap.namun harapannya langsung terhempas. mana kala melihat nama Mommynya yang tertera dipesan Watsapp.
π². "Jo hari ini pulang kerumah ya Nak''?.. Mommy kagen sayang''.isi pesan singkat yang Jhonsen terima.
Jhonsen mendesah panjang. sudah sangat lama iya tak pernah lagi mengunjungi rumah orang tuanya itu.
π²''Ya''...hanya itu balasan yang mampu Jhonsen tuliskan.
*****
Tapat pukul lima sore Jhonsen keluar dari rumah sakit.perlahan Mobilnya bergerak menuju rumah utama.
Selang beberapa Saat mobil yang iya kendarai sampai dideoan rumah keluarga Alex.dengan langkah berat Jhonsen mengayunkan kakinya keluar dari mobil dan memasuki rumah utama.
''Sayang kamu datang Nak''?.Wita langsung menyambut kedatagan putranya dengan wajah gembira dan penuh rindu.
''Ayo duduk sini,Mommy akan ambilkan makanan kesukaan mu''.Wita langsung menarik sang putra keruagan makan dan mendudukkan putranya itu dikursi makan.
Saat mendengarkan putranya akan pulang dengan semangatnya Wita membuatkan makanan kesukaan sang anak.
__ADS_1
Iya sangat sedih melihat kerapuhan anak sulungnya itu.Jhonsen memang seperti itu.jika ada masalah. iya lebih senang menghabiskan waktu sendiri dan menyelesikan masalahnya sendiri.
Ya Wita sudah tau semuanya tentang semua kebohongan Jeny.ya setelah merekam semua pengakuan Jeny Jhonsen sengaja mengirimkan rekaman itu kepada Ibunya.itu semua iya lakukan agar mata Mommynya terbuka untuk mengetahui semua kebenarannya.
''Ini sayang''.Wita langsung meletakkan Sashimi didepan sang anak.
Seketika itu juga saat melihat makanan kesukaannya.iya langsung ingat dengan Sang Istri.masih jelas diigatannya istrinya itu sangat tidak menyukai makanan yang seperti ini.bahkan Salsa akan muntah-muntah jika iya memakan makanan ini didepan istrinya itu.
''No Mom Jo sudah tidak menyukai makanan ini''.setelah mengatakan itu semua Jhonsen langsung meninggalkan meja makan.dan melangkah memasuki kamar miliknya.
Meninggalkan seorang wanita yang mematap kepergiannya degan sedih.
"Maaf kan Mommy Jo".lirih Wita yang menatap kepergian putranya dengan pandagan sendu.
Wita mengira jika Jhonsen masih marah padanya prihal kepergian Salsa.namun itu semua salah. bukan itu yang membuat Jhosen tidak ingin memakan makanan yang Wita buatkan. melainkan karna rasa rindu Jhonsen pada sang istri membuatnya tak berselera untuk makan.
"Ting".
Sebuah Notifikasi pesan kembali masuk.membuat Jhonsen langsung meraih Smartpthone yang ada didalam saku celana bahan yang iya kenakan.
Seketika itu juga rahangnya mengeras dengan gigi yang bergemeletuk kuat.bahkan kini iya mengengam Gawai yang ada ditangannya dengan sangat kuat.
πΉπΉπΉ
Yah pesan apa tu Bang Jo"?..outhor penasaran.
Lu pade penasaran kagak''?.
Kalau penasaran kasi outhor dukungan dengan cara like hadiah Vote and komen biar outhornya semangat ngetik Ok"?..
__ADS_1
Bay..bay...π₯°π₯°
Tbc.