Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par 43


__ADS_3

''Abang ganti gak,Salsa gak suka filem itu''.


''Trus sukanya apa''?


''Heem punya Abang suka gak''?.sambungnya lagi sudah mulai mendusel dileher jenjang istrinya.


Mendegar perkataan suaminya membuat mata Salsa melotot.


''Abang iih...gomongnya itu lho''.


''Tapi sukakan''?..


''Abang iihh...mau gapain cobak''?...


"Abang mau kamu sayang".berbicara sambil megendus tengkuk istrinya yang tidak ditutupi hijap.


"Udah Iih...ayo solat dulu bisa telat nanti solat kalau Abang udah mulai''.


Jhonsen hanya terkekeh dan berdiri,benar apa yang istrinya katakan jika susah berhubugan intim degan istrinya sagat sulit bagi dirinya untuk berhenti sebelum puas.


"Ayo katanya mau sholat kok malah masih duduk".


"Iya"jawab Salsa sambil megikuti langkah sang suami.


''Setelah selesai melaksanakan sholat Jhonsen duduk diatas tempat tidur dan meyandarkan punggungnya diHeadboard.


Sudah hampir pukul sembilan malam tapi suaminya itu masih saja sibuk degan benda pipih ditagannya.


''Abang gak gantuk''?


''Hem''hanya itu jawaban Jhonsen.


''Kapan Abang kasi tau tunagan Abang kalau udah nikah''?...


Hening Jhonsen masih pokus degan Smartphone ditagannya.


''Abang gak degerin Salsa ya''?.


''Hem''.


Lagi-lagi jawabannya hanya hem..hem..dan..hem...sebel juga degernya.


Salsa langsung membalikkan tubuhnya membelakangi Jhonsen,laki-laki itu tetap tak bergeming.


''Abang Handphone Salsa mana''.?..tanya Salsa degan suara pelan karna sejak kemaren tas sama hendphonenya dipegang oleh Jhonsen.


''Hem''..


Oh...astaga Salsa benar-benar geram sekarang,hal apa yang membuat suaminya itu lupa akan dunia sekitarnya.degan cepat Salsa langsung bagun dan duduk diatas inti tubuh suaminya,segaja iya lakukaan itu,agar siOm-om tidak peka itu sadar akan kehadiran dirinya.

__ADS_1


''Dek iih...jagan memancing Abang begitu''.pekiknya kaget degan ulah istrinya.


''Abang sih dari tadi Salsa panggil jawabannya hanya,hem..hem...dan hem...''.sebel Salsa sambil megangkat tubuhnya igin menjauh.


Tapi Jhonsen malah menahannya degan tagan besar peria itu.


''Jagan bergerak duduk saja disitu''.


''Apa yang kau tanya kan tadi''.Jo bertanya sambil megangkat wajah istrinya agar menatapnya,karna wanita itu sudah gambek dan menunduk degan bibir manyun satu senti.


''Gak ada Salsa gak nanya apa-apa''?..


''Ayo lah istri Abang jagan ambekan gitu,capat katakan ada apa''.?...


''Kapan Abang kasi tau tunagan Abang atau pun keluarga Abang jika Abang itu sudah menikah''.


Jhonsen menarik nafasnya panjang,bukan dirinya tak igin memberitahukan pernikahannya tapi iya hanya takut Salsa dalam bahaya jika semua nya terungkap.Jeny tidak akan tinggal diam untuk menghancurkan pernikahannya,Jhonsen tidak mau itu sampai terjadi,cukuplah satu kali kegagalan dalam rumah tangganya,jagan sampai yang ini gagal lagi,iya bisa gila kalau kali ini Salsa akan terlepas juga dari tagannya.


''Abang gak bisa jawab-kan''?..ya sudah kalau gitu''.setelah megatakan itu Salsa igin berdiri dan pergi tapi lagi-lagi Jhonsen menahan tagannya.


''Tetaplah disini jagan kemana-mana''.


"Degarkan Abang,bukan maksud hati Abang igin merahasiakan pernikahan kita,tapi Abang melakukaan ini karna Abang gak mau Jeny melukai Adek.Jeny adalah wanita yang penuh degan ambisi dan nekat,Abang tau Jeny mendekati Abang hanya karna harta,tapi Abang belum bisa membuka kebusukan wanita itu, karna belum ada bukti,jadi Abang harap tolong Adek bersabar sebentar saja''.


Salsa diam entah benar yang dikatakan suaminya atau tidak,yang jelas iya tidak suka dan bahkan wanita lainpun tidak akan suka jika megetahui suaminya masih punya tunagan diluaran sana.bahkan Jhonsen belum pernah sekalipun meyetakan cinta padanya.


''Kenapa Abang mempertahankan Salsa bukankah Abang tidak pernah mencintai Salsa''.pertanyaan istrinya membuat Jhonsen tercekat.


''Salsa benci sama Abang''.lirihnya sambil bergerak igin turun dari paha suaminya,tapi Jhonsen degan cepat menagkap tubuh ramping Salsa dan menarik istrinya kedalam pelukannya.


''Abang sayang sama Adek, jadi mohon jagan seperti ini,Abang cuman igin menghilagkan trowma dari masalalu Abang.bantu Abang jagan seperti ini,Abang gak bisa jauh dari Adek''.


Tubuh Salsa membeku lagi-lagi iya luluh mendegar ucapan itu,iya hanya diam air matanya kini sudah mulai berjatuhan.


''Jagan nagis lagi ya''?


''Huuwaaa''.bukannya berhenti Salsa malah semakin meraung didalam dekapan Jhonsen.


''Hey kenapa malah semakin menagis''.


''Abang kaki Salsa sakit kejepit'',..


''Huaawaa''.


Oh..astaga Salsa kau menghancurkan momen haru yang baru saja tercipta.


''Mana yang sakit sayang''.Jhonsen degan cepat mendudukkan wanita itu diatas kasur dan meneliti seluruh tubuh istrinya bahkan sampai megankat piyama tidur yang dikanekan Salsa.


''Yang sakit Kaki Abang,kenapa yang dibuka malah baju''.kesalnya Salsa sambil mejauhkan tagan Jhonsen yang hanya sibuk sendiri.

__ADS_1


''He..he...maaf''.


Oh..ya.ampun Jo hanya meyegir tampa dosa.


''Huuwaaa sakit''.


''Mana yang sakit sih Dek''.Jhonsen megankat kaki istrinya dan meletakkannya diatas paha kemudian melihat-lihat sekeliling kaki istrinya.


''Oh...ini''.terlihat kaki istrinya yang memerah.


''Abang pijit ya''?.mulutnya berbicara sementara tagannya sudah memijat kaki sang istri degan lembut.


''Bukan disana Bang,kok malah sampai kepaha yang sakit tu ini lho''.Salsa berbicara sambil menjauhkan tagan suaminya yang sudah gelantur kemana-mana.


Sementara Jhonsen laki-laki itu hanya menaggapinya degan cegiran Khas miliknya, membuat Salsa semakin mendelik sebel.


"Tu kan naik lagi".kasalnya karna lagi-lagi tagan laki-laki itu kembali meraba-raba pahanya.


"Aaahh"..nah kan akhirnya Salsa juga ikut terbuai dan ikut menikmati sentuhan tagan suminya.


Bukan Jhonsen namanya jika tidak memanfaatkan kesempatan,doi langsung saja meyambar bibir sang istri megecupnya lembut,bahkan tagan laki-laki dewasa itu sudah menjelajah kemana-mana.


''Sekarang sayang''.lirih Jhonsen meminta izin, disaat doi igin meyetukan miliknya degan milik sang istri,setelah melakukan berbagai pemanasan.


Salsa hanya meganguk pasrah,karna doi juga sagat megiginkannya,Jhonsen memang ahli dalam membuatnya melayang-layang.


"Aahhh...Your body is very delicious dear".(tubuhmu sagat nikmat sayang).rancau Jhonsen disela-sela pelepasanya,kemudian iya langsung berbaring memeluk tubuh polos istrinya erat.


"Bang".


"Heem".


"Udah tidur".


"Heem".


"Abang iiihh...kumat lagi kan"?..


"Apa sayang''.doi langsung saja membuka mataanya dan spontan duduk didepan sang istri.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Sampai disitu dulu ya disini tu panasnya fuul otak outhor pun ikut ngebul,gak bisa pokus buat ngehalu.


tapi outhor boleh minta hadiah kan like vite and komen.


yuk mampir dinovel baru outhor.


__ADS_1


Tbc


__ADS_2