
''Aaarrrggg...Mommy''..Jhonsen langsung terpekik kaget saat kakinya tak sengaja meginjak sesuatu yang licin dan bergerak-gerak.hinga laki-laki itu berjingkrang dan akhirnya.
''Bruk''.Jhonsen langsung jatuh tertelungkup dilumpur sawah.membuat semua orang yang ada disana mentertawakannya habis-habisan.bahkan Tantri,Zul dan Angga pun datang berlari dari pondok hanya untuk melihat pemandagan menyedihkan itu.
''Ha...ha...Abang kayak dakocan''.celetuk Salsa sambil terus tertawa.
''Enak Tuan''?..celetuk Zian membuat Jhonsen yang berusaha untuk duduk mendengus kesal dan.
''Mommy mata Jo perih Mom''.Jhonsen sudah menjerit histris saat merasakan matanya yang teramat perih.
''Nduk itu bantu suami kamu kasian lho''.lirih Emak yang merasa kasihan melihat menantunya itu.
"Emak bilang kasihan.dia memperlakukan Salsa lebih dari pada itu Mak,ini bentuk pembalasan Salsa untuk Abang".batin Salsa sambil berjalan mengambil timba.
"Ini Bang cuci dulu mukanya".
"Mana Dek".
"Ini lho".
"Gak ada".Jhonsen meraba-raba timba degan mata yang masih tertutup.
"Zian".
"Iya Tuan".Zian yang masih terus tertawa menghentikan tawanya saat mendegar sang Bos memanggil dirinya.
"Ambilkan air Zian,kau mau aku mati ya"?.mataku sakit Zian.kau mau gajimu kupotong delapan puluh persen"?..mendengar ancaman sang Bos dengan cepat Zian ngesot menuju Bos hancurnya itu.
"Ini Tuan".lirihnya sambil menjulurkan timba.
"Mana Zian".
"Ini Tuan".
"Kau ini bodoh Zian,kau kan lihat mataku tidak bisa melihat l,kenapa kau menyodorkan timbanya entah kemana".
"Lalu saya harus meletakkan nya dimana tuan".
"Letekkan ditagan saya bodoh".
"Bukan saya yang bodoh tuan tapi kau lah yang bodoh.aku hanya mengerjaimu biar kau tau rasa,aku harap kau tidak bisa melihat lagi tuan biar aku bisa menatap lekat istri mu setiap hari".batinnya tertawa jahat.
****
"Ayo Bang cari belutnya keburu siang".pinta Salsa sesaat setelah Jhonsen mencuci muka.
"Iya Dek".
"Adek yang bisanya cuman bilang nyari-nyari, lah Abang rasanya mau mati,ya Allah lebih baik hamba membedah sepuluh orang dalam satu hari,dari pada harus mencari hewan menjijikkan ini".batinnya sambil terus meraba-raba lumpur.
"Ya Allah Dek iiiyyyy".Jhonsen langsung megankat belut yang sempat iya pegeng kemudian iya lempar kearah Zian,membuat belut yang iya lempar nagkring cantik dikepala Zian yang sedang asik mentertawakan dirinya.
"Seten ular huawaaa....".Zian langsung berdiri dan melempar belut itu degan asal.alhasil hewan licin itu kembali pada pemilik asalnya.kemudian Zian degan cepat berlari naik keatas.
"Allah huakbar Mommy"...
"Adek bunuh Abang saja Dek".pekiknya meresa jijik dan takut luar biasa.
__ADS_1
Sementara yang lainnya sedari tadi hanya tertawa terbahak-bahak,bahkan sangking lamanya tertawa hinga membuat perut mereka menjadi sakit.
"Nduk kasian suami mu dia bisa pingsan nanti".lirih Emak yang menatap iba pada menantu bulenya itu.
"Eeehhh...iya Mak".jawab Salsa setelah bisa mengontrol tawanya.
"Bang ayo naik Dedek udah ngak kepegen makan belut lagi".pintanya kepada sang suami.
"Beneran Dek"?menjawab degan wajah berbinar.
"Iya Bang ayo".
"Dedek memang gak kepegen belut Bang, Mamanya Dedek yang lagi kepegen membalas perlakuan Abang kemaren".batinnya.
"Alham dulillah,doa hamba terkabul ya allah".lirihnya sambil mengusap wajahnya tanda bersukur,namun tagannya yang masih dipenuhi lumpur lagi-lagi membuat dirinya menjadi bahan tertawaan orang-orang yang ada disana.
"Zian kau mau apa Zian"?.Jhonsen sudah panik duluan,saat Zian meminjam hendphonen sahabat Salsa,untuk memvidiokan bosnya itu. karna smartpthone miliknya susah kelelep lumpur.
"Bikin vidio tuan biar tuan viral".jawab Zian asal.
"Kau mau cari mati Zian".teriaknya kesal sambil berlari dan naik keatas tebing.
"Ampun Tuan saya masih mau hidup".Zian menjawab sambil meringkuk dan menutupi kepalanya degan tagan.
"Hapus vidionya Zian,kalau tidak habis kau Zian".geramnya sambil menoel-noel kepala Zian.
"Iya Tuan saya hapus".lirihnya pasrah.
"Cepat Zian".bentaknya karna Zian tak juga menghapus vidionya.
"Iya tuan".
Membuat Jhonsen akhirnya bisa bernafas lega,bisa hancur reputasinya jika sampai Vidio memalukan itu diupload.
"Ayo mandi Bang".
"Mandi dimana Dek".jawabnya malas karna tubuhnya dan jiwanya benar-benar lelah saat ini.
"Disitu Bang".Salsa menunjuk sumur yang berada tak jauh dari mereka berdiri.
"Iya".jawabnya malas sambil melangkah menuju sumur.
"Pyuuurrrr".Jhonsen langsung melompat didalam sumur membuat semua orang jadi melongo.
Sementara Laki-laki itu malah asik berenang kesana kemari,doi pikir sumur sama seperti kolam,air yang jernih membuat Jhonsen bertambah yakin,ditambah lagi dirinya tidak mengerti cara mandi disumur.
"Ppyuuurrr".
"Aaasem".Jhonsen mengumpat saat Zian juga ikut melompat didalam sumur.
"Seten kau Zian,membuatku kaget saja".gerutunya lagi belum puas mengumpat Zian.
"Maaf Tuan".lirihnya sambil tersenyum jahil.
"Tuan apa yang masuk kedalam celana saya Tuan"?lirih Zian sudah mulai memucat takut.
Niat awalnya igin mengerjai Bosnya ternyata dirinya lah yang terkena apes.
__ADS_1
"Ular"celetuk Jhonsen membuat Zian terpekik dan outo ngibrit naik keatas.
"Tologin saya Nona,ular Nona".berbicara sambil berguling-guling diatas tanah.
"Mana ular".tanya Salsa sambil mendekati Zian degan setengah berlari.
"Adeekk bisa jalan ngak sih"?..Salsa tak menggubris,membuat Jhonsen outo kesal. ditambah lagi saat melihat istrinya membantu Zian,bahkan anak buahnya itu menyentuh tagan istrinya.
"Setan kau Zian".umpatnya sambil naik dari dalam sumur.
"Apa mau mu Zian"?..mari kita adu jontos Zian, kau selalu membuat ku kesal,tadi kau melempariku degan belut,sekarang kau igin istrinku memegang belut mu,apa mau mu ha"?..suaranya sudah mulai meninggi.
Sementara Salsa yang igin membantu Zian tagannya yang sudah terjulur kembali iya tarik. saat melihat wajah kesal suaminya,bahkan air ditubuh Jhonsen masih menetes,nafasnya naik turun menahan amarah.
"Ampun Tuan saya serius tuan tologin saya".lirih Zian degan wajah memelas,pasalnya sesuatu yang masuk dicelananya itu kini malah naik merayap keatas.
"Aaaww".Zian terpekik saat merasakan sesuatu yang menusuk pahanya.
"Tuan tologin saya Tuan dia mengigit paha saya tuan".Zian sudah mulai menangis.
"Ck kau selalu menyusahkan ku saja".
"Dek ambil pisau".pintanya sambil menjulurkan tagan.membuat Zian outo ketakutan.
"Tuan mau apa"?.lirihnya degan kerigat yang bercucuran karna ketakutan.
"Igin membedah belut nakal mu".ucapnya yang membuat Zian langsung memekik ketakutan.
"Diam lah kau brisik sekali kupingku sakit".kesalnya sambil mengoyak celana Zian degan pisau.
"Haduh aya-aya wae orang kota".desah Abah pusing melihat kelakuan dua lelaki didpannya sekarang.
"Kalau kau tebak itu apa"?..Josep nyeletuk.
"Ular".balas Angga.
"Blut".celetuk Zul.
"Bukan-bukan belut mana mungkin belut punya duri".Tantri menimpali.
"Lalu".tanya Salsa ikut nyeletuk.
"Aaallah huakbar".
πΉπΉπΉπΉπΉ
Wah...apa tu yang nyasar didalam celana Babang zian"?..hinga membuat Babang Jo terpekik kaget,yuk simak bab berikutnya".
Jagan lupa like vote and komen makasih.
Bay..bay...πππ
MINAL AIDIN WALFAIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
selamat menunaikan ibadah puasa.
Mampir disini yuk untuk menemani puasa kalianπππ
__ADS_1
Tbc.