Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par 58


__ADS_3

''Malam Dok''.


''Malam Ra tolong periksa istri saya''.berbicara sambil turun dari tempat tidur.


''Baik Dokter''.Dokter wanita itu berjalan mendekati Salsa dan tersenyum lembut kemudian berkata.


''Saya periksa dulu ya Mbak''.?..


''Iya Dok''. jawab Salsa sambil berbaring kembali.


Dokter itu pun berjalan mendekati Salsa dan memulai pemeriksaan.


Dokter memeriksa tanda-tanda vital yang meliputi tekanan darah dan yang lainnya.


''Apa ada yang sakit''.


''Tidak Dokter saya hanya merasa selalu mual, pusing dan juga lemes''.


''Istri saja baru saja jatuh Ra''.Jo nyeletuk cepat.


''Jatuh''.


''Iya''.


''Tapi perut saya gak sempat kenak aspal kok Dok''.


''Dek''.panggil Jhonsen berharap istrinya diam,iya benar-benar kawatir sekarang.


Salsa mendesah penjang kemudian mengunci mulutnya rapat-rapat,iya takut suaminya akan mengamuk lagi.


''Istri Dokter baik-baik saja Kok,tapi jika Dokter belum yakin dan igin mengetahui lebih detail lagi Dokter bisa membawa istrinya kerumah sakit''.


"Hem ya baiklah".lirihnya pasrah.


"Ini Obat untuk Mbaknya bisa diminum sekarang ya Mbak".


"Iya". jawab Salsa pasrah obat adalah satu hal yang paling iya hindari.


''Saya permisi Dokter''.pamit Dokter wanita itu sambil tersenyum menatap Salsa kemudian berlalu.


''Minum obatnya Sayang''?..


''Biara Salsa saja yang minum Bang''.berbicara degan tagan yang terulur kearah suaminya.


''Biar Abang saja''.


''Biar Salsa saja Bang''.


''Adek''.


''Bang Salsa gak mau minum obat''.lirihnya sambil menunduk.


Nah akhirnya terbuka juga jati diri.


Jhonsen mengernyit heran kamudian berkata.


''Ada ya gadis pembuat onar kayak kamu gini takut sama obat''.Jo berbicara sambil mendekati istrinya,membuat wanita itu berinsut mundur.


"Salsa yang makan sendiri Bang".berbicara sambil menegadahkan tagan.


''Biar Abang Dek''.


''Salsa aja Bang''.


''Abang suapi pakai tagan atau pakai''?..


''Pakai apa Bang''?..tanya Salsa antusiasi,iya pikir ada cara baru untuk mengkonsunsi obat agar tidak merasakan pahit.


''Pakai ini''.Jhonsen mengetuk-ngetuk bibirnya membuat Salsa bergidik.


"Gak Salsa gak mau".


"Makan sekarang atau"?..

__ADS_1


"Iya Salsa makan".berbicara namun tagannya meraih beberapa butir obat yang ada ditagan suaminya.


"Abang hadap sana".sambil menunjuk-nunjuk kebelakang.


Namun Jo tak bergeming iya tetap pada posisinya menghadap istri kecilnya itu.


"Hadap sana Bang".


"Buruan makan Dek habis itu tidur,Kalau gak"?ancam Jo degan tatapan mesum membuat Salsa kalang kabut dan.


"Iya".sambil memasukkan satu butir obat kedalam mulutnya dan.


''Emak...pahit...Mak...''.astaga Jo langsung tepuk jidat istrinya ini memang langka bin aneh.sama obat kecil aja jeritannya memenuhi rumah, bagai mana jika obatnya segede gaban, mungkin saja istrinya akan menjerit dan merauang-raung.


"Adek brisik cepat telan".


"Huek".


"Talan Dek".


Salsa mengeleng degan cepat Jo langsung meraih obat ditagan wanita itu dan memasukkan kedalam mulutnya kemudian.


"Cup".Jhonsen langsung mengecup bibir wanita itu dan memasukkan obat yang ada didalam mulutnya kedalam mulut Salsa,setelah mesuk doi langsung mendorongnya degan menggunakan lidah So pasti Salsa degan terpaksa harus menelannya.


Jhonsen tidak akan berhenti sebelum obat itu ditelan istrinya degan sempurna,iya juga tidak perdululi jika Salsa memukul-mukul dadanya kuat.


"Abang minum pahit".berbicara lirih degan air mata yang membasahi wajah cantiknya.


Degan cepat Jo meraih gelas yang sudah iya siapkan diatas nakas.


"Ini".


Degan cepat Salsa meraih gelas dan meminum air yang ada digelas hingga tandas.


"Kurang Bang masih pahit".


"Ampun deh Dek minum obat aja panjang baget dramanya".Jo mendesah panjang begini baget ya.punya istri yang masih remaja,doi harus extra sabar ditambah lagi sekarang kondisi istrinya itu sedang hamil muda.


''Kalau gak mau ya udah Salsa bisa sendiri kok Bang''?..berbicara sambil berbaring degan tubuh menghadap kesamping itu artinya doi membelakangi suaminya.


''Maaf kan Abang Dek,jagan ngambek ya''?..


Jhonsen berusaha memujuk bumilnya itu.


''Sayang Abang minta maaf ya''?..sudah mendusel-dusel diceruk leher istrinya.


''Geli Bang''.


''Maafin Abang sayang''.


''Iya''.


''Yeee..makasih sayang''.


''Ada syaratnya Bang''.


''Apa''?..


"Salsa mau makan masakan emak''.


Aduh Jhonsen outo lemes ditempatnya dan menutupi kepalanya degan selimut.


''Gak mau ya Bang''?..ya udah deh''.mendesah kecewa dan memeluk gulingnya kuat.


"Iya Abang mau,besok Abang minta cuti dulu kerumah sakit baru setelahnya kita berangkat".


"Beneran Bang"?..menghadap suaminya degan wajah bebinar.


''Iya sayang''.


''Ya..sudah kalau gitu Abang mandi dulu belum mandikan''?..bau Bang''.


Jo langsung mengendus tubuhnya.

__ADS_1


''Gak bau kok Dek Abang masih Wangi''.


''Bau Bang mandi sana''.


''Iya".pasrah Jo sambil bediri dari berbaringnya kemudian melangkah gontai menuju kamar mandi.


Selang beberapa saat Jo sudah selesai degan acara mandinya,setelah selesai memakai pakaian tidur doi kembali melangkah mendekati sang istri.


''Sudah tidur''.lirihnya saat melihat istrinya sudah terlelap degan mulut yang sedikit terbuka.


Perlahan Jo menjulurkan tagannya,membelai lembut wajah sang istri,kemudian kepala, perlahan tagannya turun kewajah,mendekat dan mengecup lembut kening wanita itu.


Andai Salsa tidak hamil muda sudah iya ajak bercinta sedari tadi,apa lagi Inti tubuhnya selalu bereaksi saat berdekatan degan istrinya kecilnya itu.


Perlahan Jo membaringkan tubuhnya diatas kasur dan menarik istrinya itu kedalam dekapannya.hagat ini lah kehagatan yang selalu iya rindukan yang bisa membuatnya kehilagan akal sehat jika iya jauh dari wanita ini.


Subuh menjelang Salsa mengliatkan tubuhnya, tampa iya sadari kini suaminya itu sudah mengukung tubuhnya


''Abang mau apa''?..pekiknya kaget,setelah iya menyadari bahwa wajah suaminya berada tepat didepan wajahnya.


''Dek tologin Abang''.


''Tologin gimana''?..Salsa binggung degan dahi yang mengeryit.


Apa yang bisa iya tolong untuk suaminya itu itu pikirnya.


''Abang''.Salsa terpekik saat inti tubuh suaminya itu kini menusuk-nusuk dipahanya.


''Bantu Abang Dek''.


''Bantu apa Abang''?..kesalnya karna subuh-subuh suaminya itu sudah membuatnya kaget.


''Puaskan Abang Dek''.


''Tapi''.Salsa tidak bisa lagi untuk berbicara karna laki-laki itu kini telah membungkam mulutnya degan ciuman.


''Lakukan sayang''.berbicara degan suara berat.


''Lakukan apa Bang''?


Aduh nafsu Jo yang sudah sampai keubun-ubun harus jatuh hinga kedasar melihat waja polos istrinya itu.namun perlahan Jo menarik tagan istrinya dan mengarahkan tepat keinti tubuhnya.


"Aaaw..itu apa Bang"?..Salsa langsung menjerit dan menarik tagannya namun Jo degan kuat menahan tagan wanita itu degan wajah memelasnya.


"Tolong Dek puaskan Abang,Abang udah gak tahan Dek".lirihnya degan penuh nafsu.


"Caranya gimana Bang"?..sungguh Salsa tidak tega melihat wajah memelas suaminya.


Perlahan Jo membimbing tagan istri kecilnya itu agar iya bisa melepaskan hasratnya tampa menyakiti istri dan juga calon anaknya yang ada dirahim istrinya.


''Aahh...sayang''.


''Terus Dek''.Jo terus saja merancau merasakan sensasi yang luar biasa yang iya rasakan sekarang.


''Salsa capek Bang''.


''Sebentar lagi sayang''.lirihnya degan suara berat.


Salsa menarik nafasnya panjang kemudin melanjutkan apa yang suaminya iginkan.


''Aaaahhh...sayang''.rancau Jo disela-sela pelepasan kemudian.


"Iihh...Abang tagan Salsa kenapa jadi begini''?..


Oh..astaga Jo langsung lemes dan ambruk disamping istrinya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Jagan lupa hadiah like vote and komen makasih.


Bay..bay..😍😍😍


Mampir juga dinovel outhor yang lain yuk gak kalah seru lhoπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

__ADS_1



Tbc


__ADS_2