
''Kamu mau kemana Jo''?.Abah bertanya degan wajah menatap Jo curiga.
''Anu Pak....Jo pegen buang air kecil.disini tidak ada kamar mandi''.berbicara sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
''Disumur saja gak baik malam-malam memasuki kamar seorang wanita.jika sudah selesai nanti temui Bapak,diteras depan ada yang igin Bapak bicarakan".sepertinya Abah juga tidak bisa tidur karna memikirkan masalah anaknya,
Ya begitu lah orang tua.semarah-maranya iya degan sang anak tapi tidak akan pernah bisa membencinya, meskipun sebenarnya rasa kecewa dihatin Abah jelas terlihat.
''Oh baiklah''jawab Jo lesu. sambil berjalan degan langkah gontai,niatnya igin bobok cantik degan gadis cantik pupus sudah.akibat ketahuan oleh Calon mertua.
Jhonsen berjalan mengendap-endap kesumur belakang rumah.
''Waduh serem amat ya''?..lirihnya sambil melihat kekiri dan kekanan.
''Kayaknya tadi gue gak kepegen pipis deh,tapi kok sekarang malah kebelet gini,apa karna gue kualat ya"?.. karna sudah ngebohongin orang tua''.dumelnya pelan sambil bergidik ngeri. saat melihat pohon-pohon besar yang menjulang tinggi.
Tidak terbayangkan oleh Jhonsen jika ada wanita berambut panjang sedang duduk diatas pohon sambil menyusui bayi.
Oh..astaga sudah dipastikan doi akan kabur tampa rasa malu.
''Mbak gue permisi kebelet pipis jagan diintip''.Jo berbicara sendiri sambil membuka resreting celana bahan yang iya kenakan, tanpa membuka Gespernya terlebih dahulu.
******
''Kenapa''?.tanya Abah saat melihat Jo berlari degan nafas yang ngos-ngosan.
''He..he gak ada Pak. pegen lari malam saja''.jawabnya asal membuat Abah mengeryit heran.
''Besok tolong temani Abah kekantor KUA,untuk mengurus persyaratan pernikahan kalian''.Abah berbicara sambil menarik nafasnya panjang.
"Yes"...akhirnya usaha gue membuahkan hasil".sorak Jhonsen dalam hati mendegar setiap kata yang Abah keluarkan.
"Baik Pak"..jawab Jo dengan semangat. sepertinya laki-laki dewasa ini lupa jika Resretingnya belum sempat iya naikkan,membuat Abah gagal fokus.
__ADS_1
"Jo pasang dulu resretingnya , nanti jika burung mu terbang apa lagi yang bisa kau banggakan"?..kata yang diucapkan Abah sontak membuat Jo menatap kebawah dan.
"Ea..elah Jo lu malu-maluin diri Lu sendiri.malah anu lu berdiri lagi".gerutu Jhonsen kikuk kerna kelakuannya sendiri.
"Eh...iya maaf Pak".
"Ya sudah Abah masuk".berbicara sambil melangkah masuk kedalam rumah,diikuti Jo dari belakang.
Kali ini iya yakin bakalan tidur degan nyeyak,sakit-sakit deh tu badan karna tidur dilantai.yang penting bentar lagi nikah sama gadis cantik dan juga ****.
Sakit yang dihadiah kan Abah tadi sudah hilang . meskipun wajahnya masih membiru dan sudut bibirnya sedikit sobek. yang penting restu sudah iya dapatkan.
persetan degan Adiknya Azka,karna dirinya tidak merebut siapa pun. lagi pula Salsa adalah pacarnya,meskipun sudah lama iya tinggalkan. tapi bukan maunya meninggalkan Salsa tapi itu semua kerna Mommynya melarang dirinya untuk kemana-mana.lagi pula cinta Salsa hanya pada dirinya bukan pada Azka".pikir Jhonsen sambil memejamkan mata dan terlelap.
***
Subuh menjelang
"Eh busyet apaan nie bau baget".Jhonsen langsung bagun dan duduk saat mendegarkan suara yang aneh dan aromanya yang sagat menisuk dihidungnya.
"He..he..sory Om kelepasan".Josep sahabat Salsa yang biasa dipanggil Jo menyehut degan cengiran menyebalkan menurut Jhonsen.igin rasanya Jhonsen menendang pantat bocah semprul yang ada disampingnya ini.malah pantatnya mengarah kewajah tampan Jhonsen lagi.
"Setan lu Jo kebiasaan tau gak"?..
"Pyuuw"...bau baget lho makan apa sih Jo bangkek".Zul yang tidur disebelah kiri Josep ikut terbagun diikuti angga yang sedang menikmati Aroma khas agin dipendem sambil merem melek.
"Nah ntu Angga sampai pingsan gara-gara Bom nuklir yang lu ledakkan dipagi buta seperti ini".ucap Zul sambil menunjuk Angga yang kembali berbaring dan terlelap.
Jo bagun dari duduknya sambil berdecih kesal.
"Tok...tok...tok..
"Sal tolong buka pintunya gue pegan ngambil pakaian.
__ADS_1
"Krek"
"Om mau gapain"?.tanya Salsa yang sudah siap degan mukenanya.karna sebentar lagi waktunya subuh.
"Gue mau mandi,pakaian gue semuanya disini,gue gak mau mandi disumur luar rumah. bisa-bisa para emak-emak ganjen gintipin gue, apa lu rela calon laki lho yang tampan ini dinikmati orang"?..jelasnya panjang lebar sambil mesuk kedalam kamar.
Salsa hanya diam sambil melangkahkan kakinya menuju mushola terdekat.
DIJAKARTA
Sudah hampir satu minggu Jefri direpotkan oleh perintah sang Bos,sejak kehilagan Salsa dan juga kakanya Jhonsen.
Entah kemana gadis incarannya itu,iya sama sekali tidak menaruh curiga degan sang Kakak,karna sedari dulu Kakaknya itu sering menghilang bagaikan jelangkung.
Sementara Jeny tidak perduli sama sekali degan kehilagan Jhonsen karna iya tidak benar-benar mencintai Dokter tampan itu.
Lebih tepatnya iya lebih mengincar hartanya,target awal Jeny adalah Azka tapi sagat sulit meneklukan laki-laki somplak satu itu,tingkahnya selalu aneh dan menyebalkan. hinga iya nekat mendekati Mommy Wita tapi sayangnya iya malah dijodohkan degan Jhonsen,tidak masalah.meski pun sekarang Jhonsen tidak tertarik sama sekali degan perusahaan milik keluarganya,paling tidak setelah menikah iya akan menguasai laki-laki itu dan menghasutnya untuk megambil alih perusahaan.sungguh agan-agan yang tidak akan bisa iya gapai.
๐ผ๐ผ๐ผ
"Jet pribadiku".
"Setan yang satu ini selalu saja menyusahkanku"..lagi pula kenapa dia selalu menganti nama ku"..Oh ya Allah Salsa kembalilah tolong jinakkan banteng gila ini".gerutu Jefri sambil berjalan mendekati sang Bos.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Suka gak sama ceritanya kalau suka kasih outhor hadian donk biar semagat updetnya.
Dan makasih yang sudah mampir.
Bay...bay๐น๐น๐น
Tbc.
__ADS_1