
''Gudubrak''.
''Aduh''.....
''Abang kenapa''?..Salsa bertanya sambil melogokkan kepalanya dijendela kamar Abah.
Tawanya pecah saat melihat Jhonsen jatuh tersungkur diatas lantai kamar.
''Adek kok ketawa''?lirihnya setelah bisa berdiri.
''Abang cemen Salsa manjat mangga aja hayuk, Abang manjat jendela aja sampai terjungkal begitu''.berbicara degan terus menahan tawanya melihat wajah kesal Suaminya.
''Abang cuman bisa manjat Adek''.ucapnya lirih membuat wanita yang masih tertawa itu diam seketika,kemudian berjalan meninggalkan Jhonsen yang tersenyum menatap kepergian istrinya.
''Emak''.Salsa terpekik saat melihat Emak dan Abahnya baru saya pulang dari sawah.
''Lho Salsa kenapa pulang gak ngasi tau Emak''?..
''Kejutan Mak''.Salsa berbicara sambil mencium tagan kedua orang tuanya.
''Suami kamu mana''?..
''He..he...didalam Mak,Abang manjat jendela''.
''Lho kok manjat jendela pintunyakan gak dikunci''.
''Adek''.Jhonsen langsung kesal saat mendegarkan itu semua.
Sementara Salsa hanya menyegir saat melihat suaminya membuka pintu,bertepatan saat Emak mengatakan pintu engak dikunci.membuat wajah laki-laki itu kesal seketika.
''Sengaja Bang''.berbicara sambil bersembunyi dibalik punggung kedua orang tuanya.
Zian tersenyum senang saat melihat wajah kesal Bosnya itu.
''Jagan ketawa Zian,kau mau gajimu ku potong''?..
''Tidak tuan Maaf''.
''Ini siapa''?.Emak menunjuk kearah Zian,yang kini duduk degan tenang dikursi depan rumah Salsa.
"Teman Jhonsen Buk".jawab Jo cepat.
"Oh..ya..sudah..ayo masuk kalian capek kan"?
"Iya Buk capek baget seharian cuman gintirin koper doang".celetuk Zian cepat kemudian melangkah memasuki rumah.
"Pak saya mandi dimana".tanya Zian saat melihat Jhonsen baru keluar dari kamar.
"Disumur Zian".
"Sumur".dahinya mengeryit heran.
"Iya sumur,ayo ikut saya".
Jo berjalan duluan sambil tersenyum jahil.
"Oh...god".Zian menepuk keningnya,saat Jhonsen menunjuk sumur,bagai mana tidak, seumut hidup doi belum pernah merasakan mendi dialam bebas seperti ini,bukan hanya itu Zian juga tidak mengerti cara megambil air hanya degan menggunakan timba.
"Kau kenapa"?..Jo bertanya sambil menahan tawanya.
"Tuan apa tidak ada tempat mandi yang lain selain disini"?
"Ada".
"Dimana Tuan".Zian bertanya degan nada semagat.
"Disawah".
"Haduhhh...kenapa sih Tuan tidak membagun rumah mertua tuan saja,jadi jika pulang kampung tidak usah mandi disumur lagi".
"Hem".jawab Jhonsen acuh kemudian pergi meninggalkan Zian yang ditatap emak-emak degan penuh takjup.karna ya seperti sebelumnya,sumur dikampung Salsa tidak ditutupi apa pun.
__ADS_1
''Iya kali gue mandi disini''.lirih Zian kebigungan sendiri.
''Mas mau mandi ya''?..seorang wanita degan dandanan ala ondel-ondel memanggil dirinya degan senyum mengodanya.
''Engak''.Zian langsung merinding dan ngacir menyusul Jhonsen.
''Lho nak kok belum mandi"?..sebentar lagi mahrib lho''.Abah yang sedang duduk dikursi depan rumah menatap Zian heran.
''Ini mau mandi Pak,tapi saya ngak mau mandi disumur sana,banyak penunggunya''.celetuk Zian sambil bergidik ngeri.
''Lho kok mandi disumur"?..mandi didalam kamar Abah saja''.Abah berbicara sambil mesuk kedalam rumah.
Sementara Zian sudah kesal bukan main karna ulah Bosnya itu.
''Kenapa belum mandi Zian''.
Nah..ini dia biang keroknya datang memasang wajah tanpa dosa,igin rasanya Zian melempari kepala Bosnya itu degan sepatu,agar iya hilang igatan dan iya bisa menukahi istri cantik dari Bosnya itu,
"Eh...mikir apa gue"?.. haduh Zian jagan jadi pebinor".
"Kamu itu tampan jagan mau jadi pecundang".batinnya terus berkecamuk sambil menatap wajah sang Bos degan kesal.
"Kamu kenapa Zian"?lagi-lagi Jhonsen dlbertanya degan wajah tanpa dosa.
"Tuan tadi saya bertemu wanita yang sagat cantik apa Tuan tau siapa namanya"?..bohong Zian berniat igin mengerjai bosnya itu.
"Siapa"?. disini tidak ada yang lebih cantik dari Salsaku".jawaban Jhonsen membuat Zian outo gagal mengerjai Bosnya itu.
''Ayo Nak Zian mandi''.suara Abah menghentikan perdebatan antara Bos dan orang kepercayaannya itu.
''Eh..iya''.jawabnya singkat sambil melangkah mengikuti Abah.
''Ayo Dek''.ajak Jhonsen saat melihat istrinya keluar dari kamar.
''Iya Bang''.jawab Salsa dan langsung melangkah mengikuti Jhonsen.tujuan mereka sekarang adalah mushola terdekat,untuk melaksanakan sholat mahrib.
Setelah selesai solat berjamaah dimushola Salsa dan yang lainnya pulang kerumah.
''Surprise''...
''Tantri''.
''Yuup ini gue sahabat yang terlupakan''.celetuknya sambil cemberut.
"Maaf".lirih Salsa sambil menghampiri sahabatnya dan memeluknya erat.
"Haduh...susah kalau sudah begini,keempat Curut pada ngumpul.sudah bisa dipastikan malam akan menjadi panjang,".keluh Jhonsen dalam hati.masih jelas diigatannya saat dirinya tidur degan ketiga bocah pembuat onar itu. bahkan iya masih igat betapa menyegatnya bau yang dikeluarkan Josep pada subuh itu.
Namun untuk saat ini iya bisa bernapas lega karna dirinya malam ini akan tidur degan istri tercinta.
Namun Zian oh..mati lah kau Zian".batin Jhonsen sambil mendakati istrinya kemudian berkata.
"Masuk sayang".pintanya sambil menarik tagan istrinya hinga pelukan Salsa dan Tantri terlepas.
"Ayo makan Emak sudah masak".
"Eh...kapan Emak.masak kan baru aja selesai sholat"heran Salsa sambil menatap menu hidangan yang kemaren sedang iya idamkan,goreng ikan bumbu dan sambal terasi ditambah degan sayur dan juga lalapan.
"Tu sama anak gadis Emak yang satunya".Emak berbicara sambil menunjuk kearah Tantri.
Salsa langsung melotot pasalnya iya tau jika sahabatnya itu paling tidak bisa memasak.
"Lho tenang aja Sal gue udah bisa masak sekarang, lu coba dulu aja setelah dicoba baru deh lu kasi penilaian".celetuk Tantri seperti tau arti dari tatapan sahabatnya.
"Hem ya baiklah".Salsa langsung saja duduk diikuti yang lainnya.
"Hem...lumayan".lirihnya berbicara degan mulut penuh.
Namum berbeda degan Jhonsen laki-laki itu malah mual mencium aroma masakan yang biasanya sagat iya sukai.
"Mau kemana nak Jo"?..tanya Emak saat melihat Jhonsen sudah berlari menuju kamar.
__ADS_1
"Huek...huek..aduh...kenapa setiap malam gue selalu mual"?.lirihnya masih terus muntah.
"Abang kenapa"?..
"Gak tau sudah dari kemaren,apa mungkin ini yang dinama kan hamil simpatik"?..
"Mungkin saja.bagus deh itu artinya Abang juga akan merasakan apa yang Salsa rasakan".
"Gak apa-apa Dek,yang penting Abang bisa selalu dekat sama Adek".
"Hem gembel".
Jhonsen mengernyit istrinya itu selalu saja asal bicara.
"Sini Bang Salsa bantu".Salsa berbicara namun tagannya terulur untuk membantu suaminya
"Abang bisa sendiri kok Dek".tolaknya takut Istrinya kelelahan.
"Gak apa-apa kok Bang ayo".
"Iya sayang".Jhonsen berbicara sambil melangkahkan kakinya menuju tempat tidur.
"Abang makan dulu ya"?..Salsa bawakan kesini makanannya"?..
"Engak sayang,Abang gak selera makan".
"Abang mau makan apa biar Salsa buatkan".
"Abang mau ditemaani Adek aja disini".bernicara namun tagannya menarik sang Istri agar berbaring disampingnya.
Namun belum sempat Salsa berbaring terdengar pintu kamarnya diketuk.
Salsa kembali berdiri dan berjalan membukakan pintu.
Terlihat Emak berdiri didepan pintu degan segelas Air ditagannya.
"Ini Nak berikan pada suami mu".
"Ini apa Mak".
"Air jahe Sal bagus untuk menghilangkan mual".
"Oh..iya,makasih Mak".Salsa meraih gelas yang disodorkan Emak.kemudian melangkah mendekati suaminya.
"Ini Bang minum".
"Itu apa Dek"?..
"Emak bilang air rebusan jahe".
"Haduh...apa lagi ini".gerutunya pelan.
"Ayo Bang minum".
"Abang udah sehat Kok Dek".
"Beneran"?..
"Iya ini".berbicara sambil duduk dari berbaringnya.
"Kalau sudah sehat ayo kita keluar,Abang kan belum makan".
πΉπΉπΉπΉπΉ
Jagan lupa like vote and komen makasih
Bay...bay...πππ
yuk mampir disiniπππ
__ADS_1
Tbc.