
Subuh menjelang
Salsa sudah bagun dari tidurnya,kepalanya sedikit pening dan matanya megantuk karna tadi malam dirinya sagat susah untuk tidur, hinga subuh menjelang iya baru bisa memejamkan mata.Alhasil saat bagun sholat subuh kepalanya jadi kliyeng-kliyeng.
"Abang bagun solat".Salsa berusaha membagunkan suaminya degan menghoyang-giloyangkan bahu Jhonsen yabg masih nyaman dalam mimpinya.
''Bang bagun''. lagi-lagi Salsa mencoba membagunkan suaminya,walau bagai mana pun sudah menjadi kewajipannya untuk memgigatkan suaminya supaya melaksanakan solat.
''Abang bagun solat subuh dulu nanti tidur lagi''.
''Eemmm''.Jhonsen megerjap-gerjapkan matanya untuk megumpulkan kesadarannya yang masuh beterbagan entah kemana.
''Solat Bang sudah subuh''.
''Iya sayang''.mendegar jawaban dari suaminya Salsa langsung pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan wudhu.
Dua puluh menit kemudian kedua suami istri itu sudah siap berdiri diatas sajadah.
Sungguh baru kali ini Salsa mendegar suara merdu suaminya suara yang membuat siapa pun yang mendegar jadi merinding.sagat menenagkan,suara yang sagat fasih dalam membacakan ayat-ayat allah.hinga tampa sadar Salsa meneteskan air mata ditegah-tegah solatnya.
"Andai laki-laki yang menjadi imamnya sekarang tidak benar-benar mencintainya apa yang harus iya lakukan sugguh Salsa benci degan hatinya sendiri yang sama sekali tidak bisa berpaling dari laki-laki ini.Salsa terus saja berpikir setelah keduanya selesai melaksanakan sholat subuh dan kemudian iya mencium tagan suaminya degan takzim.
''Adek hari ini kuliah''?...pertanyaan pertama yang Jhonsen lontarkan setelah beberapa saat mereka terdiam.
''Iya Bang''
''Ya sudah pulang dari kampus gak usah kerja lagi nanti langsung Abang jemput''.
''Tapi Bang Salsa gak bisa berhenti begitu saja, lagi pula mau sampai kapan kita harus bersembunyi dari masalah''?...masalah tidak akan selesai jika kita diamkan terus Bang''.balas Salsa sambil menatap lekat suaminya.
Jhonsen diam sebenarnya apa yang dikatakan Salsa benar adanya igin sekali iya memberitahuakn tengtang pernikahannya degan semua orang,tapi iya takut keselamatan Istrinya akan terancam.
''Ok kamu boleh kerja lagi tapi igat jagan dekat-dekat degan laki-laki lain''.ancamnya membuat Salsa melongo,bagai mana caranya iya menolak semua keiginan konyol sang Bos sementara dirinya hanya seorang Ob.
"Bisa tidak serkas Jo".
"Bisa biar nanti Salsa bilang sama Bos Salsa, kalau Salsa sudah menikah".ucapan Salsa malah berbalik.
Sekarang malah Jhonsen yang melongo itu semua karna iya takut, adik Somplaknya itu akan tau kalau dirinya sudah menikah,bakalan bahaya nanti''?Azka kan mulutnya lemes baget ditambah lagi doi juga sagat tergila-gila degan Salsa.
"Jagan-jagan".ucapnya setelah iya berpikir sejenak.
"Kenapa"?.tanyan Salsa sambil mendelik heran.
"Ya bukan kenapa-napa Abang cuma takut pengemarmu itu memberi tahukan rahasianya kepada orang lain''.
Jhonsen tau Adiknya itu tidak akan degan mudah percaya degan apa yang akan dikatakan istrinya nanti.
__ADS_1
''Trus ''.tanya Salsa lagi menunggu alasan suaminya untuk terus merahasiakan pernikahan mereka,sampai kapan semua ini akan seperti ini''?..
''Trus untuk sementara waktu Abang mohon rahasiakan dulu pernikahan kita''.mendegar jawaban suaminya membuat Salsa malas untuk berbicara lagi,degan cepat iya melangkah menuju dapur setelah meletak-kan mukena pada tempatnya semula.
"Aaarrggg".pekik Jhonsen sambil megusap wajahnya degan kasar.
"Kemudian iya bersiap untuk pergi kerumah sakit mengigat hari ini iya akan ada jadwal operasi.
Meskipun iya sekarang sedang dalam banyak masalah,Jhonsen tak igin lalai dalam tugas, apapun masalahnya iya harus siap bekerja kapanpun dirinya dibutuhkan.
''Sayang Abang berangkat kerja dulu ya''.Salsa megeryit.
''Emang Abang kerja apa''?..
''Abang belum bilang ya''?..
Salsa megeleng.
''Kalau gak mau bilang juga gak apa-apa''. berbicara samabil meyiapkan sarapan untuk suaminya.
''Siapa bilang Abang gak mau bilang''.berbicara sambil memeluk istrinya dari belakang.
''Trus''.menunggu jawaban.
''Abang seorang Dokter sayang''.saat mendegar pegakuan Jhonsen seketika tubuh Salsa mematung.
''Hey kenapa diam''.panggil Jhonsen sambil memeluk istrinya erat dan meletakkan dagunya dibahu sang istri.
''Eeh''...lirih Salsa terkejut.
''Kenapa melamun Abang mau sarapan''.
''Abang pegen makan masakan Adek''.
''Ehh iya Bang maaf''.jawabnya sambil meyegir dipaksakan.kemudian melangkah meyiapkan sarapan untuk suaminya degan perasaan tak menentu.
''Enak Dek''.Jhonsen berbicara sambil megunyah makanan yang baru pertama kali iya masukkan kedalam mulutnya.
''Beneran''.sambut Salsa bahagia.
''Beneran sayang''.jawabnya sambil terus makan hingga makanan dipiringnya tandas tak bersisa.
''Makasih''.jawab Salsa singkat sambil menunduk.
''Kekampus jam berapa''.bertanya sambil meraih tisyu dan megelap bibirnya setelah sarapan selesai.
''Jam tujuh''.jawab Salsa pendek entah kenapa semenjak megetahui bahwa suaminya bukan orang sembaragan,membuat nyalinya ciut dan merasa semakin kecil jika bersanding degan laki-laki dipannya sekarang.
__ADS_1
''Ya sudah sana siap-siap Abang tunggu''.
''Gak usah Abang berangkat duluan saja,nanti Salsa bisa pakai ojol kok''.
''Kenapa gak suka pergi sama Abang''?..nah mulai lagi kan cemburu tampa cintanya.
''Iya Salsa ikut Abang''. akhirnya kata itu yang keluar dari mulut Salsa doi sudah malas berdebat degan suaminya,sungguh iya masih igat bagai mana kemarahan Jhonsen saat dirinya berdekatan degan laki-laki lain meskipun itu hanya adiknya sendiri.
''Nah gitu dong Abang tunggu didepan''.
''Iya''.jawab Salsa pendek sambil naik keatas.saat akan sampai ketangga terakhir iya kembali turun lagi.
''Bang''.
''Hem''lirih Jhonsen yang tetap pokus pada layar gawainya.
''Salsa gak punya baju ganti,baju semalam kan sudah kotor''.berbicara sambil menunduk takut.
Benar saja Jhonsen baru igat iya belum membeli perlengkapan sang istri,pantas saja istrinya itu dari tadi masih memekai piama miliknya.
''Maaf Abang lupa memesankan pakaian untuk Adek''.
''Trus gimana dong''?..sambungnya lagi.
''Bisa gak Salsa minta tolong antarkan sebentar kekos-kosan buat ganti baju''.lirihnya sambil menunduk karna takut salah bicara lagi.
''Ya sudah ayo''.berbicara sambil berdiri dan menenteng tas kerja yang selalu iya bawa.
Salsa hanya megikutinya dari belakang degan hanya memakai piyama milik suaminya dan hijap masih tetap yang semalam iya pakai.karna tas dan Smartphone entah disimpan Jhonsen dimana untuk saat ini iya sungguh tidak berani untuk menanyakan itu.bukan kenapa iya takut laki-laki ini megamuk lagi.
''Ayo turun Abang tunggu disini cepat ya''?...ucapnya setelah mereka sampai didepan kos-kosan.
Salsa hanya menurut iya membuka pintu mobil kemudian melangkah keluar dan berjalan menuju Kos-kosan.
Selang beberapa saat Salsa sudah berjalan menghampiri mobil suaminya tapi iya tidak datang sendirian melainkan degan sahabatnya.
''Bang temen Salsa boleh numpang gak''.bertanya degan ragu,takut suaminya akan marah karna dirinya sudah lancang megajak orang lain.
πΉπΉπΉπΉ
Jagan hadiah like vote and komen biar outhor semagat updet ok.
Makasih
Bay...bay....ππππ
TBC.
__ADS_1