Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par30


__ADS_3

"Huuuh.. dia lagi''. gerutu Jhonsen saat melihat siapa yang datang.


"Ada apa"?.Jhonsen bertanya sambil mendarat kan bokongnya dikirsi ruang tamu rumah Salsa.


"Maaf tuan''. nyonya Wita meminta kami membawa anda pulang malam ini juga. jika tidak degan terpaksa kami akan memaksa anda untuk ikut''.


"Ya...ya...ya...kalian ini bisanya hanya bersembunyi dibawah ketiak Mommy".celetuknya menahan kesal.


"Ayo tuan".ajak Bodyguard yang diperintahkan sang Mommy untuk mengawasi Jhonsen.


"Gue mau ikut degan lho, asal lho bisa jaga rahasia".Jhonsen berbicara degan nada serius.


"Maksud Tuan"?.


"Berjanji dulu baru gue bilang jika tidak''?..,gue gak bakalan mau ikut.terserah kalau lho... lho semua dipecat sama Mommy gue gak perduli''. berbicara sambil melangkah igin memasuki kamar.


"Ba...baik ...tuan Muda. kami akan mengikuti kemauan tuan".jawab para Bodyguard degan terpaksa. dari pada mereka dipecat lebih baik iya kan saja.


"Ok''. tapi jika kalian membocorkan semua ini jagan salahkan gue,kalau gue akan menyuntik kalian degan suntikan mati".ancam Jhonsen membuat laki-laki yang mengenakan setelan serba hitam itu bergidik ngeri.


"Dengar gue sekarang sudah menikah. jadi igat'jagan sampai hal ini bocor keorang lain. sebelum gue sendiri yang memberitahukannya. igat itu.jika kalian ingkar tau sendiri akibatnya".


"Baik tuan kami mengerti''. jawab para Bodyguard serentak.


Tak jauh dari sana Salsa mendegarkan apa yang suaminya bicarakan.entah kenapa hatinya sagat sedih mendegarkan jika suaminyan tidak mau memberi tahukan tentang pernikahan mereka kepada keluarganya.apa mungkin Jhonsen benar-benar tidak mencintainya.pertanyaan-pertanyaan itu berputar-putar dikepalanya.


Salsa berlari masuk kedalam kamarnya dan menghapus air matanya degan cepat saat melihat suaminya melangkah memasuki kamar.


"Sayang kita harus pulang kejakarta malam ini juga, kamu gak apa-apa kan"?.bertanya sambil mendekati Salsa,wanita itu hanya menganguk pasrah.


"Tok...tok...tok..


"Emak...Abah''.panggil Salsa sambil mengetuk kamar kedua orang tuannya.


"Krek"..


"Ada apa Nak''?. tanya Emak heran melihat Salsa sudah rapi degan gamis seperti biasa dan jaket jens tebal tersampir dipundaknya.


" Buk Jo sama Salsa harus pulang malam ini juga.soalnya ada pekerjaan mendadak yang harus Jo kerjakan".Jhonsen yang menjawab karna Salsa sama sekali tidak tau apa alasan mereka harus pulang malam ini juga.


"Oh..ya Allah Nak kalian mesti pulang pakai apa sekarang sudah hampir jam sepuluh lo''?..,mana ada kendaraan umum dijam segini".keluh Emak sambil menatap anak dan mantunya binggung.


"Jo sama Salsa pulangnya dijemput kok Buk".

__ADS_1


"Sama siapa"?.kali ini Bapak yang baru saja begun ikut bertanya.


"Sama teman Jo''. bohong Jhonsen karna laki-laki dewasa ini ada lah tipe orang yang tidak suka pamer kekayaan.


"Oh..ya sudah.hati-hati ya Nak,tolong jaga anak Bapak,jagan sakiti dia kerna dia cuman anak kami satu-satunya,jika dia melakukan kesalahan tolong igatkan dia.tapi jika Nak Jo sudah tidak mengiginkannya lagi tolong kembalikan dia pada kami.degan cara baik-baik".lirih Abah buat Salsa meneteskan air mata.


"Bapak sama Ibu tenang saja Jo akan berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan Salsa".ucapnya sambil merangkul bahu Salsa.


"Mak Salsa pergi ya"?.berbicara sambil memeluk sang ibu yang sudah menangis sedari tadi.


"Iya nak hati-hati kabari Emak kalau ada apa-apa".ucap Emak sambil mengusap punggung anak satu-satunya itu.


Setelah berpamitan Jhonsen dan Salsa melangkah memasuki mobil yang telah disiapkan Sang Bodyguard


Mereka meleset mengunakan mobil menuju tempat dimana pesawat jet peribadi milik keluarga Jhonsen mendarat.


Hampir satu jam mereka diperjalanan Salsa sedari tadi sudah tertidur pulas dipaha suaminya.


"Sayang bagun".lirih Jhonsen sambil menepuk-nepuk pelan pipi Salsa.


"Sayang bagun''. tetap tak bergeming membuat Jhonsen terpaksa harus membopong tubuh istrinya memasuki pesawat.


"Widih istrinya Bos cantik baget ya''?. soleha lagi bukan kayak tunagannya cuman modal dempol doang".lirih para Bodyguard degan suara pelan.


"Hus''.. diam entar dia denger habis lu".sambung yang satunya lagi.


"Jadi gembel sih mendigan masih hidup,tapi kalau dimakan binatang buas gimana?..lu gak lihat sekeliling kita hutan semua"?..ucap laki-laki berbadan tegap yang agak tampan sambil berlari.


Mereka sampai dijakarta saat hampir pukul dua malam.


"Sayang bagun kita sudah sampai".panggil Jhonsen lagi sambil menepuk-nepuk pelan pipi sang istri.


"Waduh wanita ini kalau sudah tidur susah baget dibagunin kayak kebo''.gerutunya sambil mendekati wajah Salsa.


"Cup"..satu kecupan Jhonsen berikan pada istrinya yang masih terlelap.


Karna Salsa tak kunjung bagun lagi-lagi Jhonsen membopong tubuh ramping itu kedalam mobil,hampir dua jam mereka diperjalanan hinga Jhonsen sampai didepan kos-kosan Salsa.ya Jhonsen mengantarkan istrinya itu dikos-kosannya,karna iya harus mencari waktu yang tepat untuk memberi tahukan semuanya kepada kedua orang tuanya tentang pernikahan mereka.


''Sayang bagun kita sudah sampai''.


''Eemmm''.gumam Salsa sambil mengucek-ngucek matanya dan langsung duduk.


''Udah sampai ya''?.. kok gak kerasa''.ucapan Salsa membuat Jhinsen mendelik.

__ADS_1


''Gimana mau kerasa, orang kamunya tidur kayak kebo gitu''.gerutunya sambil mendusel- disel diceruk leher Salsa yang masih mengenakan hijap.


''Sayang kamu tinggal disini dulu ya untuk sementara,mohon maaf untuk saat ini Abang belum bisa membawamu pulang kerumah,kasi Abang waktu sedikit untuk memberitahukan yang sebenarnya degan keluarga Abang''.


Mendegar ucapan Jhonsen entah kenapa membuat perasaan Salsa sedih.bukankah itu artinya keluarga suaminya sama sekali tidak mengiginkannya.


''Iya''.jawabnya malas sambil keluar dari mobil tapi degan cepat Jhonsen menarik tagannya Salsa dan langsung ******* bibir istrinya itu.


Kedua Bodyguard itu langsung curi-curi pandang lumayan kan dapat tontonan geratis secara langsung.


''Tutup mata kalian''. lirih Jhonsen disaat ciumannya iya lepaskan sebentar. kemudian iya langsung ******* bibir istrinya lagi.


''Ini gunakan untuk kebutuhan mu''.berbicara setelah ciuman mereka terlepas dan menyodor kan kartu ATM miliknya.


''Semua gaji Abang,masuk kesana. yang ini Gaji dari perusahaan keluarga Abang, Adek pegang ya''?.Salsa megeleng.


''Salsa gak berani Bang''.lirihnya sambil menunduk.membuat Jhonsen terkekeh geli.


''Kenapa''?.bertanya sambil menautkan alis binggung.karna disaat wanita-wanita lain kegirangan jika diberikan uang.istrinya malah menolak.kan aneh.


''Salsa gak terbiasa megang uang banyak. lagi pula Salsa masih kerja dan bisa menghasilkan unag sendiri".mendegar ucapan Salsa Jhonsen mendesah panjang.


"Abang akan berdosa Dek,Degan menelantarkan istri Abang tampa memberikan nafkah. itu sudah termasuk dosa bagi Abang, jadi tolong bantu Abang untuk merigankan dosa Abang".


"Salsa pegang satu aja ya Bang"?.berbicara sambil meraih ATM gaji Jhonsen sebagai Dokter.


Jhonsen hanya terseyum dan mengusap kepala istrinya degan lembut.


"Sudah sana naik. igat jagan kelayapan".ucapnya yang diangguki Salsa sambil meraih tagan suamimya dan menciumnya degan takzim. membuat hati Jhonsen menjadi menghagat.


''Hati-hati''.lirihnya sambil mengecup kening istrinya dengan lembut.


''Jagan cemberut lagi,seyum dong Abang akan mengunjungi Adek sering-sering kesini''Salsa hanya meganguk dan terseyum samar.


🌹🌹🌹🌹


Wah kasian Babang Jo nya gak sempet malam pertama udah dipisahkan aja sama outhor''.


Hi...hi...sabar ya Babang tampan nanti outhor satukan lagi.


kalau outhornya udah dapet hadiah like vote and komen.


Terimakasih.

__ADS_1


Bay....bay....😍😍😍


Tbc.


__ADS_2