
Subuh menjelang
seperti biasa mereka berdua melaksanakan sholat subuh berdua.setelah selesai Salsa keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur untuk membuatkan sarapan.
''Heh Tri lu disini''?.tanya Salsa saat melihat sahabatnya sudah ada didapur Apartemen milik suaminya.
''Eh..lu udah bagun Sal''?..iya gue diminta suami lu buat nginap disini''.
''Lu masak''?..
''Iya lu duduk disitu aja biar gue yang masak''.belum sempat Tantri menyelesaikan ucapannya Salsa sudah berlari kekamar mandi yang ada didapur,iya kangsung memuntahkan isi perutnya disana.
''Lu kenapa Sal''?..tanya Tantri yang mulai panik.
''Ngak gue cuman lagi mual".lirihnya sambil bersandar ditepi westafel.
"Sayang".panik Jhonsen dan langsung berlari, saat melihat sang istri lemas karna Morning sickness yang iya derita.
"Ayo sayang".ucapnya sambil membantu sang istri untuk masuk kekamar.
"Salsa bisa sendiri kok Bang".
Jhonsen tidak perduli,doi lansung membopong tubuh sang istri dan membawanya masuk kedalam kamar.
"Istirahat jagan kemana-mana".
"Salsa ngak apa-apa kok Bang,kenapa sih Abang selalu berlebihan"?..
"Adek kanepa"?..
"Salsa ngak apa-apa Bang,Salsa cuman ngak mau berharap terlalu tinggi sama Abang, sebelum Abang bisa membuktikan jika yang dikandung Jeny bukan Anak Abang.
Tapi sebelum Abang bisa membuktikannya lebih baik kita bersikap biasa-biasa saja Bang.
Salsa ngak mau nanti jika pada kenyetaannya anak yang dikandung Jeny memang anak Abang,Salsa akan hancur Bang,Salsa ngak mau itu semua terjadi Salsa lelah Bang, hiks...hiks...Salsa lelah Bang.
Lelah mencintai Abang,karna cinta Salsa hanya bertepuk sebelah tagan Bang".lirihnya karna sekarang wanita itu sudah menangis sesegukan.
"Dek Abang sudah bilang Abang cinta sama Adek,lalu apa lagi yang Adek iginkan"?..
"Salsa igin bukti Bang,bukan hanya omong kosong".ucap Salsa sudah igin melangkah pergi.namun dengan cepat Jhonsen mendekap tubuh sang istri memeluknya erat dari belakang.
"Hiks..hiks..harus seperti apa lagi Abang membuktikannya sama Adek"?..haruskah Abang mati baru Adek percaya".ucap Jo sudah mulai menagis,saat melihat istrinya sudah tidak mempercayainya lagi disaat itulah hatinya benar-benar hancur dan sedih.
"Abang cinta sama Adek plis jagan seperti ini sayang".lirihnya sambil memutar tubuh sang istri agar menghadap padanya.
"Jagan menagis Abang mohon sayang,ada anak kita disini,Adek mau Dedek sedih karna Mamanya terus bersedih".Jhonsen berbicara sambil menghapus air mata sang istri.kemudian menarik tubuh Salsa kedalam dekapannya.
Membuat tagisan Salsa langsung pecah,entah kenapa semenjak hamil hatinya mudah sedih dan mudah menagis.ditambah lagi banyaknya masalah semenjak awal kehamilannya.
"Jagan nangis sayang,Adek sarapan ya biar Abang ambilkan".
"Salsa ngak mau sarapan Bang,Salsa cuma mau ikut Abang".ucapnya manja.
Jhonsen langsung tersenyum,karna dalam sekejap mood bimilnya itu lang berubah baik kembali.kemudian menjawab "!!..
__ADS_1
"Abang mau kerja sayang".
"Salsa ikut Boleh Bang"?..sudah mulai meregek maja.
Jhonsen mendesah panjang jika iya menolak sudah bisa dipastikan istrinya itu akan menagis kembali.karna terlihat jelas mata bumilnya itu sudah mulai berkaca-kaca.
"Iya ayo siap-siap".akhirnya kata itu yang iya ucapkan.membuat wajah istri kecilnya itu langsung cerah seketika dan bergegas menuju ruang ganti.
Selang beberapa saat Salsa sudah keluar dari ruang ganti. degan gamis sar'i dan hijap panjang menutupi perutnya.
Dari yang tadinya lemes tanpa tenaga,namun sekarang bumilnya itu bagaikan baru mendapatkan baterai tambahan.sagat semagat.
Membuat Jhonsen pun ikut tersenyum melihat istri kecilnya itu.
"Ayo sayang". Jhonsen langsung menjulurkan tagannya dan mengandeng tagan sang Istri.
"Lho Sal lu mau kemana"?tanya Tantri setelah Salsa dan Jhonsen keluar dari kamar.
"Gue mau ikut Abang kerumah sakit".
Tantri yang mendengarnya langsung mengeryit,bukankah tadi temannya itu masih lemas dan muntah-muntah"?..namun hanya dalam waktu beberapa menit sahabatnya itu sudah berubah delapan puluh derajat.lebih segar dan tersenyum tulus.
Tantri langsung mengeleng melihat tingkah sahabatnya itu,sedari dulu Salsa tetaplah Salsa selalu konyol dan mudah tersenyum meskipun hatinya sedang terluka.
"Lu mau kemana"?..Salsa balik nanya.
"Gue mau kekampus".
"Bareng bisa ngak Bang".
"Hem".jawab Jhonsen seperti biasa selalu dingin dan jutek kepada orang lain termasuk Tantri.
"Iya tuan".
"Tolong antarkan makmum mu Zian".celetuk Jhonsen membuat Zian mengeryit heran.
"Maksud tuan"?..
"Elah Zian lemot amat,tolong antarkan teman istri saya,karana sekarang saya harus kerumah sakit.soalnya sebentar lagi ada operasi,jelas Zian"?.setelah mengatakan itu semua Jhonsen langsung melangkah pergi sambil mengandeng tagan sang Istri.
"Ayo Nona".
"Panggil Tantri saja".
"Baiklah ayo Tantri".balas Zian sambil tersenyum.
Dirumah Sakit.
"Sayang tunggu disini ya"?.ucap Jhonsen setelah mereka sampai dirumah sakit,doi langsung meminta istrinya itu untuk menuggunya didalam ruagan.
"Iya Abang jagan lama-lama".
"Iya sayang akan Abang usaha kan".ucapnya sambil menegecup kening sang Istri.
Setelah mengatakan itu semua Jhonsen langsung melangkah keluar ruagannya dan menuju ruagan Operasi.
__ADS_1
sementara Salsa baru saja suaminya itu pergi, doi langsung merasa bosan.perlahan kakinya melangkah keluar dari ruagan,tujannya hanya igin pergi kekantin rumah sakit.perutnya sudah sangat lapar karna tadi pagi iya tidak memakan apa pun.
Lain lagi dengan Jhonsen,laki-laki itu disepanjang Jalan memakan roti dan susu kemasan yang selalu iya bawa didalam mobil.
"Dimana kantinya ya"?.lirih Salsa sambil menoleh kesana dan kemari.
"Sus kantin dirumah sakit ini dimana Ya"?.akhirnya degan konyolnya Salsa bertanya degan suster yang menunggu meja resepsionis.
"Oh..kantin, disana Dek".suster itu menunjuk kearah sebelah kiri,yang membuat Salsa mengangguk-anggukkan kepalanya pertanda mengerti.
"Makasih ya Sus".
"Sama-sama Dek".
"Heh"..Salsa mengesah pelan. masa iya doi dipanggil Adek. apa segitu bocah dirinya sehinga dipanggil dengan sebutan Adek. padahal sekarang kan iya sudah punya suami, ditambah sebentar lagi doi akan punya seorang anak,meskipun umurnya masih sembilan belas tahun.
"Dimana kantinya ya"?..
"Oh..itu".lirihnya sambil menunjuk kantin yang ada dirumah sakit tempat suaminya bekerja.
"Mbak pesan nasi sotonya satu ya"?..ucap Salsa sambil mendaratkan bokongnya dikursi kantin.
"Eh..iya Dek itu aja"?..tanya Wanita paruh baya sambil berjalan mendekati Salsa.
"Jus jeruknya satu ya Buk"?..
"Iya ditunggu sebentar ya"?.
Salsa hanya menganguk menaggapi ucapan wanita paruh baya itu.
"Boleh saya duduk disini"?..
"Salsa menoleh saat mendengar suara seorang laki-laki yang kini sedang berdiri tepat disebelahnya.
"Iya silahkan".jawab Salsa masih terus duduk sambil menunggu pesanannya datang.
"Apa ada keluarganya yang sakit"?...tanya laki-laki itu yang membuat Salsa menoleh sekilas.
Oh ternyata LAki-laki yang duduk disebelahnya adalah seorang dokter.
"Tidak".jawab Salsa pendek sambil meraih mangkok soto yang baru saja disodorkan pemilik kantin.
"Oh iya nama mu siapa"?
Salsa mendesah sepertinya Dokter yang duduk disebelahnya ini termasuk Dokter yang kepo,itu pikirnya.
"Salsa".jawabnya singkat.
"Sudah SMA kelas berapa".
πΉπΉπΉ
Eh..busset..udah ngak sekolah bambang itu istri orang πππ
Jagan lupa hadiah like vote and komen makasih.
__ADS_1
Bay..bay..ππππ
Tbc.