
Subuh menjelang Salsa bangun dari tidurnya karna dirinya akan melaksanakan Sholat subuh.
Bersusah payah iya melepaskan diri dari cengkraman tangan kekar Jhonsen.
''Alham dulillah''. lirihnya setelah berhasil lepas dari laki-laki itu dan melangkah menuju kamar mandi untuk mandi dan mengambil wudhu.
Setelah selesai melaksanakan Sholat dengan mukena yang sudah ada diatas nakas, entah siapa yang menyiapkan itu semua .
Kemudian Salsa berjalan menuruni tangga.terlihat seorang laki-laki paruh baya dan juga seorang wanita yang mungkin mereka adalah pasangan suami istri.
''Permisi Ibu, Bapak''!.kalau boleh Salsa tau ini dimana ya''.?.tanya Salsa dengan sopan kepada kedua orang tua tersebut.
''Oh Non''!.siapa namanya''?.
''Salsa''. jawab Salsa sambil terseyum.
''Oh iya Non Salsa, ini dipuncak Non''.jawab istri dari Mang Anto dengan nada lembut membuat mata Salsa membulat sempurna.
''Puncak''?.kagetnya dengan suara lantang.
''Dari sini kalau mau kembali kejakarta jauh gak Buk''.?.sambungnya lagi bertanya karna dirinya igin segera pergi dari sini.
''Jauh Non,mungkin akan memekan waktu sekitar dua jam perjalanan''.
''Waduh gimana gue mau balik''?.gumamnya pelan.
''Malah hari ini ada mata kuliah pagi lagi''.sambungnya lagi berbicara pelan.
''Trus nanti siang gue kan harus kerja.woalah dasar laki-laki gak jelas,gue malah dibawa kabur kesini''.gerutu Salsa sambil melangkah keluar Villa.
''Salsa...kamu dimana''?..jerit Jhonsen panik saat laki-laki itu sudah bangun dan melihat Salsa tak ada dikamar, kemudian iya berlari menuruni anak tangga sambil menjerit-jerit.
''Aduh Den kenapa harus lari-lari begitu''?.panik wanita paruh baya itu sambil mendongak menatap Jhonsen.
''Nanti Aden jatuh lo''.sambung Bu Maryam lagi.
''Salsa mana Bik''?.tanya Jhonsen dengan nafas yang ngos-ngosan karna habis berlari.
''Non Salsa tadi keluar''.tunjuk Bi Maryam kearah pintu, membuat Jhosen semakin panik dan berlari keluar dari Villa.
''Salsa kamu dimana''?...pekiknya membuat gaduh suasna pagi.
''Om..Salsa disini''.sahut Salsa yang sedang berdiri terpaku menatap Jhonsen.
Dengan cepat Jhonsen memeluk tubuh ramping Salsa dengan sangat erat.
''Om lepas Salsa penggap''.
''Jangan pergi,aku gak bisa jauh dari kamu''.lirihnya masih tetap memeluk Salsa erat.
''Kenapa''?.. bukannya Om sudah punya tunagan''?. apa Om akan menajadikan Salsa boneka percobaan Om''.?..serkas Salsa geram degan tingkah Jhonsen.
''Tidak''. aku bertunagan dengan wanita itu hanya karna Momy yang meminta,lagi pula kemeren saat sebelum aku bertunagan dengannya Mommy sudah memberikan izin buat ketemu kamu. tapi yah.. sayangnya kamunya malah keJakarta. jadi ya gini deh,malah jadi tambah runyam''.jelas Jhonsen kepada Salsa.
__ADS_1
''Salsa mau pulang Om''.
''Salsa ada kuliah pagi. trus siangnya Salsa harus kerja''.jelas Salsa yang sama sekali tak digubrulis Jhonsen.
''Ayo masuk mandi dan ganti pakaian karna sebentar lagi penghulu akan datang''.
''Untuk apa''?tanya Salsa heran untuk apa laki-laki kaku ini memanggil penghulu siapa yang akan menikah.
''Siapa yang akan menikah''.?.tanyanya lagi sambil berlari menyusul Jhonsen yang sudah berjalan menjauh.
''Kita''jawabnya Acuh sambil terus berjalan.
''kita''kamu gila ya''?.
''Gue gak mau''.kesalnya sambil terus berlari mengikuti langkah lebar Jhonsen.
''Kamu gak ada pilihan selain menikah deganku''.ucapnya santai samabil terus berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
''Kenapa''?..bukankah Om tidak pernah mencintaiku''?.
''Om hanya menjadikan ku mainan saja''.lirihnya sambil cemberut.
''Bukankah setatus kita masih berpacaran''?. bahkan kita belum pernah mengetakan kata putus''.bisik Jhonsen tepat ditelinga Salsa membuat gadis itu merinding.
''Tapikan Om bilang Salsa gak boleh berharap sama Om''.
''Kamu yang tidak boleh berharap denganku,tapi aku-kan boleh ''.ucapan Jhonsen membuat Salsa mati kutu dan berpikir keras.
Apakah mungkin selama ini laki-laki batu didekatnya ini juga merindukan dirinya.
''Eh''. tidak usah, Salsa mandi sendiri saja''.ucapnya sambil berlari masuk kekamar mandi.
Jhonsen hanya terkekeh melihat tingkah gadis itu.
"Ini tuan''. ucap Pak Anto sambil menyerahkan benerapa pakaian Sar'i dan satu buah kebaya untuk acara ijap kabul yang akan mereka lakukan sebentar lagi.
''Om Salsa bisa minjem handuk gak''?.
''Salsa gak punya handuk Om''.jeritnya dari kamar mandi membuat Jhonsen terkeh geli.
''Ini buka pintunya''.
''Sini Om mana''?..
Gadis itu menjulurkan tangannya sambil mencari-cari dimana keberadaan handuk yang Jhonsen berikan.
''Dimana Om''?.kesalnya. karna Jhonsen tak juga memberikan handuknya.
''Sini lho''.ucap Jhonsen sambil menarik tangan Salsa membuat wanita itu terpekik kaget.
''Tuk''.satu ketukan dikepala laki-laki itu membuat Jhonsen merigis menahan sakit.
''Aw..sakit tau gak dasar gadis bar-bar''.
__ADS_1
''Aku memukul kepalaku pakai apa sih''?.bertanya sambil menoleh mencari sesuatu.
''Pakai ini''.tunjuk Salsa pada botol sabun yang masih iya pegang.
Seketika Inti tubuh Jhonsen menegang saat menyeksikan tubuh indah milik gadis didepannya ini.pokusnya kepada kepalanya yang diketuk teralihkan saat melihat tubuh polos Salsa yang hanya ditutupi pakaian dalam.tubuh yang sangat indah dan seksi. tidak disangka, pacar kecilnya dulu memiliki tubuh seindah ini membuat gejolak dalam dirinya memuncak.
''Kau igin memencingku ya''?.lirihnya dengan suara berat. sambil berjalan mendekati Salsa membuat gadis itu tersadar dan secepat kilat menyambar handuk ditangan Jhonsen kemudian memakainya dan berlari keluar.
''Oh tidak aku benar-benar sudah gila''.ucapnya lirih sambil bergidik ngeri dan juga merasa malu yang amat luar biasa.
''Salsa jangan lupa pakai kebaya yang sudah saya sediakan''.jerit Jhonsen saat laki-laki itu masih berada didalam kamar mandi.
''Kebaya siapa yang igin menikah dengannya''.?ucapnya pelan.
''Gue gak mau ya nikah dengan tunagan orang''.jerit Salsa dari dalam kamar sambil memakai gamis yang terletak diatas tempat tidur.
''Lho kok malah pakai baju itu sih''.?..gerutu Jhonsen saat dirinya baru saja keluar dari kamar mandi. heran saat melihat Salsa melah memakai gamis Sar'i yang iya letakkan diatas kasur.
''Emang kenapa''? Ngak boleh''.?.tanya Salsa santai.
''Salsa kita sebentar lagi akan menikah. jangan membuat kepalaku menjadi semakin pusing''.
''Kalau gak mau pusing ya sudah antarkan Salsa sekarang''. ucapnya sambil ngeloyor pergi.
''Salsa mau dengan cara baik-baik atau dengan cara lain''?.ucap Jhonsen dengan wajah yang sudah memerah menahan marah.
''Om ini kenapa sih''?.
''Om itu tunagan orang, jadi jangan pernah main-main dengan pernikahan''.
''Tapi aku ngak bisa lagi jauh dari kamu bocah nakal,hidupku terasa hampa Salsa''.jelasnya dengan wajah frustasi.
''Cih"..apaan menikah hanya dengan alasan ngak bisa jauh-jauh''.
''Menikah itu bukan hanya karna itu saja Om''.
''Menikah itu harus berdasarkan cinta dan juga komitmen bersama dan selalu setia bukannya gak jelas gini''.
''Om mau menikahi Salsa,terus tunagan Om mau Om nikahi juga''?.serkas Salsa geram dengan laki-laki yang berdiri hanya dengan mengunakan handuk didepannya ini.
Sungguh hanya karna perasaan dongkol dan sebelnya sampai-sampai Salsa tidak menyadari bahwa laki-laki didepannya ini hanya menggunakan handuk saja.
''akul janji akan menyelesaikan masalah ini secepatnya''.lirihnya pelan.
πππ
Uuhh semakin memanas.
Kasi outhor dukungan dengan cara like vote hadiah and komen.
Makasih.
Bay...bay...π₯°π₯°π₯°ππ
__ADS_1
Tbc.