Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par 96


__ADS_3

''Maaf Nona dia''.


''Diam lah dokter, kau Dokter yang tidak berguna. Abang bagun''.


Dokter yang ada didapan Salsa hanya mampu mengelengkan kepalanya, melihat tingkah wanita hamil didepannya.


"Salsa".Azka langsung menarik wanita yang terus saja menangis itu kedalan dekapannya.


"Kau kemana saja"?..aku sudah mencari mu kemana-mana"!!!...lirihnya sambil mengusap punggung Kakak iparnya itu. meskipun Salsa terussaja memberontak namun Azka tak ingin melepaskannya.iya ingin mendekap wanita yang sangat iya cintai. mungkin ini untuk yang terakhir kalinya sebelum iya melepaskan cinta pertamanya itu.


"Kenapa suami Salsa jadi seperti ini Pak"?.lirihnya sambil menangis tersedu-sedu.


"Itu semua karna kamu".Wita langsung menuding wajah wanita didepannya dengan tatapan tajam.


"Sayang sudah jagan menambah keruh suasana".Alex langsung menarik istrinya dan mendudukkan wanita itu dikursi tunggu.


"Pak tolong buka kainnya".Alex meminta pada seorang Dokter yang membawa mayat tadi.


"Tapi tuan".


"Sebentar saja".ucap Alex tegas tanpa mau dibantah.


"Baik".jawab Dokter laki-laki itu sambil menyibak-kan selimut putih yang menutupi seseorang.


"Coba lihat".Alex langsung membalikkan tubuh menantunya yang kini masih didekap erat oleh putra keduanya.


Iya sebenarnya tak tega melihat putranya itu.karna mencintai wanita yang salah .namun siapa yang bisa menolak rasa cinta itu, karna cinta itu datang atas izin allah.


Begitu juga dengan jodoh.mungkin wanita didepannya adalah jodoh putra pertamanya .


iya hanya berharap Azka bisa melupakan Kakak iparnya itu.agar putranya kembali berbaikan.


"Lepas Pak".Salsa langsung melepaskan pelukan Azka dengan kasar. kemudian berbalik melihat mayat yang iya yakini itu adalah suaminya.


Namun.

__ADS_1


"Dia bukan suamimu Nak".


"Lalu dimana suami Salsa Om". Om adalah panggilan yang pantas menurut Salsa.karna dirinya hanya sebagai menantu yang tidak diiginkan.


"Suami kamu ada didalam".


Tampa menunggu Alex menyelesaikan ucapannya Salsa segera berlari menuju ruagan yang ditunjuk.


Terlihat seorang laki-laki yang terbaring lemah dengan berbagai selang ditubuhnya.perlahan tagan Salsa ter-ulur berharap iya busa menyentuh tubuh suaminya itu.


"Abang ini Salsa,maafkan Salsa Bang".lirihnya sudah mulai menangis tersedu-sedu.


"Ini anak kita Bang,apa Abang tidak ingin menyentuhnya"?..Salsa selalu ingin merasakan sentuhan tagan Abang.disetiap waktunya.


"maafkan atas keegoisan Salsa Bang.hiks...hiks...Salsa mengerti kenapa Abang tidak bisa mencintai Salsa,Salsa ngerti sekarang...dan Salsa udah ngak perduli Abang cinta Salsa atau tidak. yang jelas Salsa sangat mencintai Abang.Salsa ngak bisa hidup tanpa Abang".lirih iya berbicara dengan suara tersedu-sedu karna menangis.


"Tit...tit...tit"...


Suara monitor yang melengking kuat membuat beberapa Dokter berhamburan memasuki ruagan yang ditempati Jhonsen.


"Salsa".jerit Azka kemudian menarik Kakak iparnya itu kadalam dekapannya .


"Salsa bagun".Azka menpuk-nepuk pelan pipi Salsa saat wanita yang sedang hamil besar itu sudah tak sadarkan diri.


"Nona bagun Nona".tampa menunggu perintah Zian langsung mengankat tubuh Salsa dengan sekali hentakan.kemudian setegah berlari menuju ruagan IGD.


"Tolong Adik saya Dokter".lirihnya dengan nada panik.


"Baik".


"Anda silahkan keluar".


Dengan hati yang berat Zian akhirnya melangkah keluar dari ruagan.


Hatinya benar-benar dilema sekarang disatu sisi iya harus mengunjungi Bosnya dan memastikan semunya baik-baik saja.namun disisi lain iya juga sangat kawatir degan kondisi Salsa.karna sudah sangat lama Adiknya itu tidak pernah lagi pingsan.

__ADS_1


"Bagai mana dengan Adik saya Dokter".Zian langsung berlari mendekati Dokter wanita itu saat melihat Dokter itu keluar dari ruagan.


"Adik anda baik-baik saja dia hanya Shock,Sebentar lagi akan dipindahkan keruagan perawatan.Adik anda hanya butuh istirahat sebentar,kalau bisa jagan sampai Wanita yang sedang hamil besar mendapatkan kabar yang akan membuatnya terkejut".


"Baik Dokter terima kasih".


Ditempat lain


"Jo bagun Nak"..Wita sudah menangis histris. saat melihat Dokter masih berusaha untuk membantu sang putra yang kini kondisinya semakin memburuk.


"Bagai mana keadaan anak saya Dokter".Wita langsung berlari saat melihat Teman satu kerja Anaknya itu keluar dari ruagan dengan wajah sendu.


"Maaf".


"Tidak...tidak...Abang".Salsa langsung berlari memasuki ruagan Jhonsen.wanita hamil itu sama sekali tidak memperdulikan perut buncitnya lagi.yang ada dipikirannya hanya keselamatan suaminya.


Bahkan setelah iya sadar dari pingsan Salsa langsung berteriak histris dan menarik infus yang menancap ditagannya kemudian berlari kesini.


"Bagun Bang".


"Bagun".Salsa terus saya mengoyang-goyangkan tubuh Laki-laki yang sangat dicintainya itu degan linagan air mata.


"Salsa tau kamaren Abang dipeluk wanita lain. sekarang Abang bagun. Salsa mau hukum Abang. karna sudah berani selingkuh dari Salsa. bagun Abang bagun".


"Uhuk"....


"Aduh...sakit Dek".


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Lah siapa tu"?..


Jagan lupe like vote and hadiah makasih.


Bay....bay...๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2