Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par38


__ADS_3

Niat hati Jhonsen akan menjemput istrinya hilang sudah bahkan sudah hampir jam sepuluh malam iya baru keluar dari ruagan operasi.


Iya melangkah degan lesu tubuhnya lelah begitu juga degan hatinya,Jhonsen melangkah masuk kedalam ruagan membuka jas Dokternya dan megambil kunci mobil dari saku Jas putihnya kemudian melangkah keluar dari rumah sakit.


Hal yang pertama harus iya lakukan adalah megetahui dimana istrinya sekarang degan cepat iya meraih Smartpthone nya dan menekan nomor


❤️May Wife❤️


Panggilan pertama terhubung,tapi kenapa suara Handphone istrinya malah didalam mobilnya ini kan aneh,seketika Jhonsen menoleh kebawah.


''Oh..astaga ini kan tasnya Salsa''Jhonsen berbicara pelan sambil meraih tas yang tergeletak tepat dibawah kakinya.


Degan cepat iya membuka isi tas dan meraih Smartpthone milik istrinya.


''Pantasan saja tidak diangkat,ternyata Hendphonenya ketinggalan disini''.lirihnya sambil menjalankan motor menuju kos-kosan Salsa,doi yakin istrinya itu pasti pulang kesana.


Hampir setegah jam iya diperjalanan hinga akhirnya iya sampai didepan kos-kosan tepat pukul setegah sebelas.


Kos-kosan sudah sunyi mungkin istrinya sekarang juga sudah tudur.perlahan iya membuka pintu mobil dan melangkahkan kakinya menuju pintu kos-kosan.


''Maaf bapak ini mau kemana''?.


''Astaufirullah''.Jhonsen langsung tersentak kaget saat melihat seorang satpam berdiri tepat disebelahnya degan membawa sebuah pentugan.


''Saya mau nyari istri saya Pak''.

__ADS_1


''Istri siapa istri Bapak''?.. setau saya semua mahasiswa disini masih lajang dan gadis semua belum ada yang menikah''.jawab Satpan yang bernama santo itu yang Jhonsen lihat dinama pegenalnya.


''Oh...maaf Pak sayang salah.saya hanya igin megembalikan tas ini pada salah satu penghuni Kos disini''.


"Itu kebih baik dari pada urusannya bertambah runyam nanti"batin Jhonsen sambil melangkah megambilkan tas istrinya yang ada didalam mobil.


"Ini dia tasnya apa saya sudah boleh megembalikan ini"berbicara sambil menunjuk-kan Tas Salsa kedepan wajah Santo.


"Oh..iya ayo saya antarkan".jawabnya sambil melangkah menuju kamar kos-san Salsa.


Sudah berkali-kali Jhonsen megetuk pintu kamar tapi tetap tak ada jawaban.


"Mungkin orangnya sudah tidur Pak".pak Santo berbicara sambil melihat wajah frustasi laki-laki muda didepannya sekarang.


"Datang besok aja Pak,soalnya ini sudah sagat larut".mendegar ucapan laki-laki paruh baya itu degan malas akhirnya Jhonsen melangkah menjauh dari kamar kos istrinya,perasaan sekarang semakin kacau.


''Satpam itu lagi''.lirih Jhonsen sambil mendesah panjang.kemudian menurunkan kaca jendela mobil degan perlahan.


''Ada apa Pak''.bertanya sambil melogokkan kepalanya keluar.


''Kok masih belum pergi kan tadi sudah saya bilang,besok Bapaknya kesini lagi ini kan sudah melem gak enak atuh ganguin orang isirahat''.ucap Pak Satpam yang diangguki Jhonsen dan mulai menjalankan mobilnya degan malas.


''Sial memang nasipnya hari ini benar-benar sial, mulai awal saat melihat Salsa bersekatan degan laki-laki lain hatinya sudah tidak menentu,tapi sampai saat ini dirinya masih belum bisa menemui wanitanya itu,bagai mana iya tidak Frustasi memikirkan semua ini.


Degan berat hati akhirnya Jhonsen magarahkan mobilnya menuju rumah kedua orang tuanya karna iya takut Momynya akan sagat kawatir karna dirinya sudah tidak pulang dari kemaren.

__ADS_1


''Dari mana saja kamu Jo''.Momy Wita langsung menghadang langkah Jhonsen yang akan memasuki kamar terlihat bahwa wanita paruh baya didepannya ini sedang kesal.


''Kerja Mom kemana lagi''.jawabnya malas sambil melangkah menaiki tangga.


''Momy mau bicara Jo''.jerit Momy Wita dari bawah tangga yang sama sekali tidak didegar Jhonsen.


Saat ini dirinya sungguh malas untuk berdebat apalagi degan Ibunya iya takut tidak bisa menahan emosi hinga akhirnya menyakiti Momynya.


Jhonsen membaringkan tubuhnya yang lelah diatas kasur.


"Aarrggg".jeritnya sambil megusap wajahnya kasar karna Frustasi.igin sekali iya megatakan jika dirinya sekarang sudah menikah tapi rasa takutnya akan sesuatu yang bisa saja membahayakan Salsa,membuatnya mengurungkan niatnya kembali.


Akhirnya Jhonsen melangkahkan kakinya menuju kamar mandi iya harap setelah mandi hatinya lebih sedikit tenang,entah kenapa berjauhan degan istrinya itu membuat mutnya menjadi sagat buruk.


"Satpam sialaan''. umpatnya kesal sambil melempar baju kotornya didalam keranjang degan kasar.kemudian iya menyalakan Shower dan mengguyur tubuhnya,sejenak Jhonsen memejamkan matanya yang lelah berharap iya dapat ketenagan degan melakukan ini semua.


"Dewi sialan,perempuan sialan gara-gara lu hidup gue dipenuhi degan rasa parno yang berlebihan".umpatnya kesal sambil meraih handuk dan melilitkannya dipinggang memudian mencari piyama tidur didalam lemar,selesai berpakaian Jhonsen merebahkan tubuhnya dan mulai terlelap.


🌹🌹🌹🌹


Sabar bang Jo untuk malam ini puasa duku ok''?


tapi untuk hadiah like vote and komennya jagan puasa donk ya


Makasih

__ADS_1


bay..bay😍😍😍


Tbc.


__ADS_2