Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par 84


__ADS_3

Akhirnya setelah menimbang-nimbang, Salsa memutuskan untuk menemui suaminya.rasa rindu yang mendera dadanya semakin mengusik jiwanya, hingga tidur pun iya sulit. yang ada hanya bayang-bayangan wajah Jhonsen dipelupuk matanya.


''Zian''.panggil Salsa sesaat setelah melihat laki-laki muda itu memasuki rumah.


Sudah menjadi rutinitas Zian dipagi hari,akan datang memgunjunginya sebelum laki-laki itu pergi menmui Jhonsen.


"Ada apa Nona"?.tanya Zian sambil melangkah mendekati Salsa.


"Zian aku beleh ikut dengan mu''?.bertanya dengan penuh harap.


Membuat Zian menatapnya dengan kening berkerut binggung.


''Memangnya Nona mau kemana''?.


''Saya igin bertemu Abang Zian''.lirihnya sambil menunduk.


''Apa nona yakin''?..


''Saya yakin Zian saya sagat merindukannya''.


Zian menarik nafasnya panjang.umur Salsa yang masih sagat muda membuatnya mudah mengembil keputusan,namun yang membuat Zian heran kenapa bocah ini bisa mencintai seseorang sampai sedalam itu,bosnya sangat beruntung dicintai wanita seperti Salsa,wanita cantik muda,setia,dan rajin ibadah.


''Apa Nona yakin''?.lagi-lagi Zian bertanya.

__ADS_1


''Yakin Zian''.


''Tapi setelah ini berjanji lah Nona,supaya anda jagan kabu-kabur lagi,apa anda sudah siap akan menghadapi semua masalah dalam rumah tangga anda''?.


Salsa terdiam,otaknya berputar-putar mengingat semua kejadian yang sudah menimpanya.


''Aku akan mencoba untuk yang terakhir kalinya Zian, jika memang Jhonsen tidak bisa memperjuangkan ku, pada keluarga besarnya atau bahkan iya terbukti telah mengamili wanita lain.aku akan pergi dan mungkin entah aku kembali lagi atau tidak Zian''.lirihnya bernada sendu.


''Baik lah ayo kita pergi sekarang''.ajak Zian tepat pukul sembilan pagi itu,sudah menjadi pekerjaan rutunnya harus setiap hari mendatangi rumah Jhonsen. untuk memberikan laporan kepada Bosnya itu tentang pencarian istrinya.


Sepanjang perjalanan Salsa hanya diam saja tanpa berbicara sepatah kata pun berkali-kali wanita muda itu menarik nafasnya panjang untuk menyiapkan mentalnya.


''Nona kenapa''?.akhirnya Zian yang memecahkan kesunyian setelah sekian lama terdiam.


''Tidak apa-apa Zian''.


Zian menarik nafasnya panjang, iya juga binggung harus bagai mana"?.. iya tau semenjak Menikah dengan Salsa bosnya itu sudah tidak pernah lagi bersama perempuan lain namun,kasus Jo dengan Jeny itu yang membuatnya binggung, bakhan beberapa hari yang lalu Jo sempat igin membunuh Jeny karna wanita itu kekeh igin meminta pertanggung jawaban dari dirinya.


Selang beberapa saat mobil yang mereka kendarai sampai didepan parkiran apartemen Jhonsen.


Dengan langkah pelan Salsa keluar dari mobil diikuti Zian dari belakang.


''Nona kenapa''?.tanya Zian saat melihat wanita yang ada didepannya hanya diam terpaku tanpa bergerak sedikitpun.

__ADS_1


Mata Zian mengikuti arah pandangan Salsa,hal yang sama terjadi Zian pun ikut terpaku,saat manik matanya menatap Jhonsen kini sedang memeluk atau bahkan terlihat dengan posisi yang sangat intim dengan seorang wanita.


Seketika itu juga air mata tak bisa lagi Salsa bendung, namun dengan cepat iya menghapusnya kemudian kembali berbalik.


''Lho Non''.sapa satpam penjaga Apartemen yang mengenal baik Salsa atau pun Zian.


''Tolong Pak jagan pernah katakan jika Nona Salsa pernah datang kesini, apa lagi Bapak mengatakan jika itu bersama saya''.


''Kenapa''?.tanya laki-laki paruh baya itu menatap Azka penuh tanya.


''Ini permintaan Nona Pak, saya mohon tolong mengerti lah''.lirihnya dengan wajah memelas sambil menagkupkan jarinya memohon.


''Baiklah''.


''Terima kasih Pak saya pergi dulu''.balasnya pamit.sambil berlari menyusul Salsa yang sudah berlari menuju jalan raya.


''Nona mau kemana''?tanya Zian setelah dirinya mendekati Salsa dengan nafas yang ngos-ngosan.


🌹🌹🌹🌹


Lah babang Jo bikin ulah lagi hedeh.πŸ€”πŸ€”πŸ€”


Jagan lupa like vote and komen,hadiahnya makasih.

__ADS_1


Bay..bay..😍😍😍


tbc.


__ADS_2