
''Dari mana saja kau Zian''.tanya Jhonsen sesaat setelah melihat Zian keluar dari mobilnya.
''Maaf Tuan tadi benar-benar ada keperluan keluarga yang mendadak''.
''Memengnya ada apa Tuan''?..kenapa tuan ada disini''?.dan kenapa wajah tuan jadi babak belur begini''?.Zian bertanya dengan wajah binggung, karna memang doi tidak tau apa yang terjadi didalam rumah,yang dia tau Salsa berlari keluar rumah.yang ada dipikiran Zian sih jika istri Bosnya itu menaggis, pasti karna Nyonya Wita atau paling tidak karna Jeny.
''Banyak tanya kau Zian,sekarang bantu aku mencari istri ku''.Jhonsen berbicara sambil melangkahkan kakinya memasuki mobil.
''Memangnya Nona kemana Tuan''?..Zian memasang wajah binggung padahal doi tau dimana istri Bosnya itu.
''Kalau saya tau ngapain saya ngajak kamu nyari dasar bodoh''.
''Iya ya tuan''?..persetanlah dibilang Bodoh yang penting iya tidak mendapatkan amukan dari Bosnya itu.
Sudah hampir sore Zian membawa Bosnya itu berputar-putar Jakarta, namun Jhonsen belum juga mau pulang,itu semua karna doi yakin akan menumukan istrinya.
Jhonsen tidak tau saja jika laki-laki diseblahnya lah yang menjadi tersangka.andai Jo tau habislah Kau Zian.
"Kita kemana lagi Tuan"?.tanya Zian sambil melirik Bosnya itu dari kaca spion mobil.
"Kerumah sahabatnya Salsa".jawab Jhonsen dengan wajah frustasi.
"Baik tuan".Zian menjalankan mobilnya menuju rumah Tantri.
Selang beberapa saat mobil yang mereka kendarai sampai dijalan tempat Tantri mengekos.
Jhonsen melangkah kan kakinya dengan setengah berlari, laki-laki itu benar-benar berharap akan menumukan istrinya disini.setelah mengetuk pintu beberapa kali terlihat seorang wanita menyembulkan kepalanya kemudian bertanya.
__ADS_1
"Eh...Om ada apa ya"?.tanya Tantri kaget.sesaat setelah melihat suami sahabatnya berdri didepan pintu dengan wajah bebak belur.
"Mana istri saya"?.tanya Jhonsen langsung tanpa basa-basi.
Mambuat Tantri mengeryit bingung.
"Maksudnya Salsa"?.
"Iya siapa lagi kau pikir istri ku ada berapa"?.jawabnya dengan nada kesal.
"Maaf Om tapi Salsanya ngak ada disi".belum sempat Tantri menyelesaikan ucapannya Jhonsen sudah masuk menerobos kedalam rumah,sambil menjerit-jerit memanggil nama istrinya.
"Dimana kau sembunyikan istri ku".tanya Jhonsen dengan nada mengelegar.
"Maaf tuan jagan seperti ini,mungkin saja sahabat Nona memang tidak tau".ucap Zian berusaha menenangkan Bosnya itu.
"Jika tidak disini lalu dimana istriku Zian"?.geramnya frustasi.
"Dasar bodoh".umpat Jhonsen sambil melangkah mendekati Tantri.
"Maaf kan saya,nanti jika istri saya kemari tolong hubungi saya".lirihnya yang diangguki Tantri.
Setelah mengatakan itu semua Jhonsen langsung melangkah pergi,diikuti Zian yang masih setia mengekorinya dari belakang.
"Sekarang kita kemana lagi Tuan"?.
"Tolong kamu cari keberadaan istri saya secepatnya Zian".
__ADS_1
"Baik Tuan".lagi dan lagi hanya kata Baik yang mampu Zian ucapkan.
Setelah mengantarkan sang Bos pulang keApartemen miliknya, Zian pun ikut pulang dikediamannya.
Tepat pukul sepuluh malam Zian sampai dikediamannya.
Perlahan kakinya melangkah memasuki Apartemen. ada perasaan berbeda saat mengingat bahwa kini ada seorang wanita yang tinggal durumahnya.
Namun iya juga merasa takut jika sampai ketahuan Jhonsen dirinya lah yang menyembunyikan Salsa,sudah bisa dipastikan Bosnya itu akan mengamuk besar.
"Nona".Zian mengetuk-ngetuk pintu kamar yang ditempati istri Bosnya itu.
"Krek".
Pintu kamar terbuka menampilkan wajah sembab Salsa.mungkin kah wanita muda itu menaggis sedari tadi"?.
"Apa Nona sudah makan"?.
πΉπΉπΉπΉ
Awas kau Zian kalau saja Jo tau habis.
burungmu dipangkas Zian.πππ
Outhor udah doble up,demi pembaca setia.
Boleh dong outhor minta hadiah like vote and komennya makasih.
__ADS_1
Bay..bay..π₯°πππ
Tbc.