
''Hey lho kenapa diam''.tanya Tantri sambil menepuk pelan bahu Miko yang hanya diam terpaku entah apa yang laki-laki itu pikirkan.
''Gak ada gue cuman lagi binggung aja Salsa kan belum merit kenapa bisa hamil''?...
Mendegar perkataan Miko membuat Tantri tercekat,sekarang iya igat bahwa suami Salsa merahasiakan pernikahan mereka,entah karna apa Tantri tidak tau,yang jelas Iya tidak punya hak untuk memberitahukan semua ini kepada orang lain keculi orang yang bersangkutan.
''Kok lu diam''?
''Kalau soal itu lu tanya langsung aja sama orang bersangkutan,gue gak berani karna itu privasi orang lain''.
''Apa Salsa hamil diluar nikah''.Miko berbicara sambil megangkat wajahnya dan berdiri dari duduknya menatap mata Tantri lekat.
''Lu jagan gomong sembaragan deh,Salsa bukan wanita yang seperti itu''.
Miko terkekeh geli kemudian berkata.
''Lalu''?..bertanya sambil menautkan alisnya.
Tantri tak menjawab iya binggung harus menjawab apa''?..
Lagi-lagi Miko terkekeh kemudian berkata.
''Apa dia menjadi simpanan Om-Om''?
Oh...ya ampun laki-laki ini kalau sudah patah hati mulutnya akan tajam seperti silet.
Tantri diam iya tak menjawab,perlahan iya melangkah menjauh megikuti perawat yang mendorong Salsa menuju ruagan perawatan.
''Aarrgghh''.jerit Miko pelan sambil melangkah keluar dari rumah sakit.
Malam menjelang seperti janjinya pada sang istri,Jhonsen malam ini akan pulang kerumah kedua orang tuanya,bukan karana tidak rindu degan sang istri,tapi doi hanya tidak mau Mommynya meminta Bodyguard kembali menjaganya jika itu sampai terjadi habislah hidupnya.
''Sayang''.belum sempat mamasuki rumah Jeny sudah bergelayut manja dilegan Jo.
Degan cepat Jo menjauhkan tagan wanita itu, tapi bukan Jeny namanya jika tidak bermuka tembok.
''Sini sayang''.panggil Mommy Wita saat melihat anaknya sudah pulang.
''Ada apa Mommy memanggil Jo kesini''?.tanya Jo tampa basa basi.
''Oh..ayo lah sayang kita makan dulu gak enak ditunggu yang lainnya''.Mommy Wita menarik tagan Jo untuk menuju ruang makan.
Seketika itu juga wajah Jo memerah menahan marah. saat melihat kedua orang tua Jeny juga ada disana.sedang berbincang hagat dimeja makan bersama Daddynya dan juga adiknya Azka.
"Hay Jo apa kabar lama tidak bertemu".Papa Jeny langsung berdiri dan menyalami tagan Jhonsen sanbil msenepuk bahu laki-laki itu pelan.
"Baik Om.jawabnya singkat.
"Ayo duduk sayang".Jeny menarik kursi untuk Jhonsen kemudian iya juga ikut duduk disebelah tunagannya itu.
"Apa kamu mau ini sayang".Jeny berbicara sambil menunjukkan stik daging didepan Jhonsen.
__ADS_1
Laki-laki itu hanya diam iya benar-benar tidak berselera makan sekarang.
''Apa yang igin kalian bahas sekarang Mom''.Jo bertanya sambil menatap sang Ibu penuh tanya.
''Malam ini keluarga kita akan membahas pernikahan kita sayang''.Jeny berbicara sambil menatap Jo lembut.
Mendegar itu semua nafas Jhonsen terasa tercekat kemudian berkata.
"Plis Mom sudah berapa kali Jo bilang Jo gak mau nikah sama dio Mom".
"Jhonsen jagan asal bicara kamu,kalian itu sudah lama bertunagan sampai kapan kamu akan menggantung Jeny seperti ini"?
Mendegar perkataan Mommynya Jhonsen terkekeh degan wajah yang memerah menahan emosi.
"Jo gak pernah mau ya Mom,bertunagan sama dia".Jhonse berbicara sambil menunjuk wajah Jeny,yang duduk disebelahnya degan air mata buaya yang sudah mulai menetes diwajahnya.
"Jhonsen jagan kurang ajar kamu ya"?..Papa Jeny kini mulai bersuara.
Sementara Alex hanya diam saja,sudah sejak awal iya memang tidak meyukai Jeny,tapi istrinya itu selalu ngotot dan keras kepala untuk menjodohkan anaknya degan wanita ini.
"Cih".setelah megetakan itu Jhonsen igin melangkah pergi tapi.
"Palk".
"Mommy".Alex langsung menarik istrinya kerna tak igin Wita menampar anaknya lagi.
"Apa mau mu Jo"?...apa kamu igin keluarga kita malu ha"??...serkas Wita degan nada keras dan wajah yang memerah karna emosi.
"Jo berhenti kamu".Jo tak bergeming iya tetap berjalan dan keluar dari rumah.
Sementara Jeny sudah menagis sesegukan dalam pelukan Mamanya.
"Bagai mana ini"?..tanya Adit Papa Jeny degan nada yang sudah sagat emosi.
''Maaf Pak Adit ini masalah pasagan hidup jadi saya tidak bisa berbuat apa-apa''.Alex berbicara sambil megankat kedua tagannya tanda meyerah dan tak mau ikut campur.
''Ayo pulang jagan pernah berharap sama laki-laki seperti dia,karna Papa tidak akan pernah merestui hubugan kalian lagi''.
''Dan kalian igat semua yang terjadi malm ini akan kalian seseli suatu saat nanti''.setelaah megatakan itu Adit menarik tagan Jeny agar pergi dari rumah keluarga Alex Sander.
''Gak mau Pa Jeny mau nikah sama Mas Jhonsen,Jeny gak mau nikah sama laki-laki lain Pa''.
''Ayo pulang Jeny''.bentak Adit degan suara menggelegar.
''Jeny hamil Anak Mas Jo Pa''.
Seketika itu juga semua yang ada disana tercekat,bahkan Azka sampai megaga tak percaya degan apa yang baru saja Jeny katakan.
''Apa sayang''.tanya Mommy Wita berjalan menghampiri Jeny.
''Jeny hamil tante''.lirihnya sesegukan.
__ADS_1
''Apa itu benar anaknya Jo''.sambung Alex.
''Dad''.serkas Mommy Wita sambil menatap suaminya tak suka.
''Jeny hanya melakukannya degan Mas Jo Om''.Jeny berbicara degan air mata yang sudah membanjiri wajahnya.
Sementara Jhonsen laki-laki itu kini sudah berada diperjalanan untuk pulang ke Aparteman,tempatnya tinggal degan sang istri,saat ini kondisi hatinya sagat buruk iya butuh Salsa sekarang,hanya Salsa yang bisa meredam emosinya.
Jhonsen berjalan cepat saat setelah dirinya memarkirkan mobil.
''Kenapa masih gelap''?..lirihnya saat melihat Apartemen miliknya masuh sagat gelap, biasanya istrinya itu jam segini sedang megaji atau kadang-kadang sedang menonton kertun kesukaannya,tapi dimana sekarang wanita itu"?..hinga malam begini lampu belum juga dihidupkan.
"Sayang"...panggil Jhonsen setelah menghidupkan lampu Apartemen kemudian melangkah masuk kedalam.
"Sayang".hening tak ada suara apa pun didalam rumah.sagat sunyi.
"Kemana Salsa apa Salsa selalu melakukan ini pada saat dirinya tidak ada dirumah"?...nah pikiran buruk kini mendatangi peria dewasa itu,iya berfikir Istrinya biasa melakukan semua ini.
saat tidak melihat istrinya dimana-mana Jhonsen melangkah kembali keluar Apartemen.
Tujuan pertamanya satpam yang menjaga Apartemen.
"Maaf Pak permisi Bapak lihat istri saja pulang atau keluar dari Apartemen gak"?..
"Maaf Pak sedari tadi siang saya disini tapi tidak melihat ada istri Bapak keluar,ataupun pulang seperti biasanya".
Mendegar jawaban satpam membuat Jhonsen semakin frustasi,iya megacak rambutnya kemudian berjalan menuju mobil,tujuannya sekarang Kos tempat salsa dulu,mungkin saja istrinya itu kini sedang bersama sahabatnya.
"Kamu kemana sayang".inilah akibatnya jika Jhinsen tidak pernah megizinkan istrinya mengunakan Hendphone.
Laki-laki itu kini pusing sendiri.
Setelah sampai didepan kos-kosan Salsa Jhonsen langsung keluar dari mobil dan berjalan cepat menuju Kos-kosan.
"Tok..tok..tok".
"Permisi".tak ada jawaban.
"Bang mau cari siapa"?tanya seorang remaja laki-laki yang keluar dari sebelah kos-kosan Salsa.
"Penghuni kos-kosan ini kemana"?
"Kalau soal itu saya gak tau Bang,kayaknya dia dari tadi pagi belum balik deh".
πΉπΉπΉπΉ
Nah lo binggungkan makanya bang Jo kasi istri Hedphone biar gampang dihubungi.pusing sendirikan"?...
Hadiah mana hadiah like vote and komennya donk biar outhornya gak ikut pusing kayak babang Jo.
Bosok outhor mungkin libur Updet ya''?u.soalnya banyak baget kerjaan yang harus outhor kerjakan.ππππ
__ADS_1
Tbc.