Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par 49


__ADS_3

''Istri yang megandung anak dari laki-laki lain''?.pertanyaan Mommynya membuat nafas Jhonsen tercekat,untuk saat ini iya juga binggung akan kebenarannya.


Melihat suaminya hanya diam saat dirinya dihina Salsa kembali melangkahkan kakinya memasuki Taxi yang sudah iya pesana benerapa saat yang lalu.


''Jo jagan kejar wanita murahan itu''.panggil Mommy Wita saat melihat Jhonsen berjalan dan igin megejar istrinya.


Jhonsen tak bergeming iya terus saja melangkah menuju mobil.


''Dokter''.saat Jhonsen igin menaiki mobil seorang perawat memanggil namanya membuat langkahnya terhenti.


''Ada apa''.bertanya sambil membalikkan badan kearah belakang.


''Dokter mau kemana"?..sebentar lagi kita ada oprasi Dokter''.


Jhonsen mendesah panjang.


''Apa tidak ada dokter lain''.


''Maaf Dokter,Dokter Pirdaus juga tidak masuk hari ini''.


Lagi-lagi Jhonsen mendesah panjang,bahkan iya megusap wajahnya degan kasar,sebagai tanda iya benar-benar prustasi sekarang.


''Oh...God''.Jhonsen berbicara sambil menarik pelan rambutnya kemudian berjalan kembali memasuki rumah sakit.


Mommy Wita yang melihat anaknya masuk kembali kerumah sakit terseyum samar kemudian melangkah pergi.


Ditempat lain


''Kita mau kemana Sal''?..Tanya Tantri saat melihat sahabatnya hanya diam sambil melamun dijendela mobil degan air mata yang terus saja menetes.


Tantri mendesah iya megusap punggung Salsa lembuat.


Taxi samapai didepan kos-kosan Salsa setelah beberapa saat mereka berkeliling-liling kota Jakarta.


Baru saja mereka sampai dan duduk didalam kos-kosan pintu Kos-kosan sudah diketuk secara bertubi-tubu.

__ADS_1


"Siapa".Tantri bertanya sambil berjalan menuju pintu.


"Krek".pintu terbuka menampilkan wajah seorang wanita paruh baya yang baru beberapa saat Tantri tau Mommy Jhonsen.


"Maaf Buk ada apa ya''?.Tantri bertanya degan sopan meskipun wanita didepannya sekarang terlihat jutek dan angkuh.


"Mana wanita murahan itu"?.Wita berbicara tapi kakinya melangkah masuk kedalam rumah sambil melihat -lihat kekiri dan kekanan.


"Bu".Salsa keluar dari dalam kamar kemudian berjalan mendekati Wita, megulurkan tagannya, berniat untuk meraih tagan mertuanya dan menyalaminya degan takzim,tapi sayang wanita paruh baya itu tidak merespon sama sekali.


"Pergikah menjauh dari putra ku".kata yang menyakitkan itu akhirnya keluar juga dari mulut Wita.


"Tapi Bu Salsa Sudah lama menikah degan Bang Jhonsen dan ini anaknya Bu,Salsa tidak pernah sama sekali dekat degan laki-laki lain Bu".Salsa berbicara degan air mata yang sudah mulai menetes membasahi pipinya.


"Cih...lalu jika itu adalah cucuku kenapa Jo sendiri megatakan jika itu bukan darah dagingnya melainkan ank dari laki-laki lain".


"Itu hanya salah paham Bu,Salsa tidak pernah punya hubugan degan laki-laki lain".


"Terserah apa kata mu yang jelas aku tidak mau jika anak ku bertanggung jawab degan anak yang bukan darah dagingnya,dan degarkan ini baik-baik Jo dan Jeny sebentar lagi akan menikah tentu kau tau Jeny bukan"?.. tunagan anak saya,dan asal kamu tau sebentar lagi saya akan punya cucu anak yang sedang dikandung Jeny anak dari Jhonsen putra pertama saya bukan anak yang tidak jelas seperti kamu ini".setelah megatakan itu semua Mommy Wita melangkah pegi keluar kos-kosan Salsa,sebenarnya Wita juga melihat bahwa Salsa bukan seperti gadis yang suka selingkuh,tapi iya tidak bisa percaya begitu saja degan orang yang baru saja iya kenal,ditambah lagi iya mendegar apa yang dikatakan putranya,tapi dibalik itu semua Wita tidak akan tinggal diam doi akan meminta anak buahnya untuk meyelidiki siapa sebenarnya Salsa"?..


"Kita harus pindah dari sini Tri".lirih Salsa sambil berdiri.


Tantri hanya megikuti saja apa yang igin Salsa lakukan,iya hanya membantu Sahabatnya membereskan semua barang-barang mereka,setelah selesai mereka degan tergesa-gesa pergi dari kos-kosan.


Dirumah sakit.


Setelah selesai melakukan operasi Jhonsen langsung memacu mobilnya menuju Kos-kosan istrinya Jhonsen yakin wanitanya itu pasti ada disana sekarang,setelah sampai didepan Kos Jhonsen langsung megetuk pintu degan tergesa-gesa wajahnya masih terlihat kacau hatinya masih dipenuhi amarah dan rasa cemburu.


"Dek buka pintunya sayang Abang mau bicara".tak ada jawaban hening.


"Dek jagan hukum Abang degan cara seperti ini sayang".


"Eh..Abang yang kemaren itu ya"?..laki-laki yang kemaren Jhonsen tanyai kembali lagi muncul.


"Iya kalau boleh tau yang nempati kamar ini kemana ya''?..

__ADS_1


"Kalau soal itu gue gak tau Bang tapi tadi gue lihat mereka membawa barang banyak baget, kayaknya mereka mau pindahan deh Bang".


Hati Jhonsen rasanya mencolos mendegar kata yang diucapkan pemuda yang ada didepannya sekarang,Salsa pindah pindah kemana istrinya itu sekarang"?..sebegitu bencinya kah Salsa pada dirinya.


"Aarrrggg".Jhonsen mendesah panjang sambil tagannya megusap wajahnya kasar kemudian melangkah pergi.


"Aneh".lirih pemuda yang masih berdiri pada tempatnya sambil menatap kepergian Jhonsen.


"Kamu kemana Dek"?...Abang harus mencarimu kemana lagi".Jhonsen berbicara sendiri sambil meyenderkan pungungnya disisi mobil.


Beberapa saat kemudian Jhonsen meraih smartpthone didalam saku celana bahan yang iya kenakan.


"Tolong cari istriku bagai mana pun caranya dan tolong selidiki wanita yang bernama Jeny,anak siapa yang dia kandung saya beri kamu waktu dua puluh empat jam".setelah megatakan itu semua Jhonsen langsung memutuskan sambugan telfon,sepertinya Jhonsen melupakan sesuatu bukankah selama ini doi sudah meminta salah satu anak buahnya untuk meguntit istrinya,kesibukannya bolak balik rumah orang tuannya dan Aparteman yang ditempatinya degan Salsa membuat iya lupa akan kecemburuannya sejenak.bahkan sekarang iya juga lupa bahwa iya masih punya anak buah yang selalu setia megikuti perintah.


"Kamu kemana sayang"?.lagi-lagi hanya kata itu yang Jhonsen ucapkan kemudian laki-laki itu perlahan melangkah memasuki mobil,meyusuri jalan berharap akan medapatkan keajaiban agar iya bisa bertemu istrinya malam ini,tapi nyatanya nihil.degan berat hati iya kembali memutar mobilnya menuju Apartemen.


Setelah sampai diApartemen miliknya Jhonsen segera berjalan menuju lemari,megambil handuk kemudian berjalan menuju kamar mandi.


Ditempat lain.


"Lu makan ya"?..sedari tadi Tantri membujuk Salsa agar wanita itu mau makan.


Salsa tak bergeming iya hanya diam degan air mata yang terus membasahi wajah pucatnya,tatapannya kosong bahkan sedari tadi iya hanya diam dan melamun sambil megelus perutnya lembut.


"Tri gue harus gimana sekarang,suami gue tidak megakui darah dagingnya sendiri,bahkan sekarang tunagannya juga sedang megandung anaknya Tri.hiks...hiks...teryata diumur gue yang sekarang gue masih tetap bodoh Tri,gue menikahi laki-laki yang salah bahkan hati bodoh itu sama sekali tidak bisa berpaling meski sudah disakiti beberapa kali".Mendegar ucapan sahabatnya Tantri ikut meneteskan air mata perlahan iya memeluk sahabatnya itu berharap degan melakukan itu semua sahabatnya bisa lebih tenang.


🌹🌹🌹🌹🌹


Nyesek aku tu"?...


Lebih nyesek lagi kalau outhornya gak dikasi hadiah like vote and komen.


Makasih


Bay...bay😍😍😍😍

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2