Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par28


__ADS_3

''Ada apa Bos''?..tanya Jefri yang sama pikunnya degan sang Bos.iya juga sagat suka menggonta-ganti nama panggilan untuk Bosnya itu.


''Salsa sudah datang belum''?..bertanya sambil tetap menandatagani berkas yang menumpuk diatas meja kerjanya.


''Belum Pak''.jawab Jefri ragu-ragu.


''Bodoh sekali kau ini, tugas itu saja kau tidak bisa menyelesaikannya''.serkas Azka sambil membanting beberapa berkas yang tersusun rapi dimeja kerjanya kini malah berhamburan kelantai.


''Maaf Bos saya benar-nenar tidak tau''.jawab Jefri lagi dengan nada pelan.


''Kalau tidak tau ya dicari bodoh, bukannya diam saja seperti pecundang''.serkas Azka sambil menatap Jefri tajam.


"Yang pecundang itu lu Bos bukan gue''.batinnya kesal sambil menatap Azka jengah.


"Kau mengumpat ku"?.Azka bertanya sambil mendelik


"Enggak''. jawabnya Jefri santai.


"Keluar sana' kau membuat kepalaku semakin pusing''.seru Azka sambil memijit kepalanya yang berdenyut.


''Siapa juga yang mau melihat Bos aneh seperti lho''. ucap Jerfri pelan.


''Gaji kau, ku potong Priitt''.ucap Azka santai yang membuat Jefri tambah menggerutu.


🌹🌹🌹🌹🌹


Dikampung Salsa


Sedari tadi Jhonsen sudah duduk degan santai,karna sekarang ini laki-laki dewasa itu sedang duduk didepan panghulu dan Abah.


Sekali lagi laki-laki itu membuat ulah dirinya mengaku bahwa sudah meniduri Salsa membuat pak penghulu mau menikahkan mereka hari ini juga.soal surat suratnya akan diurus belakangan.


Salsa sedari tadi sudah geram degan ulah laki-laki yang duduk santainya seperti tampa dosa.


''Sah''...


''Sah''...


Hanya kata-kata itu yang bisa Salsa dengar membuat seluruh tulang-tulangnya menjadi lemah tak berfungsu.

__ADS_1


Oh ya Allah dirinya sekarang sudah menikah?...


''Nak ayo keluar''.Emak memanggil Salsa yang membuat lamunan wanita muda itu buyar.


''Eh..iya Mak''.jawab Salsa tergagap.


Salsa berjalan degan perlahan iya sungguh tidak berani menoleh kekiri dan kekanan. sungguh iya sagat malu karna ulah Jhonsen mungkin saja saat ini orang-orang sedang bergosip tentang dirinya.


Matanya bersitatap degan mata laki-laki yang kini sudah resmi menjadi suaminya itu.


Tampan. laki-laki itu benar-benar tampan.pikir Salsa sambil mendaratkan bokongnya disamping Jhonsen.


Semua Acara telah selesai para tetangga juga sudah pulang. Salsa masuk kedadam kamarnya diikuti Jhonsen dari belakang.


''Grep''..


Tagan kekar itu langsung memeluk tubuh ramping Salsa membuat wanita itu terpekik kaget.


''Is..Om apaan sih bikin kaget tau ngak''?..


''Panggil sayang atau Huby jagan Om lagi ''.


''Hah''... kaget Salsa sambil berbalik menatap wajah Jhonsen.


''Gak ada jalan yuk Om''?.ajak Salsa sambil menarik tagan Jhonsen keluar kamar.


🌹🌹🌹🌹


Diluar rumah tepatnya dibalik jendela tiga ekor cecuguk sedang menguping.


''Mereka lagi ngapain ya''?..tanya Zul sambil menempelkan kepala kedinding kamar.


''Mana gue tau''. celetuk Angga.


''Eh...ntu Salsa nya menjerit kenapa''?..tanya Josep pelan.


''Ya mana gue tau''.balas Zul.


''Eh...kalian ngapain disitu''?..tanya Salsa saat akan keluar dari rumah.

__ADS_1


ketiga bocah semprul hanya garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.


''Gintip''.coplos Josep yang membuat dirinya mendapatkan toyoran kepala dari Zul dan Angga.


''Sakit setan''.celetuknya kesal.sambil mengusap kepalanya.


''Gintip apaan''?.tanya Salsa heran.


Sementara Jhonsen masih tetap degan gaya coolnya.menatap perdebatan manusia setengan otak didepannya, sambil berdiri tegannya iya masukkan kedalam saku celana bahan yang iya kenakan.


''Gintip lho lah gintip siapa lagi''.coplos Josep lagi.dan lagi lagi iya mendapatkan toyoran kepala dari kedua sahabatnya.


''Sakit setan''.umpatnya kesal.


''Asem lho' kenapa lho bilang oon''.geram Zul sambil berbisik.


''Ayo''.ajak Jhonsen sambil menarik tagan Salsa meninggalkan ketiga sahabat Salsa yang sangat menyebalkan menurut Jhonsen.


Jhonsen dan Salsa berjalan menyusuri sawah,semua sawah sekarang sedang ditanami padi.membuat suasana disana sagat sejuk dan udaranya sagat segar.perlahan Salsa memejamkan matanya sambil menghirup udara segar yang dikeluarkan dari tumbuhan hijau itu.


Jhonsen datang dan langsung memeluknya dari belakang.laki-laki itu mengendus wangi tubuh sang istri.wangi yang menenangkan menurut Jhonsen.


''Sayang''.lirihnya degan suara berat tepat ditelinga Salsa.


''Hem''.


''Nanti malam boleh ya''?..ucapnya lagi sambil tetap mengendus leher Salsa yang masih ditutupi hijap.


''Boleh apa''?..tanya Salsa mengeryit binggung mendegar perkataan Jhonsen.


''Abang boleh mintak hak Abang nanti malam kan''?.sambung Jhonsen lagi dengan wajah penuh harap.


''Abang''?..tanya Salsa sambil megeryit.


🌹🌹🌹🌹🌹


Ha...ha...Abang aja ya habis outhor bingung mau manggil Babang tampan nya pakai apa huby takut lidahnya keseleo.πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


eh...tapi tunggu dulu kalau mau gasih hadih,like vote and komen gak bikin tagan keseleo kok.

__ADS_1


Macih udah mampir miss you😍😍😍😍


Tbc.


__ADS_2