Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par33


__ADS_3

"Trus ini Salsanya kapan mau diantar pulang".berbicara setelah keduanya selesai mandi dan solat mahrib.


''Sebentar Adek pakai hijap dulu ya''.Jhonsen tadi sempat meminta salah satu Bodyguard yang sudah tau rahasianya, untuk membeli perlengkapan istrinya mulai dari gamis,hijap hinga mukena.


''Ayo sebelum Azka kembali Abang yakin dia sekarang lagi kalang kabut mencarimu''.


''Igat jagan pernah dekat degan laki-laki lain sadar Dek''..Adek itu sudah bukan gadis lagi Adek sudah punya suami,dan sudah dibobol''.lirih Jhonsen tepat ditelinga Salsa.


''Iya, istrinya gak dikasi dekat degan laki-laki lain. dirinya sendiri masih saja bertunagan degan wanita lain meyebalkan''.gerutu Salsa sambil mayun.


''Cup''.satu kecupan mendarat diwajah cantik Salsa.


''Jagan manyun gitu nanti bisa bahaya kalau Abang pegen lagi gimana''?.. kan bisa gawat Adek mau ginap disini''.Salsa megeleng.


''Kenapa''.bertanya sambil menaikkan alisnya binggung.


''Entar ketauan gimana''.


''Gak apa-apa''.


''Emang kenapa orang kita sudah nikah ini surat-suratnya juga sudah ada ni''.ucap Jhonsen sambil menunjukkan dua buah buku nikah untuk dirinya dan untuk Salsa.


''Ih...ya allah alham dulillah makasih Abang''.seyum cerah Salsa sambil mendekap tubuh Jhonsen erat.


''Seneng baget hanya melihat buku doang''.ucapnya heran.


''Seneng lah itu artinya kita sudah sah dimata agama dan hukum jadi itu juga artinya jika terjadi sesuatu Salsa punya kekuatan untuk memperjuangkan Abang''.berbicara sambil megayun-ayunkan Surat nikah diwajah Jhonsen.


''Oh...ya...''.


''Iya dong''.


''Yakin''.masih menggoda.


''Yakin Abang ihh...yebelin baget sih ini Om-Om.


''Cup''.Jhonsen langsung ******* bibir sang istri.


''Jagan sampai salah panggil didepan orang atau Abang akan menciummu didepan banyak orang''.


''Maaf Bang''.sambil membentuk jarinya seperti hurup V.


''Ya sudah ayo pulang''.ucapnya sambil melangkah keluar diikuti Salsa dari belakang sambil bersembunyi dibelakang punggung kokoh suaminya.


''Ayo masuk sayang''.lirih Jhonsen sambil membukakan pintu mobil.


''Kak mau kemana''?...mendegar suara yang sagat Jhonsen kenal degan cepat laki-laki itu mendorong kepala Salsa agar menunduk dan langsung menutup pintu mobilnya kemudian berjalan menghampiri sang Adik.


''Kakak mau kemana''.bertanya degan wajah yang kusut karna doi masih baru pulang dari mencari Salsa, tapi doi sama sekali tidak menemukan gadis itu bahkan sahabatnya sendiri pun sama sekali tidak tau.

__ADS_1


''Kakak mau keluar sebentar''.Jhonsen berbicara sambil melangkah meninggalkan Adiknya.


''Kak tologin Azka nyariin Pacar Azka Kak''.mendegar ucapan sang adik membuat laki-laki dewasa itu megeryit heran,benarkah apa yang dikatakan adiknya jika iya dan Salsa punya hubugan.


Sementara Salsa yang berada didalam mobil sudah ketar-ketir karna mendegar ucapan Azka iya sungguh takut jika suaminya akan marah degan semua ini.


Jhonsen tak menjawab iya langsung masuk kedalam mobil dan menjalankannya degan kecepatan tinggi bahkan Sang Adik dan para Bodyguar yang menjerit-jerit memanggilnya sama sekali tidak iya perdulikan.


''Abang pelankan mobilnya Salsa takut''.lirih Salsa sambil menagis.


Jhonsen tak perduli bahkan laki-laki itu semakin mempercepat laju mobilnya.Salsa sudah tak bersuara lagi iya hanya megencangkan pegagannya kedudukan kursi mobil sambil merafalkan doa,iya sungguh benar-benar takut.


''Ciiiiiittttt''....


''Bruuukkk''.


''Sayang''.pekik Jhonsen saat melihat sang istri terhantuk keDashboard mobil.


''Sayang maafkan Abang''.lirihnya degan wajah penuh peyesalan dan rasa bersalah.


Salsa hanya diam sambil memegang kepalanya yang sedikit megeluarkan darah akibat kuatnya benturan,megigat mobil yang dikendarai Jhonsen sagat kencang.


''Sayang''. Jhonsen degan cepat membuka pintu mobil dan membopong tubuh sang istri kedalam Apartemen miliknya.


''Turunin Salsa Bang''.Jhonsen tak bergeming.


''Duduk sini Abang ambilkan obat''.degan cepat Jhonsen berjalan megambil kotak P3K dan berjongkok didepan sang Istri yang sedang duduk ditepi ranjang tempat tidur.


''Gak usah Bang Salsa gak apa-apa kok''.berbicara sambil menepis tagan Jhonsen dari keningnya.


''Jagan bandel Dek biar Abang obati dulu''


''Gak usah Bang,Salsa gak apa-apa''?...


''Diam aja kenapa sih Dek''.bentak Jhonsen mulai terpancing.


''Kenapa Abang harus sibuk megebati Salsa, bukankah Abang yang igin ini semua terjadi,Abang seneng sekarang melihat Salsa sudah terluka''.Salsa ikut terpancing emosi nafasnya naik turun menahan rasa sesak didadanya,degan air mata yang sudah megalir.


''Dek..degarkan Abang'',


''Maafkan Abang''.?...lirihnya degan wajah sendu.


Salsa diam kemudian iya berkata.


''Antarkan Salsa pulang Bang''.balasnya sambil menagis.


''Kenapa kamu minta pulang apa Adek igin menemui laki-laki lain''?.ucap Jhonsen sambil terseyum sinis.


''Apa maksud Abang''.?...

__ADS_1


''Cih jagan pura-pura''.Jhonsen berbicara sambil berdecih kesal kecembuaruan dan kekesalannya yang tadi masih belum hilang.


''Terserah Abang Salsa mau pulang''Salsa berbicara sambil megenakan hijap dan melangkah igin keluar dari Apartemen Jhonsen.


''Mau kemana kamu''.


''Lepasin Bang Salsa mau pulang''.


''Bukannya melepaskan Jhonsen malah megankat istrinya ala bridal style dan meletakkannya diatas ranjang degan sedikit kasar.


''Aww...sakit''. lirih Salsa sambil memegang punggungnya yang terasa sakit.


Jhonsen tak perdulu iya malah melucuti seluruh pakaian sang istri kemudian membuka seluruh pakaiannya.


Tampa pemanasan Jhonsen langsung meyatukan inti tubuhnya ketubuh sang istri.


Troma karna diselingkuhi mantan istrinya dulu.membuat emosinya meningkat.hinga laki-laki dewasa ini kehilagan akal sehatnya.iya terus saja menghentakkan inti tubuhnya degan gerakan kasar.


''Tolong Bang sakit''.lirih Salsa sambil menagis tersedu-sedu tapi Jhonsen tak perduli,yang ada diigatannya kini adalah tentang penghianatan istri pertamanya dulu, iya dihianati temannya sendiri apakah mungkin sekarang dia akan dihianati adiknya juga,megigat itu semua membuat gerakan tubuhnya semakin kasar.


''Abang ampun Bang sakit...hiks...hiks...''Salsa terus saja menagis sungguh harga dirinya terasa terhina kenapa suaminya bisa menuduh dirinya berselingkuh,sungguh saat ini inti tubuhnya sagat sakit,sakit yang tadi saja belum hilang ditambah lagi degan perlakuan kasar dari suaminya,membuat Salsa diam degan perasaan kecewa.kerna percuma saja iya menagis suaminya itu tidak akan perduli.


Bukan hanya sekali pelepasan,bahkan Jhonsen melakukannya sampai berkali-kali dan tetap degan gerakan kasar entah apa yang merasuki laki-laki ini Salsa tak habis pikir kesalahan apa yang telah iya buat, bahkan selama dirinya menjalin hubugan degan laki-laki yang sedang menggagahinya sekarang tak pernah sekalipun Salsa menjalin hubugan degan laki-laki lain.tapi kenapa laki-laki ini sebegitu marahnya pada dirinya bukankah Jhonsen tidak mencintai dirinya.apa kemarahan suaminya itu karna cemburu apa suaminya kini telah menyadari cintanya untuk Salsa.pikiran-pikiran itu berputar-putar dikepala Salsa bersaman degan air matanya yang terus megalir deras.


''Aaahhh....Nikmat''.


''Sekarang kau puas sayang bukan kah milikku sagat nikmat, bukankah permainanku bisa memuaskan mu,bukan kah itu artinya kamu tidak perlu mencari laki-laki lain lagi untuk memuaskan mu''.masih degan nada tinggi dan terseyum merendahkan.


Mendegar perkataan itu membuat tagisan Salsa semakin menjadi,iya sungguh kecewa degan suaminya kenapa degan teganya Jhonsen berbicara seperti itu.


''Mau kemana kamu''.pekik Jhonsen saat Salsa berhinsut dan igin berdiri.


''Salsa''...


''Bruuuk''...


🌹🌹🌹🌹


Wah...bahaya ni babang Jo main kasar''.


Hadia like vote and komen gak main kasar donk ya?...


makasih


mampir juga disini ya kak novel ini menceritakan tentang seorang wanita buta yang menikah degan laki-laki yang telah meyebabkannya menjadi buta.


yuk simak ditunggu lho.


Bay-bay...😍😍😍😍

__ADS_1



TBC.


__ADS_2