
Hampir satu minggu Salsa,Zian dan Jhonsen berada dikampung halaman Salsa.dan hari ini adalah hari kepulagan mereka,tepat pukul Enam malam mereka sampai diBandara internasional Sukarno Hatta.
''Sayang bagun''.lagi dan lagi Salsa tertidur didalam pesawat.
''Eemm''.Jhonsen tersenyum melihat wajah binggung istrinya,perlahan Jo mengecup lembut wajah wanita cantik yang ada didepannya sekarang.kemudian berkata.
''Bagun sayang''.lirihnya sembil membantu istrinya untuk berdiri.
''Sudah sampai Bang''?..
''Sudah sayang''.umjawabnya sambil mengandeng tagan istrinya untuk keluar dari pesawat.
Sementara Zian doi sudah keluar duluan untuk mengurus segala keperluan sang Bos, termasuk ya seperti biasa Zian membawa kopor milik Bosnya itu.diikuti Tantri yang kini sudah menjadi temannya.
''Zian dimana sopir yang menjemput kita''?.tanya Jhonsen setelah melihat anak buahnya itu berjalan menghampirinya.
''Disana Tuan ayo''?Zian berbicara sambil melangkah menuju keluar bandara,diikuti Jhonsen dan Salsa dari belakang sementara Tantri doi sudah masuk duluan kedalam mobil.
''Masuk Sayang''.pinta Jhonsen setelah doi membukakan pintu mobil untuk sang istri.
Salsa tidak menjawab iya hanya langsung masuk dan melongokkan kepalanya melihat kearah Tantri kemudian bertanya.
''Tri ada makanan tidak''?..perutku lapar''.
''Ngak''.jawab Tantri balas melongok kebelakang.
"Apa lho lapar"?.
"Iya".jawab Salsa lesu.
"Adek..ih..jagan gitu nanti bahaya lho"?..Jhonsen langsung saja menarik istrinya agar Salsa kembali duduk degan benar dan memasang safety belt untuk istri nakalnya itu.
"Salsa lapar Bang".lirihnya sambil menunduk sedih.sedari tadi subuh mereka mondar-mandir kesana kemari,tubuhnya kini sagat lelah,biasanya iya tidak pernah merasa selelah ini,namun kali ini iya benar-benar lelah dan perutnya sagat lapar.
Apa mungkin karna kehamilannya membuatnya mudah lelah''?..tapi kemaren sewaktu pulang kampung dirinya tidak lelah,apa mungkin karna sekarang Salsa harus menghadapi masalah suaminya degan Jeny lagi,hinga membuat hatinya ikut lelah dan sedih.
"Pak kita cari warung tenda terdekat".
Ucapan Jhonsen membuat sang sopir heran,karna biasanya majikannya itu paling anti degan makanan yang dijual dipinggir jalan.lalu skarang"?..
''Jalan saja Pak jagan banyak pikiran''.ucap Jhonsen lagi membuat sopir itu tergagap kemudian menjawab.
''Baik Tuan''.
''Abang Salsa mau makan disana''.Salsa menunjuk sebuah warung tenda yang ada dipinggir jalan,setelah mereka melakukan perjalanan beberapa saat.
''Pak berhenti disana Pak''.
''Baik Tuan''.
__ADS_1
''Mau pesan apa Pak''.baru saja mereka mendaratkan bokongnya seorang laki-laki paruh baya datang menghampiri.
''Ada sambal belut ngak Pak''?..
Mendengar kata belut membuat Jhonsen outo langsung merinding,ternyata istrinya itu benar-benar megiginkan belut.
Ya..Salsa sekarang memang megiginkan belut.
lain lagi dengan kemaren,saat doi mengatakan jika iya megiginkan belut.itu hanya akal-akalannya saja,untuk membalas perlakuan Jhonsen terhadapnya,ide itu muncul saat mendengar jika suaminya sagat takut degan belut.
Otomatis jiwa somplak dan jahilnya muncul seketika.namun setelah mendengar kata cinta yang diucapkan suaminya entah kenapa membuat hatinya senang dan luluh.pasalnya itu kali pertama iya mendengar kata cinta dari suaminya.membuat hatinya berbunga-bunga dan lupa akan kesalahan Jhonsen beberapa saat yang lalu.
''Iihh..ada ngak sih Dek makanan lain selain hewan mengelikan ini''?..
''Tapi Salsa kepegen Bang''.lirihnya menunduk sedih,degan mata yang sudah berkaca-kaca.
Jhonsen menarik nafasnya panjang,sungguh iya tidak tega melihat kesedihan istrinya ditambah lagi wanita itu sekarang tengah megandung.
"Pesan saja sayang".
"Benaran Bang"?tanya Salsa degan wajah berbinar.
"Benaran sayang,Adek bisa mekan belut sepuasnya sekarang".
"Wah makasih ya Bang"?..Salsa langsung tersenyum cerah,dan langsung mengcup pipi suaminya singkat.
Mambuat Wajah laki-laki diseblahnya ikut bersemu senang,karna selama mereka menikah tidak pernah sekalipun Salsa berniat menciumnya duluan.
"Pak belut sambal matah satu ya"?.
"Iya Neng,trus apa lagi Neng"?.
"Abang mau pesan apa"?..
"Abang sup Ayam kampung aja Dek".
"Kalian pesan apa''?tanya Salsa kepada Zian dan Tntri yang sedari tadi hanya diam saja tampa berbicara sepatah kata pun,entah kenapa semenjak Zian menginap dirumah Zul laki-laki ini terlihat lebih pendiam.
''Gue sama kayak lho deh Sal''.
''Kamu apa Zian''?..tanya Salsa lagi.
''Senang sekali kau ya Zian diperhatikan istri ku''?..Jhonsen mulai nyaletuk.
''Samakan saja seperti tuan''.jawabnya singkat.tampa mau membalas ucapan Tuannya itu,jika iya menjawab sudah bisa dipastikan urusannya akan panjang nanti.
Tubuhnya sagat lelah hinga iya tidak bersemagat untuk makan dan untuk berbicara.untuk saat ini yang ada diotaknya igin berendam didalam Bathtub degan wangi sabun yang menyegarkan.
Setelah beberapa saat mereka selesai makan dan beranjak dari warung tenda tepat pada saat Azan Magrib berkumandang.
__ADS_1
''Bang kita sholat dulu ya''?.
''Iya Dek''.jawab Jhonsen sambil mengandeng tagan sang istri diikuti yang lainnya.
Setelah selesai melaksanakan sholat magrib meraka kembali melanjutkan perjalanan.
Pukul sepuluh malam mobil yang mereka tumpangi sampai didepan Apartemen Jhonsen.
''Mas''.belum sempat mereka memasuki rumah suara seseorang yang mereka kenal mengejutkan semua yang ada disana.
Terlihat Jeny berdiri didepan gerbang degan wajah sembabnya,kemudian berjalan menghampiri Jhonsen dan yang lainnya.
Jhonsen menarik nafasnya panjang,mau apa lagi wanita gila itu kemari,Jhonsen menatap istrinya sekilas wajah Salsa sudah terlihat masam dan sedih.
Jeny memang tidak bisa dibiarkan,padahal sekarang iya masih berusaha untuk megambil hati istrinya dan berjuang supaya istrinya itu kembali mempercayai dirinya.
Namun sekarang mau apa lagi wanita oplosan itu kemari.lagi-lagi Jhonsen menoleh kearah istrinya iya benar-benar takut istrinya akan pergi lagi seperti kemaren.kemudian wajahnya kembali menatap Jeny degan tatapan tajam.
''Mau apa kau kemari''?tanya Jhonsen degan mimik wajah tidak bersahabat.
''Mas kenapa kamu berbicara seperti itu''?.. bukankah aku sedang megandung anak mu Mas''.
Mendengar ucapan wanita yang Tantri tau adalah tunagan suami sahabatnya seketika itu juga Tantri melihat kearah Salsa,Tantri menatap sahabatnya itu degan wajah sendu.kemudian melangkah mendekati Salsa doi merangkul pundak Salsa sebagai tanda memberikan semagat,agar Salsa bisa lebih kuat menghadapi semua cobaan.
Sementara Jhonsen saat mendengarkan ucapan Jeny.laki-laki itu terkekeh pelan kemudian berkata.
''Apa kau gila''?
Jeny terdiam
''Apa laki-laki yang selalu meniduri mu tidak mau bertanggung jawab atas anak yang kau kadung''?..lalu kau igin menjadikan aku korban dari kebodohan dan dosa mu''?
''Cih..aku tidak akan sudi menikahi jelang seperti mu''.setelah mengatakan itu semua Jhonsen menatap kearah istrinya yang kini sudah mulai menangis dipelukan sahabatnya.
Jhonsen menarik nafasnya panjang kemudian berkata.
''Tolong bawa istri saya masuk,menginaplah disini malam ini temani istri saya''.
''Ayo sayang masuk''.
''Jhonsen''.suara seseorang membuat Jhonsen lagi dan lagi menghentikan langkahnya.
πΉπΉπΉπΉ
Maaf kalau masih banyak typo.
Jagan lupa hadiah like vote and komen makasih bay..bay..πππ.
Yuk mampirπππ
__ADS_1
Tbc.