
Subuh menjelang seperti biasa kedua pasangan beda usia itu bagun dan melaksanakan sholat subuh.setelah selesai Salsa langsung keluar kamar dan menuju dapur,wanita muda itu selalu bersemagat, saat memasak tampa memperhatikan apaun.
Salsa bahkan tidak tau jika ada seseorang yang sedang menatapnya penuh takjup tanpa berkedip.
Entah kenapa semakin lama mengenal Salsa, rasa kagumnya semakin menjadi-jadi.wajah cantik soleha dan juga penyabar entahlah wanita didepannya tipe idaman laki-laki.
Meskipun umur Salsa masih sangat muda, namun pemikiran wanita itu sudah sagat dewasa.
"Eh...Zian kau sedang apa".tanya Salsa terkejut saat berbalik dan melihat Zian duduk dengan tenang sambil melihat kearahnya.
"He..he..Nona tidak ada saya hanya duduk saja".jawabnya asal.
Ya lagi-lagi laki-laki itu menginap dirumah Jhonsen,karna tugas yang diperintahkan Jhonsen. hinga laki-laki itu kemalaman untuk pulang keapartemen miliknya.
''Apa kau mau ku buatkan kopi''?.tanya Salsa lembut, sambil terus melanjutkan pekerjaannya membuatkan nasi goreng seafood untuk sang suami.
''Boleh Nona''.
''Ini''.belum sempat gelas kopi yang Salsa letakkan mendarat diatas meja.
Namun gelas kopi malah sudah berpindah ketagan lain.
''Sedang apa kau disini Zian''?..
"Sebenarnya mau ngopi tuan,tapi kopinya sudah dirampas oleh orang yang tidak bertanggung jawab''.jawaban asalnya membuat Jhonsen semakin kesal.
''Tuk''.
''Sakit Tuan''.Zian langsung terpekik saat satu ketukan mendarat indah diatas kepalanya.
''Besok kau jagan menginap dirumahku lagi Zian''.
''Kenapa tuan''?..
__ADS_1
''Kau ini laki-laki yang bisa saja menjadi pebinor, tidak bisa dipercaya kau Zian''.
''Ah..tuan ini memang paling bisa membaca pikiran saya''.jawabnya santai tanpa beban.
Membuat lagi-lagi laki-laki itu mendapatkan timpukan dari Jhonsen, namun kali ini bukan hanya ketukan dikepala lebih tepatnya Zian mendapatkan injakan dikaki membuat laki-laki itu outo terjingkrak kaget.
''Allah huakbar'',sakit tuan''.
Salsa yang melihat perdebatan kedua laki-laki itu, hanya bisa geleng-gekeng kepala,kemudian berjalan mendekati meja makan dengan dua nasi goreng Seafoot ditagannya.
"Jagan bertengkar. Abang lebih baik sarapan dulu nanti telat kerjanya".
"Iya sayang".jawabnya sambil meraih piring nasi goreng yang disodorkan istrinya.
"Adek nanti ikut Abang atau gimana"?..
"Salsa hari ini kekoskosan Tantri aja boleh ngak Bang"?..
Jhonsen menatap Istrinya sekilas kemudian menjawab.
Entah kenapa Jhonsen mulai melihat ketidak beresan pada asistennya itu.itu lah alasannya iya lebih memilih Salsa pergi kerumah sahabatnya, dari pada harus dirumah sendirian,bisa saja kan Zian curi kesempatan saat dirinya tidak ada dirumah"?..
Entahlah parno atau troma yang kini mendiminasi hati laki-laki dewasa itu. yang jelas iya bisa melihat ketertarika anak buahnya itu kepada sang Istri,namun iya tidak bisa memecat Zian.mengigat kinerja laki-laki itu sagat memuaskan.
Jhonsen hanya berdoa semoga rasa suka Zian hanya sebatas rasa kagum saja.
"Ayo sayang".ajak Jhonsen setelah selesai sarapan dan menunggu istrinya berganti pakaian beberapa saat.
"Eh Zian kemana Bang"?..
"Kenapa apa Adek berharap bisa selalu bersama Zian"?.tanya Jhonsen dengan tersenyum sinis.
Salsa menarik nafasnya panjang padahal iya hanya igin bertanya saja,lalu kenapa suaminya separno itu".?..bukan kah Salsa sudah terbiasa berteman bahkan lebih dekat dari sekarang degan laki-laki"?..
__ADS_1
Ternyata Wanita yang awalnya tomboy itu masih belum pintar menilai lawan jenis.
"Engak kok Salsa cuman nanya".
"Jadi pergi ngak Bang"?..tanya Salsa karna Jhonsen hanya berdiri saja tampa beranjak dari tempatnya berdiri.
Bukannya pergi Jhonsen malah mengecup bibir istrinya dengan sedikit kasar.
"Eemm..".Salsa menepuk-nepuk dada bidang suaminya, berhatap ciuman Jhonsen terlepas namun bukannya lepas laki-laki itu malah memperdalam ciumannya.
"Jagan pernah sebut nama laki-laki lain dengan mulut Adek, karna hanya nama Abang yang bisa Adek sebut".lirihnya dengan nafas yang memburu setelah ciumannya terlepas.
Membuat Salsa outo menutup mulutnya secara spontan.
"Ayo berangkat".ucapnya sambil menarik tagan sang istri untuk keluar rumah.
Salsa jagan ditanya doi terus menutup mulutnya sambil berjalan mengikuti sang suami.
Membuat Jhonsen menahan tawanya sambil melangkah memasuki mobil.
"Hhum".entahlah hati yang tadinya gundah kini berubah menjadi mengelitik lucu melihat kelakuan istrinya.
"Buka sayang".Jhonsen berbicara sambil menarik tagan istrinya karna wanitanya itu masih betah menutup mulutnya.
"Ha..ha..ha..".astaga tawa yang ditahan sedari tadi akhirnya langsung pecah, saat melihat liptin istrinya yang belepotan entah kemana-mana dengan bibir yang sedikit membengkak.
Sementara wanita itu hanya menatap suaminya sambil mendelik kesal.dengan wajah kebinggugan.
"Abang Iiihh...kenapa ketawa mulu"?..
๐น๐น๐น๐น๐น
Jagan lupa dukungannya hadiah like vote and komen makasih.
__ADS_1
Bay..bay...
Tbc.