Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par 54


__ADS_3

''Wanita yang Azka sukai sudah punya suami Mom''.


Astaga Wita sampai tepuk jidak,Azka adalah laki-laki yang sagat tampa tapi kenapa sampai menyukai istri orang.


''Azka harus bagai mana Mom''.


''Huss jagan menyukai istri orang kamu mau jadi Pebinor''?..


Mendegar pertanyaan Mommynya Azka menggeleng cepat.


Iya kali iya mau menjadi pebinor,bahkan yang direbut bukan istri orang lain melainkan istri Kakaknya sendiri.


''Kalau gak mau ya udah lupakan wanita itu, nanti Mommy bantu carikan penggantinya''.


''No Mom Azka bisa nyari sendiri''.Azka langsung panik mendegar Mommynya akan mencarikan dirinya seorang pacar,doi takut Wita akan mencarikan dirinya sama degan Mommynya mencarikan calon istri untuk Kakaknya.


Oh..tidak menggigat nama Kakaknya Azka jadi igat kembali degan Salsa.kenapa sulit sekali baginya untuk melupakan Salsa,wanita cantik dan berpenampilan sopan,dizaman sekarang apa lagi dikota besar seperti ini sagat sulit untuk menemukan wanita seperti Salsa.sagat langka.


''Kenapa bukankah Kakakmu juga Mommy yang carikan''.Wita mengeryit sambil menatap putra bungsunya heran.


''No Mom Azka gak suka sama wanita yang modelan Jeny''.


''Kenapa Jeny-kan cantik baik dan juga ****''.


''No Mom Azka gak suka yang modelan begitu''.


Ditempat lain.


''Apa kau sudah mengetahui keberadaan istriku''?tanya Jhonsen pada pukul sepuluh malam itu,kepada anak buah yang iya perintahkan untuk mencari istrinya.


''Sudah tuan Nona Salsa sekarang dijalan Z, menurut informasi yang saya dapatkan Nona bekerja disana tuan''.


Bekerja''?.. pekerjaan apa yang Salsa lakukan disaat kehamilannya yang masih rawan keguguran seperti itu.


''Kerja''?..


''Iya tuan kerja''.

__ADS_1


''Kerja apa istriku disana''?..


''Menurut informasi yang saya dapatkan istri tuan bekerja sebagai pencuci piring dan membantu pekerjaan lain disana tuan".


"Pyar Aaahhh".lagi-lagi Jhonsen membanting guci yang terletak disamping meja kerjanya membuat anak buah Jo yang bernama Zian langsung terjingkat kaget.


''Ayo antarkan aku kesana sekarang''.Jo berbicara sambil meraih kunci mobilnya yang tergeletak diatas meja.


''Biar saya yang bawa mobilnya Tuan''.Zian meminta kunci mobil,pasalnya doi takut karna saat ini hati Jhonsen sedang kalut,sungguh dirinya tidak mau mati konyol apa lagi doi belum menikah.


Jhonsen hanya menurut saja kerna jujur sekarang hatinya benar-benar kacau.


Didalam mobil Jo tidak berbicara sepatah kata pun,laki-laki itu kini terlihat sagat terpukul iya sudah sagat berdosa sudah menuduh istrinya yang tidak-tidak.bahkan iya tega tidak mengakui darah dagingnya sendiri dan sekarang istrinya harus bekerja disebuah warung sebagai pencuci piring,suaminya macam apa dia yang tega menelantarkan istrinya yang sedang megandung anaknya sendiri.


''Sudah sampai tuan''.


Lamunan Jo buyar saat terdegar suara Zian memanggil dirinya.


Perlahan Jo melangkah keluar dari mobil kemudian megedarkan pandagan disekitar rumah-rumah sederhana yang berjejer rapi kemudian iya bertanya.


''Disana Tuan''.Azka menunjuk gang sempit yang ada didepan mereka.


''Aku bertanya dimana istriku''?..kenapa kau malah menunjukkan jalan''.bentak Jo degan suara yang sudah mulai meninggi.


''Maaf Tuan maksud saya rumah pedagang bakso itu ada didalam sana dan kita harus jalan kaki untuk bisa pergi kerumah mereka''.


''Kenapa kau ribet sekali,kenapa tidak pakai mobil saja''.


Mendegar ucapan Jhonsen Zian langsung geleng-geleng kepala.


''Ternyata cinta bisa membuat orang pintar menjadi bodoh''.batin Zian sambil melihat kemarahan Jo kemudian kembali berkata.


"Maaf Tuan disana tidak bisa masuk mobil apa tuan tidak melihat bahwa jalannya kecil dan sempit".


Mendegat ucapan Zian Jo langsung melihat kearah jalan kemudian berkata.


''Kenapa kau tidak bilang dari tadi''lirihnya sambil melangkah duluan.

__ADS_1


''Ck dari tadi dikasi tau jugak''.Zian berbicara pelan sambil mengikuti Jo dari belakang.


''Dukk''.


''Aduh sakit tau gak''?..


"Iya sakit "?..emang Tuan saja yang tau sakit saya juga kesakitan Tuan".batin Zian sambil mengusap keningnya yang terbentur degan kening Jhonsen.


"Iya Tuan maaf".akhirnya hanya kata itu yang mampu Zian ucapkan igin melawan tapi iya takut dipecat,dizaman sekarang sagat sulit untuk mencari pekerjaan apa lagi bekerja bersama Jhonsen Zian bisa menerima gaji yang sagat tinggi meskipun terkadang tingkah Jo menyebalkan tapi laki-laki ini sagat baik dan pengertian jika menyangkut masalah uang.


"Mana rumahnya disini rumah ini rumah dan ini rumah dimana-mana rumah".grutu Jo sambil menunjuk deretan rumah yang ada didepannya satu persatu.


"Astaga Tuan kalau ngak tau tu jalannya dibelakang tuan jagan didepen".akhirnya keluar juga kata-kata itu.Zian sudah benar-benar geram degan ulah Jhonsen,apalagi sekarang sudah hampir pukul sebelas malam.


"Tuan ini sudah sagat malam apa mungkin kita mendatangi rumah orang sudah malam begini"?..


"Kau tinggal bilang saja yang mana rumahnya bodoh kau ini bertele-tele sekali".


"Yah baiklah".Zian pasrah dari pada dirinya kena semprot melulu lebih baik iya biar kan saja Jhonsen mengetuk pintu rumah orang ditengah malam buta begini.


"Ck..mana rumahnya".Jo sudah berdecak kesal melihat Zian,padahal dirinya sudah sagat merindukan istrinya iya igin meminta maaf degan istrinya itu sekaranag,tapi anak buahnya ini sungguh banyak sekali tingkahnya.


"Disini tuan".Zian berdiri tepat didepan rumah salah satu warga,rumah sederhana dan terlihat bersih.


Jhonsen berjalan degan cepat kemudian mengetuk pintu rumah itu degan bertubi-tubi membuat Zian yang ada disebelahnya outo tepuk jidat,begini lah kalau sudah cinta orang waras pun menjadi gila pikir''.Zian sambil menatap tingkah Bosnya itu.


🌹🌹🌹🌹🌹


Mana hadiah like vote and komen nya cobak


outhor tunggu ya"?..


makasih


Bay..bay...😍😍


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2