Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par44


__ADS_3

''Apa sayang''.sontak saja doi langsung duduk dari tidurannya.


''Mandi Bang''.


''Iya''. jawabnya sambil berdiri dan menarik istrinya agar ikut mandi.


''Salsa mandi belakagan Bang''.Jo tak menjawab bahkan doi terus saja menarik tagan istrinya.


''Abang udah iiihh...ini udah malam tau gak nanti masuk agin''.ucap Salsa saat tagan Jhonsen sibuk menjamah tubuhnya.


''Idih...kenapa Abang cuman pegen mandiin Adek''.ucapnya sambil tertawa jahil.


''Salsa bisa mandi sendiri kok Bang''.


''Mau Abang mandiin atau Abang goyagin''.


Aih...Jhonsen omogannya itu lho bikin greget.


Akhirnya Salsa pasrah membiarkan suaminya memandikan dirinya.


''Jagan disana Bang geli''.lagi-lagi tagan nakal laki-laki dewasa itu nyasar ditempat yang tak semestinya.


''Geli enak gak Dek''?..


Oh...astaga ucapan Jhonsen membuat wajah Salsa memerah karna malu.


Setelah selesai memandikan istrinya doi langsung melilitkan handuk ditubuh polos Salsa kemudian iya melilit handuk dirambut panjang istrinya.


''Cup''.satu kecupan iya hadiahkan tepat dibibir sang Istri.


Membuat mata Salsa langsung melotot.


"Wanggi sayang''. lirihnya kemudian doi langsung berdiri dibawah shower,sementara Salsa doi langsung saja kabur keluar.


"Sini Abang bantu".ucap Jhonsen setelah doi megenakan piyama tidur,kemudian berjalan menghampiri istrinya dan meraih handuk yang ada ditagan sang istri,untuk membantu Istrinya megeringkan rambut.


****


Sudah hampir dua bulan Salsa dan Jhonsen menikah,tapi sampai sekarang laki-laki itu belum juga mau berbicara jujur tentang pernikahan mereka.


Jo sekarang sudah tidak diawasi lagi oleh Bodyguard Momynya.itu semua karna permintaan Daddynya.bahkan iya sekarang selalu ada disamping sang istri,iya akan pulang jika Momynya menelfon tapi ditegah malam laki-laki itu akan kabur dan kembali keapartemen menemui istrinya.


''Hari ini kekampus sayang''.tanya Jhonsen disela-sela sarapannya.

__ADS_1


''Iya Bang''.jawab Salsa degan mulut yang penuh degan nasi goreng buatannya sendiri.


''Abang nanti pulang kerumah Mommy''.Salsa hanya mengganguk saja sudah meenjadi kebiasaan suaminya itu jika harus membagi waktu untuknya.


Entah sampai kapan laki-laki didepannya ini, akan memberitahukan keluarganya tentang status pernikahan mereka.


''Ayo naik''.pinta Jhonsen pada sang istri saat mereka akan berangkat dimobil yang sama,tapi degan tujuan yang berbeda,Jhonsen akan pergi kerumah sakit,sementara sang istri pergi kekampus.


''Hati-hati sayang''.lirihnya sambil megecup kening sang istri degan lembut.


''Iya Abang juga hati-hati''.Salsa berbicara sambil mencium tagan suaminya degan takzim.


Kemudian iya keluar dari mobil,setelah istrinya keluar Jhonsen menjalankan mobilnya kembali menuju rumah sakit.


''Hey Sal widih sombong baget lho sekarang''.saat Salsa igin melangkah memasuki kampus tiba-tiba saja Tantri menghampirinya.


''Astaufirullah Tri bikin kaget tau gak''?


''He...he..he...maaf''.lirihnya sambil cegegesan.


''Gue kagen''.berbicara sambil memeluk sahabatnya degan erat.


''Lu pakai parfum apa sih Tri bau baget''.Salsa berbicara sambil menutup hidungnya.


''Huek...huek...aduh ini kenapa lagi''?.lu sana Tri gue gak kuat nyium bau lu''.


''Elah lu tega bener sama sahabat sendiri''.Tantri berbicara sambil menjauhi Salsa.


Perlahan mereka berdua berjalan menuju kelas tapi degan jarak yang cukup jauh.


''Hai Salsa lama gak ketemu lho makin cantik aja''.celetuk Miko.


Ya laki-laki itu baru saja pulang dari luar negri, entah lah anak orang kaya biasa kuliah seenak jidatnya.


''Hey''.jawab Salsa pendek.


''Lho kenapa wajah lu pucat baget''?.tanya Miko sambil meneliti wajah Salsa.


''Gak apa-apa kok,gue cuman lemes doang''.


''Salsa''...pekik Tantri,Miko,dan Anton secara bersamaan saat melihat tubuh Salsa luruh,untung saja Miko degan cepat menangkap tubuh lemah wanita itu hinga iya tidak sempat memcium lantai.


''Salsa bagun Sal''.pekik Tantri yang sudah mulai menagis sesegukan.

__ADS_1


''Bagun Sal''?..lagi-lagi Tantri menepuk pelan pipi sahabatnya itu.


Salsa tetap tak bergeming.


''Kita harus gimana''?..tanya Anton degan nada panik sambil memperbaiki letak kacamatanya.


''Ruagan Uks''.


''Perawatnya belum datang''.


''Rumah sakit Miko memberikan saran yang diangguki yang lainnya,kemudian laki-laki itu langsung membopong tubuh lemah Salsa untuk masuk kedalam mobil sport milik Miko.


''Gue ikut''.pekik Tantri yang diangguki Gio,sementara Anton hanya megantarkan mereka sampai keparkiran saja,setelah itu doi langsung masuk kekelas kembali.


''Sal lu kenapa''?.tanya Tantri sambil terus menepuk pipi Salsa yang ada dipangkuannya.


''Suster dokter tolong''?..pekik Tantri degan wajah panik sementara Miko doi langsung megankat tubuh Salsa masuk kedalam rumah sakit.


Jhonsen yang akan memasuki ruagaannya hanya menoleh sekilas kemudian iya melanjutkan langkahnya kembali memasuki ruagan.itu semua karna iya sama sekali tidak melihat wajah istrinya,bahkan iya sama sekali tidak megenal Miko.sementara Tantri masih berjalan dibelakang. Jhonsen sama sekali tidak melihat wanita itu.


Hampir setegah jam mereka menunggu Salsa didepan ruagan IGD.


Tantri duduk terdiam diluar,tepatnya wanita itu berdiri didepan pintu kaca ruagan IGD.air matanya tak henti-hentinya menetesysegela doa iya rapal-kan untuk sahabatnya itu.


Perlahan pintu ruagan terbuka,terlihat seorang Dokter laki-laki keluar dari sana degan wajah terseyum sambil menatap Miko.


Ada apa degan Dokter ini,sahabatnya sakit kok malah terseyum''?..batin Tantri heran.


''Bagai mana keadaan teman saya Dok''?..Tantri langsung saja menyerbu dokter tersebut degan pertanyaan.


''Apa Mas ini suaminya''?..pertanyaan sang Dokter membuat Miko binggung harus menjawab apa''?..


''Diagnosis saya istri anda hamil,untuk lebih memastikan bapak boleh langsung periksa kedokter ob'gyn''.dokter muda itu langsung saja nyerocos tampa menunggu jawaban Miko.


Sontak laki-laki itu langsung melotot kaget,niat hati doi igin mendekati Salsa tapi sekarang..apa''?.. wanita itu hamil,anak siapa''?..bukankah Salsa belum menikah''?..pertayaan-pertayaan itu berputar-putar dikepalanya.


''Selamat ya''.ucap Dokter sambil menepuk bahu Miko pelan dan berjalan menjauh dari mereka.


''Alham dulillah''.ucap sukur Tantri sambil megusap wajahnya sebagai tanda bersyukur.


Sementara Miko laki-laki itu masih diam terpaku mencerna apa yang sebenarnya terjadi,perlahan iya melangkah mendekati Tantri setelah doi bisa megontrol diri.


''Anak siapa yang Salsa kandung''?...

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2