
''Kamu mau kemana Jo''?.Wita berlari mengejar putranya, saat melihat Jhonsen setengah berlari keluar dari kamar dan melangkah menuju mobil Sport miliknya.
''Jo jawab Mommy Jo kamu mau kemana Nak''?.Wita bertanya dengan suara yang sudah bergetar menahan tangis.
''Jo ada urusan penting Mom,Jo pergi dulu''.pamitnya dan langsung memasuki mobil. kemudian meleset dengan kecepatan tinggi.
''Ada apa sayang''.Alex langsung berlari menyusul istrinya keluar saat mendengar keributan.
''Sayang,Jo sayang, tolong perintahkan anak buahmu untuk menyusulnya sayang.aku kawatir sayang".
"Plis hony''.
''Ok kau tenang lah''.setelah mengatakan itu semua, Alex dengan cepat meminta beberapa anak buahnya untuk menyusul sang putra.
Diperjalanan Jhonsen tak henti-hentinya menangis. berkali-kali laki-laki itu mengusap wajahnya kasar.iya benar-benar tak menyangka jika orang kepercayannya tega melakukan ini semua padanya.
''Kau akan menyesal telah melakukan ini pada ku, akan kupastikan kau akan menyesal".gumamnya dengan gigi yang bergemeletuk kuat.sambil tetap menjalankan mobilnya memecah jalanan kota jakarta yang padat.
Sesekali iya juga mengumpat karna jalanan yang macat bahkan laki-laki itu kadang juga memukul-mukul stir mobilu kadang juga Jhonsen membunyikan klekson mobil hinga orang-orang yang ada didepannya merasal kesal karna berisik.
''Bagsat kenapa kau tak jalan juga''?..lagi-lagi iya mengumpat karna merasa kesal dan juga frustasi.
Sementara anak buah Alex yang diminta untuk mengikuti Jhonsen kini sudah berada tepat dibelakang laki-laki itu.
π±"Tuan Alex' tuan muda Jo sekarang ada didepan kami".orang kepercayaan Alex langsung menghubungi bosnya itu.
π±Tolong kau ambil alih kemudi,saya kawatir dia tidak akan pokus menyetir jika dalam keadaan seperti ini".
π±"Ba....Tuan".
"Brakkkk".
π±"Tuan muda".telfon yang ada ditagan Bodyguard itu langsung terjatuh seiring dengan suara tabrakan yang keras. terjadi tepat didepan mata mereka.
π± Hallo apa yang terjadi''?.. tolong katakan apa yang terjadi pada putraku".Alex menjerit histeris sesaat setelah mendengarkan suara gaduh yang seperti tabrakan sesuatu yang sangat keras.
Sebuah mobil sport yang menerobos lampu merah, mengakibatkan pengendaranya menabrak truk yang akan melintas.hinga membuat mobil sport tersebut jatuh mengelinding dijalanan aspal.
Beberapa orang warga berlarian untuk melihat dan membantu korban.
"Permisi tolong permisi izinkan kami melihat korban sebentar".beberapa laki-laki yang mengenakan setelan hitam menerobos kerumunan orang yang hanya sebagai penonton tanpa mau melakukan apa pun.
"Anda siapanya".
Laki-laki dengan setelan hitam itu sama sekali tak menjawab. iya hanya pokus menatap kedepan sambil sesekali mengulurkan tagannya mengusir orang-orang yang hanya berdiri saja dari kejauhan.
" Tolong buka pintu mobilnya jika tidak tuan Muda tidak akan bisa diselamatkan".panik semua laki-laki dengan setelah jas itu saat melihat siapa yang ada didalam mobilu dengan cepat mereka langsung membuka pintu mobil karna benzin mobil yang terus menetes kawatir akan meledak.
"Telfon Ambulan".pintanya dengan wajah panik. setelah Jhonsen berhasil dikeluarkan.
__ADS_1
"Baik Bos".
"Tuan muda bangun Tuan".salah satu laki-laki mencoba memberikan pertolongan pertama.
Saat melihat wajah bahkan tubuh Jhonsen yang dipenuhi luka membuat mereka diliputi rasa kawatir.
"Wiw....wiw...wiw."..
Suara ambulan yang memekakkan telinga membuat siapa pun yang mendengarnya menjadi merinding dan takut.
Dengan cepat para Bodyguard menganket tubuh Anak dari Bosnya itu masuk kedalam ambulan. tampa menunggu para perawat membawakan brangker.
Sedari tadi gawai milik para bodyguard terus saja berderingu namun tak ada satu pun yang kepikiran untuk menjawabnya.karna rasa kawatir mereka saat melihat keadaan anak dari Bosnya itu.
Ditempat lain.
"Pyarrr".
"Allah huakbar".gelas yang ada ditangan Salsa langsung jatuh saat wanita hamil itu sedang menuangkan air kedalamnya.
"Abang".entah kenapa hatinya menjadi tidak menentu.seharian ini iya terus saja kepikiran dengan suaminya itu.
"Kamu kenapa Dek"?.Zian datang setengah berlari sesaat setelah laki-laki itu mendengar suara benda terjatuh.
"Abang Kak,hiks...Abang kenapa Kak"?.melihat Salsa yang menangis dan terus memanggil suaminya membuat Zian meraih smartpthone yang ada dusaku celana bahan yang iya kenakan.
Beberapa kali Zian mencoba namun tak juga ada jawaban.
"Bagai mana Kak"?.
"Sebentar Dek".
π² "Dret...dret...
Belum sempat Zian menghubungi Jhonsen kembali, suara dering ponselnya membuat laki-laki itu degan cepat melihat kearah layar ponsel.
Nama tuan besar tertera disana membuat Zian mengernyitkan keningnya karna binggung.
karna biasanya Alex tak pernah sama sekali menghubunginya.
''Siapa Kak''?.. tolong angkat Kak''.Salsa memdesak Zian untuk mengangkat telfon yang terus saja berbunyi.
''Iya ini Kakak angkat''.
π±''Assalamualaikum tu''.
π±''Kau dimana Zian''?.belum selesai Zian menjawab Alex langsung memotong ucapannya.
π± "Saya dikampung tuan".
__ADS_1
π±"Dasar bodoh kau'..bukannya kau menjaga putraku tapi kau malah meninggalkannya dalam keadaan terpuruk,sekarang tolong kau cari tau dimana putraku''?.. bangsat anak buah tak berguna kau Zian".
Zian langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya saat mendengar umpatan dari ayah Bosnya itu.
π±"Apa yang sebenarnya terjadi tuan''?.tanya Zian dengan wajah yang sudah mulai panik.
Membuat Salsa yang masih menangis juga bertambah panik.
π±''Jo Sayang Jo kecelakaan".terdengar suara perempuan yang berbicara sambil meraung. namun masih bisa didengar Zian dengan jelas. membuat tubuh laki-laki itu langsung limbung kebelakang.
Dengan cepat iya langsung mematikan telfonnya dan melangkah degan setengah berlari.
"Kak apa yang terjadi''?.. Salsa ikut Kak".Salsa berlari-lari mengejar Zian.bahkan wanita itu sama sekali tidak memperdulikan perutnya yang besar.
"Mau kemana kalian Nak"?.Maryam langsung ikut berlari menyusul sang putra saat melihat putranya dan juga Salsa berlari dengan wajah panik.
"Ada pekerjaan mendadak Bu Zian pamit dulu,nanti Zian kabari lagi".
"Nak Salsa kenapa ikut Nak''?..ngak baik buat kesehatan kamu sayang".
"Salsa harus pergi bu, perasaan Salsa ngak enak. Salsa takut terjadi sesuatu pada Abang Bu".
"Kami pamit Buk".Zian langsung mencium punggung tagan ibunya. kemudian mengandeng tagan Salsa dan membawa wanita yang sudah dianggap adiknya itu memasuki mobil.
Dirumah sakit.
Seorang laki-laki yang biasanya selalu tampil dengan sempurna. meskipun selalu ditimpa berbagai macam masalah. kini hanya berbaring lemah tampa bisa bergerak dengan mata yang terus tertutup.
Beberapa saat yang lalu iya sampai dirumah sakit.tempatnya bekerja jika biasanya dirinya lah yang sekarang berdiri dan membedah orang yang kecelakaan atau orang yang sakit parah.
Namun sekarang keadaan seolah-olah berbalik.sekarang dirinya lah yang berbaring lemah dan sedang ditangani beberapa dokter.
Sedari tadi kedua orang tuanya dan sang Adik selalu setia menunggunya didepan ruagan operasi.dengan hati yang cemas. bahkan sedari tadi Wita tak henti-hentinya menangis. beberapa saat yang lalu ibu dua anak itu sempat pingsan karna terkejut saat melihat kondisi sang putra.
Yah beberapa saat yang lalu anak buah Alex menghubunginya dan mengabarkan bahwa memang benar Jhonsen lah yang kecelakaan.
Hinga membuat seisi rumah menjadi shok dan kawatir.
"Bagai mana keadaan anak saya Dokter"?.
πΉπΉπΉπΉ
Outhor mau ngajar target jadi harus updet seribu kata atau lebih. jagan pernah bosan ya baca karya receh outhor.
Jagan lupa kasi dukungan buat outhor dengan cara like hadiah vote and komen makasih.
Bay..bay...π₯°π₯°π₯°
Tbc.
__ADS_1