Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par 41


__ADS_3

''Bang Salsa pegen makan disitu boleh''.sambil menunjuk warung nasi dipinggir jalan.


''Hem''. jawabnya malas untuk saat ini iya sagat malas untuk berdebat,iya membiarkan Salsa makan ditempat yang seperti ini,banyak sekali laki-laki didalamnya itu yang membuat mut Jhonsen kembali buruk.


Kenapa istrinya justru memilih tempat makan yang seperti ini,bukankah masih banyak tempat yang lain.


Jhonsen menarik nafasnya panjang kemudian berjalan megikuti Salsa degan malas.


''Ayo''.berbicara sambil menggandeng tagan istrinya degan posesif.


''Abang mau makan apa''?.tanya Salsa setelah mereka berdua duduk dilesehan,disalah satu meja disudut ruangan yang terpapar sinar matahari langsung.


''Kenapa malah memilih makan disini,ini sagat panas dan pegap''berbicara sambil megibaskan tagannya merasakan panasnya matahari siang.


''Salsa lebih cocok sama makanan yang seperti ini Bang,Salsa gak bisa makan-makanan seperti tadi''.


''Abang gak makan''.Salsa bertanya setelah makanan yang iya pesan datang.


Jhonsen diam matanya hanya melihat piring nasi Salsa yang sepertinya segat menggiurkan.


''Abang mau''.tanya Salsa yang sudah meyodorkan tagannya kemulut suaminya,Ya Salsa memilih makan menggunakan tagan itu lebih nikmat dan rasanya akan beda jika dibandingkan degan menggunakan sendok.


''Aakk buka mulutnya''.


Akhirnya Jhonsen hanya menurut karna dirinya juga sagat tergiur mencium bau rendang daging yang sagat menggugah selera.


''Enak gak''?tanya Salsa setelah berhasil meyuapi suaminya.


''Lumayan''. lirihnya berbicara degan mulut yang masih penuh.


''Salsa hanya terseyum menaggapi suminya,iya terus meyuapi dirinya dan juga suaminya dipiring yang sama hinga nasi yang ada dipiringnya habis tampa sisa.


''Beli lagi daging yang dimasak seperti ini Dek, biar nanti kalau Adek lapar bisa makan dirumah''.


Astaga Jhonsen bilang saja kalau kamu mau jagan menuduh orang,gensian baget.


''Iya Abang''. jawab Salsa sambil menahan senyum.


''Pak tolong bungkus rendang ayamnya tiga porsi,trus rendang dagingnya empat porsi sekalian sama sayur lalap dan sambelnya ya Pak''.


''Iya Nang aduh enak ya neng''?tanya laki-laki paruh baya sambil menatap Salsa degan seyum kemudian beralih menatap Jhonsen.


''Itu Abang-nya Neng''?tanya sang Bapak yang membuat mata Jo langsung melotot.


''Salsa hanya terkekeh mendegar penuturan pemilik warung kemudian menjawab.


''Bukan Pak dia suami saya''.


''Oh...maaf Neng Bapak gak tau''.ucapnya degan wajah sungkan menatap Jhonsen.


''Ayo sayang''.Jhonsen memeluk pinggang Salsa degan masih degan wajah juteknya.


''Tak pikir tadi Masnya masih lajang,pegen Bapak jodohin sama anak Bapak''.lirih laki-laki paruh baya itu lagi.


Eh...siBapak teryata itu to tujuannya.


''Abis Masnya tampan mirip bule,Bapak juga pegen tu punya cucu Bule''.celetuknya lagi membuat Salsa menahan tawanya melihat wajah kesal suaminya.


''Ini Neng,udah Mas omogan Bapak gak usah dimasukin kehati''.ucapnya lagi.

__ADS_1


Jhonsen hanya diam,sambil megeluarkan dompet dan membayar makan mereka kemudian pergi.


''Abang kok diam aja gak suka ya pergi sama Salsa''?..


''Bukan''. jawabnya singkat.


''Trus''?..


''Abang lagi malas gomong''.


Salsa terkekeh.


''Ada ya


''Hem''


Lagi-lagi Salsa terkekeh suaminya ini selain kaku juga jutek abis.tapi tidak bisa dipungkiri doi juga baik dan perhatian meski pun terkesan kasar dan arogan.


''Mau kemana lagi tanya Salsa saat melihat Jhonsen tidak megantarkannya kekos-kosan.


''Megantarkan kamu Pulang''. lirihnya pelan.


''Pulang''?...pulang kemana Salsa kan gak punya rumah disini''?..


''DiApartemen kita,mulai sekarang adek harus tinggal disana, Abang gak mau adek tinggal dikos-kosan lagi dan satu lagi berhenti bekerja''ucapnya tegas tampa bisa dibantah.


''Iya''. jawab Salsa malas.


''Ayo turun''.lirihnya setelah sampai didepan Apartemen.


''Adek dirumah dulu Abang kerumah saakit sebentar''.Ayra hanya meganguk.


Lagi-lagi Salsa meganguk.


''Ya sudah sana masuk''.


''Iya Abangnya hati-hati''.ucapan Salsa sambil mencium punggung tagan suaminya.Jhonsen hanya meganguk sambil megecup kening sang istri degan lembut.kemudian melangkah menjauh dan masuk kembali kedalam mobil.


Salsa melangkah memasuki rumah,saat iya igin menekan Passwored pintu Apartemen seseorang memanggil namanya.


"Hey...apa kau tukang bersih-bersih diapartemen ini"?..


Salsa menoleh,bukan kah wanita ini tunagan suaminya,entah kenapa saat megigat itu hatinya sagat sakit hingga iya sulit untuk menjawab pertayaan Jeny.


"Hey apa kau tuli".panggil Jeny lagi membuat Salsa tersadari dari lamunannya.


"Eh maaf Kak".


"Kakak kapan gue nikah sama Abang lu,panggil nyonya Jeny,lu kan kerja dirumah calon suami gue".


"Lu baru calon aja udah belagu,gue aja istrinya santai dasar ropeah".batin Salsa kesal.


"Eddah malah diem,bukain pintunya".


"Bukannya Nyonya yang **** ini calon istrinya masak gak tau Password apartemen tunagannya sih".sindir Salsa membuat Jeny kesal.


"Bukain aja kenapa sih rebet amat".


"Iya sebentar".Salsa berbicara sambil menekan Passwored apartemen.

__ADS_1


"Ayo masuk Nyonya''. panggil Salsa degan nada jengkel.


Haduh banip apa sekarang yang iya alami istri sah harus melayani calon pelakor.


Salsa mendesah panjang dan melihat Jeny langsung duduk diruang tamu,degan meyilangkan kakinya sudah seperti wanita penggoda.roknya pendek sampai celana dalemnya kelihatan.


"Bikinin gue minum haus".berbicara sambil megibas-gibaskan tagannya.


"Iya''. jawab Salsa malas.


"Ini''. Salsa meletakkan satu gelas jus jeruk kemudian iya melangkah meninggalkan Jeny sendirian diruang tamu.tapi lagi-lagi langkahnya terhenti.


"Hey kamu sini sebentar.


"Apa lagi sih ini pelakor".lirih Salsa pelan.


"Buatkan gue makanan perut gue laper".


Salsa megeram kesal igin sekali iya menghajar wanita satu ini,degan terpaksa iya melangkah menuju dapur iya memanaskan makanan yang iya beli tadi degan suaminya ditenda pinggir jalan.andai Jeny tau makanan ini dari pinggir jalan pasti lah wanita itu tidak akan mau memakannya.


"Bodo amat setelah makanan ini nanti dimakan. baru akan gue ceritakan,dari mana asal makanan ini gue jadi gak sabar pegen melihat wajah kesal sipelakor''.lirih Salsa sambil tertawa jahil


''Ini''. Salsa berbicara sambil meletakkan beberapa menu yang iya beli diwarung tenda tadi.


Jeny menatap makanan degan wajah berbinar doi mulai meyentap makanannya degan lahap.


''Enak ya Nyonya''?.Salsa bertanya setelah makanan yang ad dipiring Jeny tinggal sedikit.


''Enak baget lu masak sendiri''?..


''Enggak ''.


''Trus lu daper dari mana''.


''Gue beli dipinggir jalan''.


''Huek''..seketika itu juga Jeny langsung berlari kekamar mandi dan muntah disana Salsa yang melihatnya tertawa gakak hinga perutnya terasa keram.


''Seneng baget''.lirih seseorang sambil memeluk pinggangnya dari belakang.


''Abang sudah pulang''?


''Iya kok kaget gitu''?..tanya Jo binggung sambil menatap Salsa penuh tanya.


"Disini ada Tunagan Abang lo".


"Tunagan".Oh...astaga Jo sampai lupa kalau dirinya punya tunagan.


"Jeny lo iihhh... ayo sini Salsa menarik suaminya masuk kedalam kamar.


Oh..iya sekarang Jo baru igat,tapi kenapa wanita itu ada disini dan siapa yang memberitahukan Jeny alamat apartemen ini"?...


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Bagi hadiah-nya donk like vote and komen.


makasih


bay-bay😍😍😍

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2