
''Kamu kemana Sayang''.lirih Jhonsen kembali melangkah meninggalkan kos-kosan.
''Aku harus mencarimu kemana sayang''?..
''Apa aku harus menelfon Bapak ya''?...Jhonsen bertanya sambil menepikan mobilnya dipinggir jalan,kemudian degan cepat iya meraih smartpthonenya yang ada disaku celana dan menghubungi nomor Abahnya Salsa.
''Hallo assalamualaikum".terdegar jawaban dari seberang sana.
"Walaikum salam Pak bagai mana kabarnya baik"?...terdegar suara Abah dan Emak rebutan ponsel diseberang sana.
''Baik nak Jo''...Salsa bagai mana baik''?.
Mendegar pertayaan Abah menayakan istrinya, seketika itu juga rasa kawatir Jhonsen kembali mendomonasi.itu artinya istrinya itu tidak ada disana.
''Ya allah kamu kemana sayang''.batin Jo merasa sagat kawatir.
''Salsa baik kok Pak''.Jhonsen terpaksa berbohong,tidak mungkin Jhonsen megatakan yang sebenarnya,doi takut mertuanya itu akan sagat kawatir jika putri satu-satunya kini hilang entah memana''?..
''Ya sudah Pak Buk Assalamualaikum''.tampa menunggu jawaban Jhonsen langsung mematikan telfon,Jo takut kedua orang tua Salsa bertanya ini dan itu.
Setelah mematikan telfon Jhonsen langsung meletakkan Smartpthone miliknya diatas Dashboard mobil kemudian kembali menjalankan mobil degan pelan,entah kemana lagi iya harus mencari istrinya,semalaman Jhonsen berputar-putar dikota jakarta untuk mencari istrinya tapi hasilnya tetap nihil.
Hampir pukul dua belas malam Jhonsen kembali menjalankan mobilnya menuju Apartemen,berharap istrinya sudah kembali kerumah.saat sampai didepan Apartemen Jhonsen degan cepat memarkirkan motornya meraih smartpthone diatas dashboard, kemudian laki-laki itu setegah berlari menuju Apartemen miliknya,hatinya benar-benar berharap bahwa istrinya ada didalam sekarang.tapi saat iya sampai didalam hatinya kembali merasa kwatir,karna istrinya teryata benar-benar tidak ada dan entah dimana sekarang istrinya itu.
''Aaarrrrggg''.Jo menjerit ditegah-tegah kamar tubuhnya kini telah luruh diatas lantai,pikiran-pikitan buruk kini menghantui dirinya,apakah istrinya pergi meninggalkannya karna ketidak jujurannya kepada keluarganya''?atau mungkin karna istrinya itu kini telah kecewa padanya dan sekarang sudah membencinnya,atau bahkan mungkin ada yang menculik bahkan meyakiti istrinya.
''Dret... dret..
Saat Jhonsen sedang bersipuh diatas lantai menagisi istrinya,gawai yang ada ditegannya berdering,degan cepat iya melihat berharap yang menelfon adalah orang yang megetahui dimana istrinya.
__ADS_1
''Aaaah''...desahnya panjang,karna teryata dugaannya salah,yang menelfonya justru Mommynya Wita.
Melihat Mommynya yang menelfon Jhonsen langsung melempar Smartpthone kesembarang arah,kemudian berjalan menuju kamar mandi,Jo pikir degan mandi pikirannya bisa sedikit lebih tenang.
Jhonsen langsung berdiri manggunakan pakaian lengkap dibawah kucuran air shower,sambil memjamkan mata pikirannya sekarang benar-benar kacau.
Puas berdiri dibawah guyuran Shower Jhonsen membuka semua pakaiannya,kemudian meraih handuk dan berjalan keluar kamar mandi,hatinya masih sagat kacau sekarang teryata degan mandi terlalu lama tidak juga bisa membuatnya tenang.
"Kamu kemana sayang".lirihnya sambil mengenakan pakaian.
"Tok...tok...tok".
Baru saja Jhonsen igin membaringkan tubuhnya yang lelah diatas tempat tidur,pintu Apartemennya diketuk secara bertubi-tubi.sontak Jo melihat jam didinding,pukul satu malam,siapa yang datang kerumahnya malam-malam seperti ini''?..
"Apakah itu Salsa"?..setelah megatakan itu Jhonsen berlari menuju pintu.
"Mau apa kalaian kesini"?
"Maaf Tuan muda kami diminta Nyonya Wita untuk menjemput anda pulang".
"Sayang tidak mau".
"Maaf Tuan muda jika anda tidak bisa kami bawa degan cara baik-baik degan terpaksa kami akan memaksa anda agar mau ikut".
"Coba saja kalau kalian bisa".setelah megatakan itu Ketiga Bidyguard langsung meyerang Jhonsen.
Jhonsen yang sudah kalut hatinya dipenuhi rasa kawatir dan rasa bersalah kepada sang istri,langsung saja melawan para Bodyguard degan sagat burutal hinga membuat ketiga Bodyguard babak belur dan berlari menjauhi Jhonsen.
Jhonsen menghapus darah yang megalir dari sudut bibirnya degan jempolnya kemudian melangkah memasuki rumah.
__ADS_1
"Aarrggg...hiks...hiks...hiks...".untuk petama kalinya laki-laki dewasa ini menagis karna seorang wanita,sekarang baru iya meyedari begitu dirinya mencintai Salsa,hatinya kini benar-benar hancur dan hampa,kemana wanitanya itu,kemana istri tercintanya itu, wanita sholiha yang selalu sabar menghadapi emosinya yang naik turun,menghadapi laki-laki yang trowma degan masalalu,itu jugalah yang selalu,membuat Jhonsen sering meyakiti istrinya,tapi Salsa tetap sabar berada disisinya.
"Aaaarrgg...hiks..hiks...Dek kamu dimana''?.. kenapa harus pergi jika memang Abang punya salah,kasi tau Abang jika memang kamu igin mendegar kata cinta dari Abang,akan Abanag katakan,Abang memang bodoh Dek tidak pernah meyadari perasaan dan cinta Abang yang sesungguhnya sagat besar buat Adek,..hiks...hiks...pulang sayang Abang bisa tiada jika Adek pergi".Jhonsen menagis sambil mersimpuh dilantai dan memukul-mukul dadanya yang sesak.
Subuh menjelang
"Eemmm".leguhan kecil keluar dari mulut laki-laki yang kini sedang meringkuk diatas lantai mar-mar yang digin.
Ya Jhonsen tertidur diatas lantai kamar setelah doi lelah menagis tadi malam hinga iya terlelap sampai subuh.
"Ya Allah kamu kemana sayang"?..berharap saat bagun istrinya ada didalam pelukannya,berharap semua yang terjadi tadi malam adalah mimpi,tapi nyatanya itu nyata istrinya benar-benar tidak ada sekarang.perlahan Jo bagun dan menuju kamar mandi doi langsung mandi kemudian megambil wudhu dan melaksanakan sholat subuh.
Selesai sholat Jhonsen memakai pakaian kerjanya kemudian berjalan menuju dapur,lagi-lagi hatinya mencolos saat meyadari sarapan tidak ada diatas meja,iya sempat lupa bahwa istrinya tidak ada sekarang,perlahan Jhonsen melangkahkan kakinya keluar Apartemen.iya harus kerumah sakit sekarang,meskipun dirinya kehilagan istrinya tapi tugas tetaplah tugas.
Mobil melaju degan kencang hinga beberapa saat Jhonsen sampai didepan parkiran rumah sakit.Perlahan iya melangkah memasuki rumah sakit tempatnya bekerja,langkahnya terhenti saat manik matanya menagkap sosok yang iya kenal,perlahan langkahnya berbelok menuju wanita yang kini berjalan menuju koridor rumah sakit.
"Hey kau".panggil Jhonsen saat dirinya sudah berada dekat degan Tantri.
"Anda memanggil saya".Tantri menjawab sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Ya kamu".
"Maaf apa anda megenal saya"?.Tantri bertanya degan wajah binggung,sepertinya wanita ini lupa jika yang berada didepannya sekarang adalah suami dari sahabatnya Salsa.
Istirahat yang tek teratur membuat kosen trasinya menjadi berkurang,apa lagi kini kepalanya berdenyut karna kurangnya tidur.bahkan semalaman Salsa meminta ini, meminta itu,hinga membuat Tantri kewalahan. apa lagi wanita itu terus saja muntah setelah memakan sesuatu,bahkan jika berdekatan degannya,entah kenapa Salsa benar-benar tidak tahan degan bau Farfum sahabatnya itu.
"Saya suaminya Salsa apa Salsa ada bersama mu"?.Jhonsen langsung pada pusat pertayaan,iya tidak ada waktu lagi untuk berbasa basi hatinya benar-benar kacau sekarang,ditambah lagi perutnya sekarang mual bagai diaduk-aduk saat mencium aroma parfum yang sahabat istrinya itu pakai.
Tbc.
__ADS_1