Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par76


__ADS_3

''Kita berangkat sekarang Nona''?..


''Eh...gimana ya Pak''?..jawab Salsa ragu-ragu.


''Maaf Nona, sebaiknya anda ikut saya sebentar, karna ini perintah tuan besar langsung Nona''.ucap tagan kanan Alex itu lagi,karna beliau jelas melihat wajah ketakutan wanita muda didepannya.


Salsa menarik nafasnya panjang kemudian menatap sahabatnya sekilas .


Terlihat wajah Tantri juga sedang menatapnya bingung.membuat Salsa bertambah binggung. karna harapannya Tantri lah yang memberi saran,namun saran yang diberikan sahabatnya malah menyuruhnya pergi.


Dan sekarang sahabatnya itu malah terlihat binggung.entahlah malah mereka sama-sama binggung.


''Berangkat sekarang Nona''.


''Pak sahabat saya bisa ikut ngak''?..pintanya penuh harap.


''Maaf Nona untuk itu saya kurang tau,karna tuan besar hanya meminta saya menjemput anda''.


''Lu pergi dulu aja Sal,entar gue telfon Zian buat ngabarin sama suami lho, kalau lho lagi ada dirumah keluarganya''.


''Ya udah deh jagan lupa ya''?.lirihnya bernada lesu sambil melangkah mengukuti tagan kanan mertuanya itu.


Akhirnya dengan berat hati Salsa mengikuti permintaan yang katanya dari tuan besar, yang artinya dari mertua laki-lakinya.


Entah itu benar atau tidak Salsa tidak tau, yang jelas Salsa hanya berdoa semoga dirinya dan janinnya akan baik-baik saja.


Disepanjang perjalanan wanita itu hanya diam saja tampa berbicara sepatah katapun.matanya hanya pokus menatap kearah luar jendela,melihat banyaknya kendaraan yang berlalu lalang,namun tak bisa sedikitpun membuat hatinya tenang.


Nyatanya iya masih tetap gelisah, takut dan kawatir, untuk bertemu denagn keluarga dari suaminya,yang sama sekali belum pernah berkata lembut padanya.ketakutannya tambah menjadi ketika membayangkan betapa galaknya ibu dari suaminya itu.


"Ibu negara saja galak,bagai mana demgan Bapak negara"?.batinya bertanya.

__ADS_1


"Sudah sampai nona".lamunan konyol Salsa terhenti sesaat setelah mobil mewah yang iya tumpangi sampai didepan gerbang yang menjulang tinggi.


Dadanya semakin bergemuruh setelah sesaat iya melihat mewahnya rumah yang akan iya masuki.


"Ya allah akan kah gadis desa ini akan dihina lagi''?..atau bahkan akan dilempar keluar gerbang".batinya sambil terus mengikuti langkah laki-laki paruh baya itu.


"Silahkan Nona".lagi-lagi lamunannya terputus saat laki-laki paruh baya itu memanggilnya nona.Entah apa maksudnya dengan kata Nona, Salsa tidak mengerti karna dirinya tidak merasa seperti Nona.bah iya sekarang merasa seperti tersangka yang sebentar lagi akan dieksekusi mati.


"Hah''..lagi dan lagi gadis remaja yang sebentar lagi menjadi ibu itu menarik nafasnya panjang. untuk mengurangi detak jantungnya yang tidak beraturan.


''Ayo masuk Nona''.


Haduh sangking asiknya dengan pikirannya sendiri,Salsa sampai tidak menyadari jika dirinya sekarang sudah ada didepan pintu rumah keluarga Jhonsen.


Tubuhnya semakin bergetar kerigat dingin membasahi wajah cantiknya,jari tagannya meremes-remes gamis yang iya kenakan.karna sangking takutnya.


''Tunggu disini Nona''.pinta laki-laki paruh baya itu setelah mereka sampai diruang tamu.


"Haduh disuruh nunggu lagi,mati deh gue".monoloknya masih tetap berdiri.


"Haduh itu kah dia yang akan menghakimi gue,Emak tolong anak mu Mak"!!.batinya menjerit meratapi kegundahan dan kekalutan hatinya.


"Hey..ketemu lagi".tepukan lembut mendarat dibahunya, membuat wanita itu outo mengankat kepalanya.dan melihat seorang laki-laki tampan namun sangat menyebalkan menuru Salsa.


"He..he...Bapak".lirihnya tertawa hambar.


"Azka".


"Iya Daddy".


"Duduk".

__ADS_1


"Ayo Duduk".ucapnya sambil membawa Kakak iparnya duduk,membuat semua yang ada disana mengeryit menatap perhatian putranya kepada menantunya itu.


"Jhonsen mana"?.tanya Alex sambil menatap wajah tertunduk menantunya itu.


"Abang kerja Om".jawabnya masih dengan posisi menunduk.


"Jagan panggil Om,panggil Daddy saja".


"Daddy apa cocok gadis desa yang setiap hari memakan singkong diminta memanggil dengan sebutan Daddy''?..Ya tuhan semoga saja lidah ku tidak salah menyebutkan nantinya malah jadi Dadu.he..he''..Salsa malah tertawa dengan pikirannya sendiri.


"Hey kau kenapa malah senyam senyum ngak jelas".tanya Azka sambil menatap wanita didepannya heran.


"He..he..maaf Pak".lirihnya sambil menatap Azka yang duduk tak jauh darinya sambil menyengir.


"Azka sana masuk".


"Azka pengen duduk disini Dad".


"Kalau mau duduk diam.jagan bersuara".


"Baik...Dad".lirihnya bernada sedih padahal dirinya sangat merindukan wanita yang duduk disebelahnya sekarang.


Igin sekali Azka meminta wanita disebelahnya itu untuk menyuapinya seperti biasa. saat mereka ada dikantor.namun apa lah daya melihat wajah Daddynya saja nyalinya seketika menciut.


"lho Sayang ini"?..


🌹🌹🌹🌹🌹


Jagan lupa like vote hadiahnya supaya outhor lebih rajin updet ok


makasih

__ADS_1


Bay..bay..😍😍😘😘


Tbc.


__ADS_2