Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
Par 34


__ADS_3

''Salsa''...pangiil Jhonsen degan suara menggema.


''Brukkk''.


''Sayang''.pekik Jhonsen saat malihat istrinya jatuh dan pingsan diatas lantai.


''Dek bagun sayang''.Jhonsen mangangat tubuh polos Salsa dan membaringkannya diatas kasur kemudian mengambil pakaian seadanya dan memakaikan kepada istrinya begitu juga degan dirinya.


''Sayang bagun''.Jhonsen menepuk pelan pipi sang istri.


''Aarrrgggg.....kamu gila Jo kenapa kamu meyakiti istrimu sendiri hanya karna trowma masa lalu mu yang tidak ada artinya''.Jhonsen menagis didepan Salsa menatap istrinya penuh penyesalan.


''Sayang bagun''. Jhonsen berlari mengambil tas kerja yang selalu iya bawa,megeluarkan tetoskop dari dalam tasnya dan memeriksa sang istri degan tagan gemetar.bahkan laki-laki dewasa itu sudah menagis penuh dengan peyesalan.


''Sayang bagun''.


''Aarrggg''. gue harus apa sekarang''?.. aahh bodo amat mending gue telfon Hendra''.berbicara sambil meraih gagang telfon.


Hendra Zen adalah seorang dokter umum yang bekerja dengan Jhonsen dirumah sakit yang sama.laki-laki ini adalah teman satu kampus dengan Jhonsen tapi beda jurusan.Hendra termasuk laki-laki yang baik dan bisa menyimpan rahasia.


''Ting...tong''...


suara Bel berbunyi membuat Jhonsen berlari untuk membukakan pintu.


''Masuk Dra''.yah Jhonsen sudah menelfon dan meminta sahabatnya itu untuk datang, sebenarnya iya bisa mengobati istrinya sendiri, tapi karna terlalu gugup dan kawatir hingga iya sulit untuk berkonsen trasi. bahkan tagannya pun tak bisa untuk diajak bekerja sama.


''Siapa yang sakit''.tanya Hendra sesaat setelah mereka masuk dan melangkah beririgan menuju kamar.


''Istri gue''.


''Istri''tanya Hendra sambil menaikkan alisnya binggung. bukankah sahabatnya ini masih bertunagan lalu kapan iya menikah.


''Gak usah banyak tanya ayo masuk''.ajak Jonsen melihat wajah binggun Hendra.


''Istri lho kenapa''?.tanya Hendra saat melihat Seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjang dan tebal,bulu mata lentik kulit yang putih, hidung yang mancung.sagat cantik.


Ya Jhonsen lupa untuk mengenakan hijap sang istri. yang selalu menghiasi kepalanya wanita cantik itu.sangking paniknya iya sampai tak bisa berpikir sehat.


''Jagan dilihatin tutup mata''.


''Hah...tutup mata''?..


''Gimana gue harus memeriksa istri lho''?.tanya Hendra heran melihat tingkah Jhonsen.


''Iya ya''!!!gumamnya sambil garuk-garuk kepala.


''Jadi diperiksa gak ni"!! kalau ngak gue balik''.


''Eehh jagan. jadi ayo". awas jagan macam-macam''.


''Ciiih paling cuman satu macam''.jawab Hendra asal.

__ADS_1


''Awas saja kalau berani''.


Hendra tak mengubris ucapan Jhonsen lagi. iya mulai memeriksa Salsa,dari mata,urat nadi dan.


''Plak''.


''Aduh lho kenapa sih''?.


''Lho yang kenapa "?..kenapa lho mau membuka baju istri gue''?.


''Ampun deh Jo gak biasanya lho seposesiv ini"!!!..gue itu pengen memeriksa istri lho peak''.


''Tapi jagan pegang-pegang juga kali''.


''Haduh lho cek cendiri deh, kalau gak dipegang gimana gue ngeceknya''.mendegar ucapan Hendra membuat Jhonsen cengegesan seperti orang bloon.


''Istri lho kayaknya tertekan dan kelelahan''. Hendra berbicara sambil menatap Jhonsen penuh degan selidik.


''Emang lho apain istri lho"?.. sampai kelelahan dan pingsan begini''?..lagi dan lagi Jhonsen hanya bisa mengeruk kepalanya yang tak gatal. binggung harus menjawab apa?..


''Wahhh parah lho"!!.. pasti lho gempur istri lho habis-habisan ya''?.'Hendra bertanya degan wajah penuh selidik.


''Gue khilaf''.lirihnya sambil menarik nafas panjang.


''Gila lho itu istri lho masih bocah gitu kasian baget''.


''Tau ah pusing gue''.berbicara sambil melangkah diikuti Hendra menuju ruang tamu.


Namun Jhonsen tak menjawab


''Kayaknya istri lho masih muda baget. lho dapet dari mana wanita secantik dan semuda itu'gue mau dong satu''.mendegar ucapan Hendra Jhonsen mencabik kesal.


''Gue hajar juga lu''.serkasnya sebel sementara Hendra sudah tertawa terpingkal-pingkal.


"Sabar". wah...wah...teryata lho bisa bucin juga ya''?..gue salut sama ntu bocah bisa membuat laki-laki tua seperti lho bertekuk lutut".


"Bacot aja lu''!!.. gue masih tampan kaliy buktinya cewek umur sembilan belas tahun seperti Dia bisa bertekuk lutut sama gue".ucapnya bangga sambil menepuk dadanya sendiri.


"Dari pada elu bujak lapuk tak laku..ha...ha...''.balas Jhonsen yang tertawa terbahak-bahak membuat Hendra mendelik kesal.


"Ya...ya...gue yakin kalau itu mah".


"Ya sudah gue balik dulu ini obat buat istri lho".


"Igat jagan dipaksa lagi kasian masih muda itu''.apa lho gak kasian"?.


"Gue tau lho udah lama tobat menjadi penjajah kenikmatan. tapi gak gitu juga kali,kasian istri lho".


"Iya". jawab Jhonsen singkat.


Setelah kepulangan Hendra Jhonsen kembali melangkah masuk kedalam kamar untuk melihat kondisi sang istri.

__ADS_1


Istrinya itu belum juga sadar,sejurus kemudian iya melangkah kekamar mandi untuk membersihkan diri agar otaknya lebih sedikit tenang dan bisa berpikir degan jernih.


Selesai mandi Jhonsen kembali melangkahkan kakinya mendekati istrinya setelah memakai pakaian tidur.


Matanya berkaca-kaca saat menatap istrinya yang masih enggan membuka mata.


"Sayang". panggil Jhonsen lagi sambil mengusap pipi istrinya lembut.


"Bagun sayang maafkan Abang".


"Emmm".mata Jhonsen berbinar saat melihat pergerakan dari Salsa istrinya itu sudah mulai mengerjap-ngerjapkan matanya,tampa pikir panjang Jhonsen langsung memeluk istinya erat sambil menagis.


"Maafkan Abang sayang"..lagi-lagi kata itu yang keluar dari mulutnya.


"Salsa mau mandi Bang".


"Iya ayo Abang bantu".berbicara sambil membopong tubuh sang istri memasuki kamar mandi.


"Berendam disini dulu biar tubuh Adek rasanya lebih segar".berbicara sambil mengisi air hagat didalam Bathtup.dan menambahkannya dengan berbagai wewagian dan juga aroma terapi, agar istrinya menjadi lebih lilex.


"Abang keluar sebentar Adek berendam dulu, setelah merasa lebih baik panggil Abang. nanti Abang bantu membersihkan tubuh Adek".Salsa hanya diam,iya malas sekarang untuk berbicara degan laki-laki didepannya,sekarang hatinya masih terasa sakit.karna kata-kata tajam dan tuduhan yang baru beberapa saat tadi Jhonsen lontarkan.


Melihat istrinya diam Jhonsen mendesah panjang. mungkin istrinya masih marah atas perlakuannya lebih baik iya membiarkan Salsa untuk sendiri dulu.


Jhonsen maraih Smartphone yang sedari tadi iya matikan pesan masuk melalui aplikasi watsappnya secara bertubu-tubu tapi tidak sama sekali iya buka.


Jhonsen hanya memesan bebapa makanan untuk makan malam mereka, karna sudah hampir pukul sepuluh malam tepi mereka sama sekali belum makan apa-apa.


Setelah selesai memesan makanan Jhonsen melangkah menuju kamar mandi,langkahnya terhenti saat mendegar suara tangisan.entah kenapa iya benar-benar tidak tega mendegar suara tangis pilu dari istrinya,apa kah benar apa yang dikatakan Hendra.jika dirinya adalah laki-laki bucin yang sagat mencintai istrinya.dengan cepat Jhonsen mengelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran-pikiran aneh dikepalanya.


"Sayang".


"Maafkan Abang".Jhonsen bertumpu ditepian Bethtup dengan kedua tagannya. matanya menatap lekat sang istri,yang sedang berusaha menghapus air matanya.


"Maafkan Abang Dek".lagi-lagi kata itu yang bisa Jhonsen ucapkan.


"Pilis jagan menagis lagi, pukul Abang biar hati Adek puas dan bisa memaafkan Abang".


"Dek ngomong dong''!!!.. jagan diam saja.Abang jadi binggung harus gimana"??.degan air mata yang sudah mulai menetes diwajah laki-laki dewasa itu.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Wah babang Jo jahat baget jagan gitu donk trouma bolehy tapi jagan sampai kehilagan akal.


"Ehh..tapi yang gasi hadiah Vote and komen gak akan membuat kita kehilagan akal.hehe...boleh ya sebagai semagat buat outhor.


Jagan lupa mampir juga dikarya ku yang lain ini gak kalah seru lho.



TBC.

__ADS_1


__ADS_2