Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par59


__ADS_3

''Iiiihhhh Abang tagan Salsa kenapa jadi begini''?..Salsa bertanya sambil mengankat tagannya didepan wajah sang suami.


Jo menarik nafasnya panjang,kemudian duduk dari berbaringnya.meraih beberapa tisu basah yang terletak diatas nakas,perlahan iya meraih tagan Salsa dan membersihkan tagan istrinya itu.


''Sudah bersih sekarang ayo mandi''.Jo membantu istrinya untuk berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.


''Adek mandi duluan Abang tunggu diluar''.Jo berbicara sambil melangkah keluar kamar mandi,iya kawatir jika mandi bersama istrinya iya takut tidak bisa menahan hasratnya


Beberapa saat kemudian terlihat istrinya itu berjalan keluar dari kamar mandi,sudah terlihat segar dan semakin cantik.rambut istrinya tergerai indah dan masih basah.


"Mandi Bang sebentar lagi Azan".


"Iya Dek".jawabnya sambil berdiri menuju kamar mandi.


Selang beberapa saat mereka telah selesai melaksanakan sholat subuh,namun beberapa saat kemudian.Salsaberlari menuju kamar mandi.seperti biasa wanita itu akan memuntahkan isi perutnya disana.


''Sayang''.Jo berlari menyusul sang istri. wajahnya panik saat mendegar suara istrinya yang muntah padahal istrinya itu belum memekan apa-apa,tagannya terulur mengusap punggung istrinya.


''Sayang''.panik Jo saat tubuh Salsa menubruk dada bidangnya.


''Kenapa Dek''?..


''Salsa lemes Bang".


Jo tak menjawab doi langsung membopong tubuh lemah istrinya kemudian iya baringkan diatas kasur.


Tagannya meraih tisu yang ada diatas nakas, kemudian mengusap bibir istrinya dan mengusap kerigat yang membanjiri kening istrinya itu.


Menyesal itu yang menghantui hatinya kini,iya menyesal karna telah menuduh istrinya degan sagat kejam,padahal wanita yang iya tuduh adalah wanita baik-baik yang selalu mencintainya tanpa syarat.


''Sayang jagan nakal kasian Mama''.Jo berbicara namun tagannya menglus lembut perut rata sang istri.


''Sekarang Adek mau makan apa Abang minta menggawal belikan ya''?ucap Jo menatap wajah sang istri lekat.namun tagannya terus mengelus perut rata Salsa.


''Salsa pegen makan sambal belut Bang''.


''Eeeehh...itu jagan dimakan sagat menjijikkan Abang mohon''.berbicara degan tubuh yang bergidik geli.


''Ya sudah kalau Abang gak mau''.Salsa berbicara dan membalikkan tubuhnya memunggungi Jhonsen.


''Yang lain ya''?..


''Gak jadi Bang Salsa gak mau makan apa-apa''.


Jhonsen mendesah panjang. pasti istrinya sekarang sedang merajuk,lalu apa kah iya harus membelikan belut''??...oh..ya ampun itu adalah hewan yang paling Jo benci.


''Adek pegen makan belut''.berbicara sambil beringsut mendekati istrinya dan mengelus lembut perut istrinya itu.


Salsa diam.


''Papa belikan ya sayang''?..


''Beneran Bang''?..jawab Salsa semangat.


''Iya sayang Adek mau belutnya dimasak apa''?..


''Belut sambal mata''.


''Iya sebentar Abang ganti pakaian dulu".belum sempat Jo berdiri namun tagannya sudah ditarik Salsa.iya menoleh kewajah istrinya yang kini sudah duduk diatas tempat tidur.


"Jagan dibeli Bang,Salsa mau Abang yang masak dan nyari sendiri''.

__ADS_1


Oh...ya Allah Jo langsung lemes,dan menutup matanya menahan kesal.


''Begini baget ya kalau mau punya anak"?..lirihnya sambil duduk.


"Abang gak mau"?..


"Abang mau sayang,ya sudah Abang pergi sekarang".


"Eeeh..eh...tunggu Bang".


''Apa lagi Dek''.nada bicaranya sudah mulai naik satu oktaf,membuat bimilnya itu menunduk sedih.


Lagi-lagi Jo menarik nafanya panjang kemudian kembali bertanya.


''Apa masih ada yang anak Papa iginkan''?...


''Salsa pegen makan belutnya dirumah Emak".


Hadeh pengen maka belut aja jauh beget,itu artinya makan belut harus naik pesawat.


"Belut kurang ajar lu bikin hidup gue susah".batinnya megumpat.


kemudian menarik nafas pasrah dan kembali berbicara".


"Iya sayang sekarang kita siap-siap ya"?..


"Beneran Bang"?..Salsa menjawab semagat sambil berjingkrak dari duduknya.


"Adek iiihh...jagan gitu ngeri Abang liatnya, kalau Adek jatuh gimana kamu mau anak kita kenapa-napa".


"Iya Bang maaf".sambil menunduk takut.


Selang beberapa saat suaminya itu sudah kembali degan satu buah koper ditagannya, kemudian iya berjalan menghampiri Salsa dan berkata.


''Sekarang kita siap-siap ya ayo Abang bantu''?..tagannya terulur untuk membantu istrinya.


Salsa hanya mengikuti saja apa yang suaminya iginkan,sebenarnya iya tidak benar-benar mengidam,tapi lebih tepatnya iya igin membalas suaminya melalui kehamilannya. sakit hati yang disebabkan Jhonsen tidak mudah untuk iya lupakan.karna perkataan laki-laki itu sungguh sagat menyakiti hatinya.ditambah lagi sekarang tunagan suaminya itu mengaku hamil anak dari suaminya.istri mana yang tidak sakit hati jika mendapati kenyataan sepahit itu.


"Sudah siap kan"?..Jhonsen bertanya saat melihat istrinya sudah rapi dan hanya termenung didepan cermin.


''Sudah Bang''.


''Ya sudah ayo''.


"Maafkan Mama sayang kalau Mama akan memanfaatkan mu untuk membalas sakit hati Mama pada Papamu".batin Salsa sambil mengikuti langkah Jhonsen yang terus saja mengandeng tagannya.


"Zian".


"Iya Tuan".


"Ikut saya kekampung halamannya Istri saya".


"Baik Tuan".balas Zian sambil mengikuti Jo dari belakang.


"Kampung Nona Salsa dimana tuan"?..


''Riau''.jawaban Jo membuat Zian mmbelalak kaget.


''Riau Tuan''.


''Iya kenapa''?..

__ADS_1


''Jauh sekali tuan''.


''Jauh jika kau perginya jalan kaki''.celetuk Jo asal.itu semua karna dirinya sedari tadi sudah kesal jadi lumayan bisa iya lepaskan kepada Zian.


''Tolong berhenti dirumah sakit sebentar".


"Baik Tuan".


"Sayang sebentar ya Abang masuk dulu Abang harus minta Izin dulu".


"Iya Bang".


"Pak kenapa Abang lama sekali"?..keluh Salsa karna mereka sedah menunggu hampir dua puluh menit.


"Panggil Zian saja Nona,mungkin sebentar lagi Tuan akan kembali''.Zian berbicara namun matanya melihat kearah kaca sepion mobil untuk melihat wajah Salsa.


Istri Bosnya itu memang sagat cantik dan juga sagat muda.mungkin lebih cocok untuk dirinya yang masih berumur 26 tahun dibandingkan degan Jhonsen yang sudah 34 tahun.


Zian cepat-cepat mengelengkan kepalanya mengusir pikiran bodohnya sendiri.


"Abang kemana Zian kenapa lama sekali''?..


''Itu Tuan''.Zian menunjuk kearah depan saat melihat Jhonsen berjalan cepat meghampiri mereka.


''Lama ya sayang''?...maaf tadi Abang ada sedikit pekerjaan yang tidak bisa lagi Abang tunda''.


''Iya Bang gak apa-apa''.lirihnya merasa lelah karna dirinya sudah sagat lama duduk didalan mobil.


''Adek capek''?..


''Iya Bang pinggang Salsa sakit''.


''Ya sudah ayo berbaring disini''.Jo menepuk-nepuk pahanya meminta istrinya untuk berbaring disana.


Karna memang merasa lelah akhirnya Salsa menurut,iya langsung berbaring kedua tagannya terulur untuk memeluk pinggang sang suami.sementara wajahnya iya hadapkan kepurut Jhonsen.hanya butuh waktu beberpaa menit Salsa sudah terlelap disana,entah kenapa semenjak hamil iya sagat menyukai aroma tubuh suaminya itu.


''Sayang bagun''.Jo menepuk-nepuk pipi Salsa pelan,karna sekarang mereka sudah sampai diBandara.


****


"Ayo naik".pinta Jo saat mereka telah sampai didepan pesawat.setelah tadi melakukan beberpa tahap mulai dari check in dan lain sebagainya.


''Iya''.jawabnya sambil melangkah masuk diikuti Zian yang selalu setia ada dibelakang mereka.


''Bang Salsa pusing''.


🌹🌹🌹🌹


Waah Ternyata Salsa punya cara pembalasan tersendiri.


Jagan lupa like vote hadiah and komen biar outhor lebih semagat updetnya


Makasih..


bay...bay...😍😍😍


Mampir yuk dinovel outhor yang lain gak kalah seru lhoπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡



Tbc

__ADS_1


__ADS_2