
'''Tuan dimana rumah Nona''?.tanya Zian karna iya sudah merasa sagat lelah,ditambah lagi dirinya harus membawa koper kesana kemari. sementara Jhonsen hanya mengandeng istrinya kemana-mana''?..
''Masih jauh Zian''.
''Bunuh saya saja Tuan''.keluhnya langsung berlimpuh ditegah jalan.
Jhonsen menarik nafasnya panjang.bukan hanya Salsa saja yang ternyata yang hamil,tapi Zian juga lebih parah dari wanita hamil.
''Cemen Lu istri gue yang hamil muda saja kuat jalan jauh,nah elu sudah hamil berapa bulan''?..geram Jo yang datang menghampiri Zian.
''Bang kita istirahat dulu aja perut Salsa sakit Bang''.
''Mana yang sakit sayang''?Jhonsen langsung berlari menghampiri sang istri meninggalkan Zian yang sudah berwajah masam.
''Perut Salsa sakit,Salsa capek Bang''.
''Iya kita istirahat ya''?
''Dasar bos tua,giliran istri aja dimanja-manja, lah gue malah dikatai hamil''.Zian sudah bersunggut-sunggut sambil berdiri dan tetap mengeret koper Bosnya itu.
''Mau makan apa sayang''?..
''Bakso''.
''Bakso''?.
''Iya bakso''.jawab Salsa semagat.
''Ya sudah,Zian pesankan Bakso''.
Haduh saat mendegar Bosnya itu menjerit memeaggil dirinya,Zian sudah mengerutu kesal, kerna baru saja iya menginjakkan kakinya didalam warung Bakso,Jhonsen sudah menjerit memanggil dirinya.
''Iya''.jawabnya penuh kesal igin rasanya iya menendang kepala Bosnya itu,karna sekarang ini iya sagat lelah.namun Jo degan tdak punya perasaan langsung memerintah dirinya degan tidak punya perasaan.
Setelah memesan Bokso Zian langsung mencari tempat duduk lesehan disudut warung,laki-laki itu langsung saja berbaring disana lelah tubuhnya saat ini sagat leleh.
''Ini Pak''.seorang pelayan meletakkan dua mangkuk Bakso didepan Salsa dan Jhonsen.
''Makasih ya Mbak''.balas Salsa ramah.
''Iya sama-sama''.jawab pelayan dan langsung berjalan menuju meja Zian namun.
''Mas...bagun Mas ini baksonya''.
Oh..ya..ampun sangking lelehnya,Zian sampai ketuduran degan ber-alaskan tas punggung yang iya bawa.
''Pak..itu..temannya ketiduran sudah saya bagunkan tapi gak bagun-bagun''.pelayan yang mengantarkan bakso tadi kembali lagi menghampiri Jhonsen.
''Aaasem gue makan aja gak tenang".kesalnya sambil berdiri dan berjalan menghampiri meja Zian.
"Zian Woooy kebakaran Zian bagun".Jhonsen sudah sibuk sendiri,bahkan laki-laki itu memepuk-nepuk meja Zian degan kuat membuat semua pengunjung warung menatapnya aneh.
Namu berbeda degan Zian laki-laki itu tetap degan tidurnya,iya sama sekali tidak tergangu degan ulah Jhonsen.
"Hua...pedas..seten apa ini"?..Zian langsung saja berdiri saat merasakan pedas dan panas dimulutnya.
Pasalnya Jhonsen memasukkan satu sendok sambal kedalam mulut Zian yang sedikit terbuka.
Salsa yang melihat kejahilan suaminya hanya bisa geleng-geleng kepala.
''Beraninya kau mengumpatku''.bentak Jo pura-pura kesal namun hatinya tertawa senang saat melihat Zian kalang kabut mencari air.
__ADS_1
''Maaf Tuan''.lirih Zian setelah rasa pedas dimulutnya berkurang.
''Sudah sana makan bakso mu sebentar lagi kita akan naik odong-odong lagi".celetuknya asal Jhonsen yang membuat tubuh Zian outo lemes.
"Adek iiih...itu kenapa sambelnya banyak baget,buang Dek".berbicara namun tagannya meraih sendok yang ada ditagan Salsa.namun degan cepat Salsa menhannya dan berbicara.
"Jagan Bang ini keiginan Dedek".
"Maafkan Mama Dek"?..sekarang Mama membohongi Papa mu lagi,habis Mama sagat menyukai makanan pedas apa lagi bakso.gak pedas gak asik".batinya sambil terus memakan bakso yang ada didalam magkok miliknya.
Sementara Jhonsen laki-laki itu hanya melogok melihat tingkah istinya itu,iya seorang Dokter iya tau makanan pedas sagat tidak baik untuk kesehatan,namun istrinya itu sagat susah diatur.
"Sudah selesai bisa berangkat Sayang"?..Jhonsen bertanya saat setelah dirinya selesai makan dan istirahat sebentar.
"Sudah Bang".
"Ayo".
"Zian ayo".
Lagi-lagi Jhonsen hanya bilang Ayo,kenapa tidak bilang"?..
"Zian sini kopernya biar saya bawa".ah..itu hanya mimpi Zian batin Zian sambil melangkah degan gontai dan lagi-lagi sambil menggeret koper bosnya itu.
''Zian kasi kopernya sama tukang Becak,kamu naik becak yang itu,saya sama istri naik becak yang ini''.
''Baik Tuan''.Zian pasrah tubuhnya benar-benar leleh sekarang,bahkan disepanjang perjalanan hanya koper yang menjadi teman setianya.igin rasanya iya mengatakan kepada Bosnya itu.
''Bos pinjem istrinya sebentar".namun kata itu hanya berani iya ucapkan dalam hati.
"Ayo Zian kenapa kau hanya diam saja"?..
"Eh..baik tuan".
"Iya Bang ".jawab Salsa sambil belangkah menaiki Becak.
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai didepan rumah Salsa,perlahan wanita itu turun dari becak,seperti biasa Jhonsen selalu meggandeng tagannya.
"Emak".Salsa sudah menjerit saja didepan pintu rumah Emak yang masih tertutup rapat.
"Aadekk...iiih...kuping Abang sakit ini".
"He..he..maaf Bang".cengirnya sambil mengankat kedua jarinya membentuk huruf V.
"Eh..Salsa".seorang wanita paruh baya keluar dari rumah saat mendegarkan suara Salsa yang melengking.
"Eh...Ibu,Emak kemana Ya Buk"?..
"Oh..Emak mu lagi disawah".
"Oh...makasih Ya Buk".
"Iya sama-sama,suami kamu yang mana yang ini ya"?.tetangga Salsa yang bernama Siro itu menunjuk kearah Zian,membuat Jhonsen outo kesal sambil melonggos.
''Bukan Buk suami Salsa yang ini''.
''Oh...maaf-maaf Ibuk gak tau soalnya pas kamu nikahan kemaren Ibuk lagi gak ada disini''.
''Iya Buk gak apa-ap''.belum sempat Salsa menyelesaikan ucapannya Jhonsen sudah menarik tagannya.
''Abang mau bawa Salsa kemana''?
__ADS_1
''Mana Abang tau''.jawabnya ketus.
''Kesawah yuk Bang''?..
''Haduh.Dek..Abang leleh Dek''.
''Adek tega baget sama Abang''.sambungnya lagi degan nada lesu.
''Trus kita masuk kerumahnya bagai mana''?.
''Aha..''.sambung Salsa lagi setelah mendapatkan ide,kemudian berlari dan.
''Adek..iiih...bisa gak sih jagan berlarian begitu, ada anak Abang Dek''.kesalnya sambil berlari menyusul sang Istri.
''Eeh...Adek mau ngapain''?..panik Jhonsen saat melihat istrinya menaikkan gamis yang iya kenakan,kemudian berancang-ancang memanjat jendela kamar Abah.
''Manjat Bang apa lagi''?..
''Haduh''.Jo outo tepuk jidat dan langsung menyentil kening istrinya.
''Aaw sakit Bang''.berbicara sambil mengelus keningnya yang sakit.
"Kamu sadar gak sih Dek kamu itu lagi hamil"?..
"He..he..maaf Bang Salsa lupa".cengirnya sambil menatap Jo yang sudah kesal.
"Zian".
"Eeh..Abang mau ngapain manggil Zian".
"Mau nyuruh manjat"
"Gak..gak..Salsa mau Abang yang manjat".
Nah mungkin pembalasan Salsa akan dimulai dari sekarang.
"Abang gak bisa Dek".
"Kalau Abang gak bisa ya udah biar Salsa aja manjat.manjat kayak gini mah kecil".berbicara sambil mengankat gamisnya keatas.
"Eehh..jagan-jagan biar Abang saja".akhirnya Jo pasrah,dari pada istrinya yang jatuh lebih baik dirinya.
"Yes ayo Bang".
"Iya bentar".jawabnya sambil membuka sepatu dan kaos kaki yang iya kenakan.
kemudian Mencoba untuk memanjat dan.
"Gudubrak".
πΉπΉπΉπΉ
Jagan lupa hariahnya like vote and komen.
Makasih
bay..bay.πππ
Mampir yuk dinovel outhor yang lainπππ
__ADS_1
Tbc.