Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par21


__ADS_3

''Aku sagat merindukanmu''.lirih Jonsen membuat bulu kuduk Salsa meremang karna Jhonsen sudah mulai megendus tengkuknya yang masih ditutupi hijap.


Sesaat kemudian Salsa mulai tersadar dari pikiran gilannya degan cepat iya berbalik.


''Palk''.satu tamparan mendarat dipipi putih Jhonsen membuat wajah laki-laki dewasa itu memerah.


''Jagan kurang ajar kamu ya''.?.bentaknya degan nafas yang memburu karena emosi.


Degan cepat Jhonsen langsung ******* bibir **** milik Salsa membuat wanita kecilnya berhenti berceloteh.


Tapi seketika itu juga hatinya serasa mencolos saat iya membuka mata dan melihat Salsa menagis disela-sela ciumannya,degan cepat iya melepaskan lumatannya.


''Maaf''.lirihnya menyesali kesalahannya.


Salsa tidak menjawab degan cepat iya merapikan penampilannya dan melangkah keluar dari toilet.


''Hai kenapa lama sekali''?.sapa Azka yang sedang berdiri menunggu dirinya tidak jauh dari toilet.


''Maaf toiletnya antri''.jawab Salsa sambil menunduk membuat Azka heran dan mengangkat wajah Salsa.


''Lho nangis''.tanya Azka saat melihat mata wanita yang disukainnya memerah seperti habis menangis.


''Eh...enggak' itu tadi mata gue kemasukan sampah''.jawabnya degan nada tergagap.


''Oh..ayo''.ajak Azka sambil mengajak Salsa ketempat pesta pertunagan sedang berlangsung.


Sedangkan Jhonsen laki-laki itu hanya melihat kepergian Salsa degan seorang laki-laki yang hanya bisa iya lihat belakangnya saja,iya mendesah kecewa,apa itu penyebab Salsa tidak mau lagi degan dirinya.itu pikir Jhonsen.


Degan langkah gontai iya melangkah menuju tempat pesta pertunagan dirinya yang sama sekali tidak pernah iya harapkan.


Acara demi acara telah selesai sekarang giliran acara inti yaitu bertukar cincin antara Jhonsen dan Jeny.


''Sekarang kita akan panggilkan dua sejoli yang akan melangsungkan pertunagannya melam ini. dua sejoli yang sagat cocok yang satunya tampan dan yang satunya sagat cantik dan juga ****.


''Mari kita sambut Nona Jeny Aditama dan Tuan Jhonsen Alex Sander..Tepuk tagan yang meriah untuk mereka berdua''.....


''Prok....prok...prok''...


Suara riuh tepuk tagan mampu membuat hati Salsa yang bergemuruh semakin hancur.

__ADS_1


Saat nama Jhonsen Alex Sander dipanggil untuk naik keatas panggung dan MC mengatakan jika dia adalah laki-laki yang akan bertunagan degan wanita yang sagat cantik dan sempurna dimata Salsa,seketika itu juga air mata yang sedari tadi iya tahan menetes sudah, tampa mampu iya sembunyikan.untung saja saat ini semua orang hanya pokus menatap kearah Jhonsen dan Jeny. jika tidak munkin semua orang akan mengangap aneh pada dirinya.


Setelah acara tukar cincin selesai kini saatnya para tamu untuk mengucapkan selama pada Jhonsen dan Jeny,sedari tadi wajah wanita itu sagat ceria dan bahagia.


"Apa sih yang lho harapkan sal"..lho hanya gadis kampung yang selalu mengejar cintanya, jagan mimpi kamu Salsa dia gak akan berbalik mencintai lho"..jerit pedih Salsa dalam hati.


"Lho sabar ya''?.. mungkin Allah akan mengganti dirinya degan yang lebih baik lagi".bisik Tantri tepat diteliga Salsa,entah dari mana munculnya sahabatnya itu.sedari tadi Salsa mencari iya sama sekali tak menmukan Tantri, tapi saat iya memeng membutuhkan sahabatnya Tantri langsung ada disampingnya.


''Iya''.jawab Salsa sambil menghapus air matanya dan berusaha untuk menahan air matanya agar tak menetes lagi dan terseyum paksa.


''Ayo''. ajak Azka laki-laki itu kini berjalan sambil mengandeng tagan Salsa berjalan kearah panggung untuk mengucapkan selamat pada sang Kakak


Sungguh saat ini dirinya igin berlari dan pergi dari kerumunan orang-orang yang semakin menyesakkan dadanya.namun sulit mengingat jemarinya yang terus digengam Azka.


''Hai Kak''.sapaan yang membuat Salsa mematung sementara Jhonsen tak kalah terkejut saat sang Adik menggandeng tagan gadis kecilnya.


''Hey Kak. kenapa menatap wanitaku begitu''?. bukankah sudah ku katakan jagan menyukainya karna dia adalah milikku''.Serkas Azka saat melihat sang Kakak menatap Salsa tampa berkedip.


''Eh...ma...maaf''..jawabnya tergagap.sementara Jeny wanita itu kini telah menempel seperti cicak kepada Jhonsen,meskipun sedari tadi laki-laki itu sudah berusaha untuk melepaskan tagan Jeny,tapi gadis itu malah semakin kuat memeluk legannya.


''Selamat ya Kak semoga secepatnya menuju pelaminan''.


''Ok makasih''.Jeny yang menjawab sementara Jhonsen mesih tetap diam.sesekali matanya masih Tetap curi-curi pandang menatap Salsa.


''Salsa''.panggil Azka lagi saat melihat Salsa hanya diam terpaku degan mata yang sayu.


''Hello kenapa hanya diam''..panggil Jeny merasa Tatapan Jhonsen dan Salsa berbeda dari tatapan yang lainnya.


''Eh iya maaf,kak selamat ya atas pertunagannya''.lirih Salsa sambil menyelami tagan Jeny kemudian beralih menyalami Jhonsen.


Saat iya igin melepaskan tagannya dari tagan Jhonsen tapi laki-laki itu terus menggenggam tagannya,membuat Salsa jengah dan langsung menyentak tagannya dari tagan Jhonsen kemudian berlalu pergi.


Azka dan Jeny yang menyaksikan itu semua hanya menatap binggung, kemudian laki-laki itu berlari menyusul Salsa yang menghilang entah kemana''?.


Sedangkan Tantri sahabat Salsa itu juga binggung mencari keberadaan Sahabatnya yang pergi entah kemana''?.


''Salsa lho dimana''?. panggil Tantri dan Jefri sambil berlari keluar hotel.namun yang dicari tidak juga mereka temukan.


Sementara Azka laki-laki itu seperti biasa jika sudah dalam masalah iya selalu berpikir Oon. bukannya mencari Salsa, tapi iya malah berbalik dan bertanya kepada Jeny ada apa degan sang Kakak yang tiba-tiba pergi dan menghilang entah kemana''?.

__ADS_1


Sementara Salsa gadis itu sedari tadi pergi berlari keluar dari hotel degan berjalan kaki menyusuri trotoar.


''Hiks...hiks...laki-laki tua sampah, gak punya perasaan''..rutuknya sambil tetap managis dan menendang-nendang sampah yang iya temui dijalan.


Lelah berjalan akhirnya Salsa memutuskan untuk berhenti ditaman dan duduk menumpahkan segala kesedihanya.


Taman yang sagat sepi karna sekarang sudah pukul sembilan malam.


''Grepp''.


Lagi-lagi iya dipeluk dari belakang.


''Siapa''?. lepasih gue''. lirihnya sambil berusaha berontak.


''Jagan bergerak atau lho akan membagunkannya''. gumam laki-laki yang sagat Salsa kenal.


''Lepasin gak dasar bajigan. laki-laki tua gila gak punya otak lepasin bangsat''.


''Lepasih gue''.sambungnya lagi disertai suara tangisannya yang sudah pecah.


''Gue kagen lho''.lirih Jhonsen seperti menahan sesuatu.entah kenapa setiap melihat Salsa akhir-akhir ini nafsunya selalu bergejolak.


''Plak''.satu tamparan mendarat dipipi Jhonsen setelah Salsa berhasil lepas dari pelukannya.


''Lho pikir lho siapa ha''?.Salsa berbicara dengan penuh emosi.


''Bukannya lho ngak pernah suka sama gue''?.


''Lalu kenapa lho sok-sokan seperti ini,seolah-olah lho mencintai gue''.


''Gue benci lho''...


''Pergi lho dari hidup gue''..lirihnya sambil mendorong tubuh Jhonsen hingga membuat laki-laki itu terhuyung kebelakang.sejurus kemudian iya langsung berlari menjauhi laki-laki yang tidak igin iya jumpai seumur hidupnya.


''Salsa tunggu lho jagan kayak gini,izinkan gue buat ngejelasin semuanya sama lho''...gue mohon Salsa plis''...ucapnya masih berusaha untuk menyusul Salsa yang sedang berlari semakin masuk kedalam taman.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen makasih.

__ADS_1


Bay..bay...😘😘πŸ₯°πŸ₯°


TBC.


__ADS_2