
''Apa yang kalian lakukan ini peganiayaan kalian bisa saya tuntut''.Azka menatap semua mahasiswa degan mata memerah menahan amarah.
''Pak Azka''.lirih Tantri saat melihat Azka memeluk tubuh Salsa erat.
''Apa yang kalian lakukan''?..bentak Azka degan suara yang menggelegar memenuhi parkiran kampus,saat melihat tubuh lemah Salsa.
''Kenapa masalah buat lho''.Miko maju manghadapi Azka degan wajah tidak sukanya.
Azka tak menjawab iya langsung memapah tubuh Salsa memasuki mobilnya.
"Jef".
"Iya Tuan".
"Urus bocah ingusan itu".
"Baik Tuan''. setelah megatakan itu semua Jefri langsung keluar dari mobil untuk menyelesaikan kekacauan yang sedang terjadi.
Sementara Azka langsung menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.
Jelang beberapa saat mobil yang dikendarai Azka sampai diparkiran rumah sakit.Azka langsung keluar dari mobil dan langsung membopong tubuh Salsa yang masih tidak sadarkan diri.
''Pak tolong mobilnya diparkirkan dulu''.panggil seorang tukang parkir karna Azka meletakkan mobilnya disembarang tempat,hingga menutupi gerbang rumah sakit.
''Tolong parkirkan Pak saya sedang buru-buru''.setelah megatakan itu Azka langsung melemparkan kunci mobil kearah tukang parkir,saat ini hatinya benar-benar kacau dan khawatir,melihat wajah Salsa yang pucat dan sampai sekarang belum sadarkan diri.
"Dokter...Dokter..tolong".Azka menjerit-jerit didalam rumah sakit sambil tetap membopong tubuh lemah Salsa.
Mendegar jeritan Azka degan cepat para perawat mambawa Brankar dan mendorong Salsa masuk kedalam ruagan IGD diikuti Azka dari belakang.
"Tolong Bapak tunggu disini".
"Tapi saya mau masuk Sus".
"Tolong kerja samanya Pak".setelah megatakan itu semua seorang suster wanita itu langsung menutup pintu ruangan IGD.
"Lho kenapa sih Sal"?.lirih Azka sambil tetap birdiri degan menyenderkan punggungnya pada tembok ruagan IGD.
Setelah menunggu beberapa saat seorang Dokter wanita keluar dari ruagan,degan cepat Azka berjalan menghampiri Dokter yang berjalan keluar dari ruagan sambil membuka masker yang iya kenakan.
"Bagai mana dokter pacar saya tidak apa-apa kan"?..mendegar pertanyaan Azka Dokter yang bernama Ira itu megerutkan dahinya binggung, bukan kah wanita yang didalam sedang hamil lalu kenapa laki-laki ini mengaku bahwa dirinya adalah pacar dari wanita yang didalam.
Oh..astaga apa kah mereka melakukannya sebelum menikah.
"Sebaiknya Bapak nikahi pacar Bapak secepat mungkin kasian anaknya Pak,jika nanti akan menjadi anak haram".
"Anak haram maksudnya".wajah Azka terlihat binggung dan seperti biasa jika sedang dalam masalah otak bodohnya yang bekerja.
"Pacar Bapak hamil sudah hampir enam minggu apa Bapak tidak megetahuinya''?..
''Ehh..iya saya benar-benar tidak tau''.Azka menjawab degan wajah lesu dan langsung terduduk dikursi tunggu degan wajah sedih dan kecewa.
__ADS_1
''Saya permisi''.Dokter wanita itu langsung pergi menjauh meninggalkan Azka degan wajah sedihnya.
''Anak siapa yang dikandung Salsa''?..bukankah selama ini wanita itu setau dirinya tidak pernah berpacaran''.
''Aarrgg..''Azka megerang panjang kemudian berjalan memasuki ruagan tempat Salsa dirawat.
Terlihat wanita itu sekarang sudah mulai sadarkan diri sambil memegangi kepalnya yang masih berdenyut pusing.
''Anak siapa yang kamu kandung''.
''Deg''.
Jantung Salsa rasanya perih saat kata itu dan itu lagi yang dipertanya kan akankah anak ini begitu tidak diharapkan hinga membuat semua orang menjadi resah dan kecawa.
''Huwa...hiks...hiks...Salsa menangis meraung-raung meratapi kehancuran, kekecewaan didalam hatinya.
Membuat Azka semakin binggung sambil berusaha untuk menengkan Salsa.
"Hiks...hiks...apa salah menurut lho kalau gue megandung anak suami gue sendiri,meskipun suami gue sendiri tidak menggikan anak ini, ha...apa itu salah''?...akhirnya Salsa buka suara dan memukul-mukul dada Azka yang berusaha memeluknya.
''Sutt..lho tenang dulu Ok''.Azka berbicara sambil megusap punggung Salsa yang kini ada didekapannya.
''Salsa salah apa dan anak ini salah apa Pak''?..jika memang Salsa dan anak ini tidak diharapkan biarkan Salsa pergi hiks..hiks...biarkan Salsa pergi Pak".Salsa berbicara tapi tagannya kini mengagpai-gapai infus yang menancap ditagannya.
"Lho tenang dulu Sal".
"Lepaskan Salsa Pak".
"Dokter..Dokter...
Jhonsen yang baru saja keluar dari ruaganya menoleh sekilas saat mendegar suara seseorang memanggil Dokter.
Matanya menyipit saat melihat siapa yang memanggil Dokter.
''Azka kenapa anak itu menjerit seperti tarzan dirumah sakit''.Jhonsen berbicara sambil melangkah mendekati sang Adik.
''Hey kenapa menjerit disini Sih Dek''?.. ini rumah sakit tau gak''?..
''Eh..Kakak..Azka tau ini rumah sakit siapa bilang ini tempat hiburan''.celetuk Azka sambil mendelik.
''Kenapa kamu memanggil Dokter dan siapa yang sakit''.
''Eh..iya..''.mendegar pertanyaan sang Kakak doi baru igat apa tujuannya memanggil Dokter.bukankah Jhonsen juga seorang Dokter apa salahnya jika iya membawa Kakaknya saja untuk menagani Salsa.
"Kak tolong tenagin pacar Azka Kak".
"Deeg".
Mendegar kata pacar entah kenapa jantuk Jhonsen berdetak lebih cepat,bahkan tanpa diminta kakinya kini telah menuntunnya masuk keruagan yang terdegar suara isakan yang tidak asing bagi Jhonsen.
"Deg".
__ADS_1
Jantung Jhonsen rasanya mau berhenti saat melihat istrinya menangis meraung-raung dagen penampilan yang sagat kacau, bahkan sekarang wanita itu sama sekali tidak menggunakan hijap.
Salsa hanya duduk meringkuak sambil memeluk lututnya dan menagis sesegukan disana.
''Sayang''.kata yang pertama kali yang mampu Jhonsen keluarkan dari bibirnya yang kini sudah bergetar menahan tagis.
''Sayang''.berlahan kakinya melangkah mendekati sang istri.
Mndegar suara yang tidak asing baginya Salsa perlahan megankat wajahnya dan.
"Deg''..
"Abang"?..Salsa berbicara degan linagan air mata yang semakin membasahi pipi mulusnya.
Jhonsen langsung berlari dan memeluk tubuh rapuh Istrinya
Azka yang akan melagkah memasuki ruagan rawat Salsa hanya mampu berdiri dan membeku diambang pintu,wajahnya terlihat binggung saat menyaksikaan apa yang ada didepan matanya sekarang.
"Sayang apa maksud Kakaknya itu,bukankah Salsa dan Kakaknya tidak terlalu mengenal.
"Sayang kamu kemana saja,Abang sudah mencarimu seperti orang gila".Jhonsen memeluk istrinya kemudian menagkup wajah Salsa degan kedua tagannya,dan megecup seluruh wajah wanita itu kemudian menghapus air mata istrinya dan kembali menarik tubuh Salsa kedalam dekapannya.
"Apa maksudnya ini Kak"?.Azka bertanya degan wajah heran sambil berjalan mendekati Kakaknya dan Salsa.
Mendegar suara Azka degan cepat Salsa menjauhi tubuh Jhonsen,tapi laki-laki itu malah semakin memeluk tubuhnya erat.kemudian menoleh kearah adiknya.
Dan berkata.
"Salsa sebenarnya istri Kakak".
"Apa maksudnya ini Kak".Azka berbicara sambil terkekeh merasakan sakitnya perasaan saat mendegar jika wanita yang iya cintai adalah istri Kakaknya sendiri.
"Kakak menikahi Salsa sekitar enam bulan yang lalu".
"Bukankah Kakak bertunagan degan Jeny sekitar enam bulan yang lalu juga,apakah itu artinya Kakak menikahi Salsa setelah Azka megenalkannya degan Kakak"?..
"Bajigan Kau Kak".
πΉπΉπΉ
Maaf kalau terlalu banyak typo,outhor langsung ngetik trus langsung diupdet.πππmasih penulis amatir mohon pegertiannya.
Meski pun masih amatir tapi outor boleh minta hadiah kan like vote and komen.
makasih
bay..bay..πππ
Yuk mampir dikarya outhor yang lain gak kalah seru lho.
__ADS_1