Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par 97


__ADS_3

''Aduh sakit Dek''.Jhonsen yang tadinya ingin pura-pura pingsan, langsung batal, akibat Salsa terus saja menarik narik tangannya. sehinga membuat luka yang ada dilegan Jhonsen pun ikut digengam erat istrinya itu.


"Abang huuuaaa".Salsa semakin meraung saat melihat suaminya sudah membuka matanya.


''Lho''.kok nangis''?.Jhonsen langsung mengusap kepala istrinya dengan lemah.


''Huaaa''.


''Cup..cup...jangan nangis sayang, sini Abang peluk''.Jhonsen langsung menarik tubuh istrinya kedalam dekapan.


''Emm..asem sayang".lirihnya membuat istrinya langsung menjauh.


"Iiih..benaren Bang"?.jawab Salsa sambil mengendus baunya sendiri.


"Udah berapa hari Adek ngak mandi"?.


"He..he...dua hari Bang".cengirnya sambil mengaruk kepalanya yang mendadak gatal


"Astaufirullah.. joroknya istri Abang".suasana yang tadinya tegang berubah menjadi lebih santai.saat melihat intraksi kedua suami istri itu.


''He..he...maaf Bang. Salsa ngak kepikiran Mandi. setelah denger Abang kecelakaan''.berbicara sambil mengaruk hijapnya dengan tersenyum malu.


''Sini pluk Abang sayang".


"Tapi Salsa bau Bang".


"Ngak apa-apa sini sayang,Abang kangen".


Salsa langsung masuk kedalam dekapan suaminya.meskipun tak bisa terlalu dekat karna perutnya yang kini sudah membuncit.


"Waah..anak Papa.. apa kabar sayang"?..mata Jhonsen langsung pokus pada perut sang istri. kemudian mengelusnya dengan lembut.


"Baik Papa".Salsa yang menjawab dengan wajah tenggilnya.membuat Jhonsen kembali tersenyum.


Entah kenapa melihat kebahagian diwajah putranya Wita menjadi bahagia. meskipun Salsa berasal dari desa tapi menantunya itu mampu membuat putranya menangis dan bahagia.


Apakah iya akan merestui pernikahan mereka"?.entahlah''?..nanti saja dipikirkan yang jelas saat ini iya sangat bahagia. melihat senyuman diwajah putranya itu.


''Maaf Nona Dokter Jhonsen harus istirahat''.seorang perawat laki-laki dan dua perawat perempuan masuk kadalam ruagan Jhonsen.


''Biarkan saja istri saya disini,tolong ganti kasur ini sama yang lebih besar".


"Baik Dokter".Ketiga perawat itu langsung keluar dari ruagan perawatan.


Ya''. pada saat Salsa pingsan beberapa saat kemudia Jhonsen langsung sadar dan dipindahkan keruagan perawatan.


"Zian".


"Iya Tuan".


"Tolong belikan perlengkapan untuk istri saya".


"Baik tuan".


"Oh..iya Zian".


"Saya tuan".


"Urusan kita belum selesai".


"Baik tuan".jawab Zian sambil menelan ludahnya dengan kasar. kemudian berbalik dan keluar dari ruagan perawatan Jhonsen.


''Adek udah makan belum''?..


''Belum''.jawab Salsa sambil mengelengkan kepalanya.namun tangannya masih terus bergelayut manja dilengan Jhonsen yang tidak terdapat infus.

__ADS_1


"Lho kok ngak makan"?..kan kasian anak kita sayang".


"Salsa ngak selera makan.kalau Abang sakit gini. Hiks..hiks''.


"Eh..kok nangis''?.. Abang kan udah sehat sayang"?.


"Cinta banget ya sama Abang"?.goda Jhonsen agar istrinya berhenti menangis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Hai Mas udah baikkan"?..


Jhonsen langsung mendengus ,saat melihat Dewi melangkah dengan santainya,saat seluruh keluarga pergi kekantin untuk makan siang.


"Mas mau makan''?... Dewi suapin ya"?.Dewi langsung menyambar mangkuk bubur yang baru saja dibawakan perawat.


"Wah...Mbaknya baik banget,makasih Mbak".Salsa langsung menyambar mangkuk bubur yang ada ditangan Dewi,dan lengsung melangkah kembali mendekati Jhonsen.


Jhonsen hanya mengulum senyum melihat tingkah istrinya itu.


"Lho siapa sih Bocah"?..kesal Dewi sambil berdiri disamping Salsa.


"Kenalkan Mbak, nama ku Salsa istri sah dari Jhonsen Alex Sander".


"Cih".Dewi langsung menepis tangan Salsa yang terulur tepat didepannya.


''Mas Dewi kagen''.


''Awas Bang ada lalat''.


''Buk''.


''Brensek lu ya''?.Dewi langsung kesal saat bantal yang menjadi alas tangan Jhonsen langsung mendarat indah dikepalanya.


''Dasar wanita gila''.umpatnya sambil melangkah keluar dari ruagan.


''Hhhuuff''.ha..ha''..Jhonsen yang sedari tadi menahan tawanya langsung pecah,setelah melihat Dewi keluar dari ruangan tempatnya dirawat.


''Seneng baget ya Bang"?.


"Allah kuakbar..sakit sayang".Jhonsen langsung terpekik kaget,saat tangan Salsa langsung menekan luka ditangannya.


''Enggak sayang. Maaf..mana buburnya sayang,Abang mau makan''.Jhonsen mencoba mengalihkan pembicaraan supaya istrinya itu tidak marah-marah lagi.apa lagi sampai pergi lagi.


Haduh iya bisa gila nanti.


Sudah beberapa hari Jhonsen dirawat dirumah sakit.sebenarnya Dokter belum mengizinkan dirinya untuk pulang.namun Jhosen tetap ngotot untuk pulang. dengan berbagai macam alasan yang membuat Dokter mau tak mau mengizinkan permintaannya.


"Abang kuat jalan ngak"?.


"Kuat dong sayang. kan kekuatan Abang ada disini"!!.berbicara sambil menunjuk kearah istrinya.


"Idih...gombal".Salsa langsung mencabik melihat gombalan garing suaminya.


"Bukan gombal sayang''.. tapi gembel".


"Ha..ha..".mendengar ocehan suaminya membuat tawa Salsa langsung pecah.


"Nah gitu dong. kan Abang senang ngelihatnya. jangan sedih lagi ya sayang"?.


"Cup".Jhonsen langsung menarik tubuh istrinya merapatkan ketubuhnya. meskipun terhalang perut buncit istri mudanya itu.


Kedua sejoli itu saling mengecap ******* dan merasapi rasa rindu yang kian mendalam dan membuncah didada mereka masing-masing.


Sehinga mereka sama sekali tidak menyadari jika didepan pintu ada Azka yang berdiri mematung melihat keromantisan Sang Kakak.

__ADS_1


"Eheem,nanti lanjut dirumah ".suara deheman dan percakapan, bernada perintah membuat kedua sejoli itu tersadar.


Jhonsen terlihat cuek, iya hanya mengengam tangan istrinya yang menunduk malu.kemudian membawanya keluar dari ruagan perawatan.


"Zian tolong bawakan tas saya".


"Baik tuan".


Setelah mengatakan itu semua Jhonsen langsung mengandeng tangan istrinya dan membawanya masuk kedalam mobil yang dikemudikan oleh Azka sendiri.


Sedari tadi mata laki-laki itu tak lepas dari istri Kakaknya.iya merasa semakin hari Salsa semakin cantik. bahkan dengan perut besarnya membuat wanita itu semakin sexsi.


"Jaga mata mu Azka".


"Maaf Kak".Azka langsung memalingkan wajahnya menatap jalan yang ada didepan.


Iya sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk melepaskan dan mengiklaskan Salsa untuk sang Kakak.


"Ayo sayang".Jhonsen langsung menggengam jemari istrinya saat memasuki rumah besar yang entah rumah siapa Salsa sendiri tidak tau.


"Kita mau kemana Bang dan ini rumah siapa"?.Salsa bertanya sambil menatap suaminya sekilas.


"Ini rumah kita sayang,Ayo masuk".Jhonsen langsung menarik tangan istrinya itu karna Salsa hanya berdiri saja didepan pintu tanpa mau melangkah masuk kedalam rumah.


"Selamat datang".


Mata Salsa langsung berbinar melihat semua kelurganya berkumpul disini.


"Emak ..Abah".Salsa langsung melangkah mendekati kedua orang tuanya.awalnya wanita hamil itu ingin berlari namun dengan cepat Jhonsen menarik lengan istrinya hinga Salsa kembali melangkah dengan pelan.


"Salsa kangen Mak''.hiks..hiks''.Salsa kangen Abah".Salsa langsung menangis tersedu-sedu, melihat kedua orang tuanya. sudah sangat lama dirinya tidak menemui kedua orang tuanya itu.


"Zul,Angga,Jo".keget Salsa setelah pelukannya terlepas. saat melihat ketiga sahabat nya juga ada disini.


"Eeittsss".Jhonsen langsung menarik istrinya agar mudur kebelekang. saat istrinya itu lagi-lagi ingin berlari dan memeluk sahabatnya.


Jhonsen tetaplah Jhonsen,suami posesif dan tukang cemburu.


"Peluk Sal peluk".Josep langsung nyeletuk sambil merantangkan tangannya minta dipeluk.


Sementara Salsa hanya tersenyum kaku dan mengaruk kepalanya yang tak gatal. sambil menatap suaminya.


"Eh..diem".


"Iya Om".lirih Josep pasrah.


"Salsa gue kangen".Tantri langsung nyelonong melewati Tangan Jhonsen yang mengandeng jamari istrinya.


Wanita itu langsung memeluk sahabatnya penuh kerinduan.


"Udah jangan lama-lama".


"Idih pelit".


🌹🌹🌹🌹


Yee...udah detik-detik....terrrakhir.


Jagan lupa like vote hadiah and komen.


Makasih.


Bay...bay.🥰🥰🥰


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2