Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par 55


__ADS_3

Penghuni rumah yang didalam tergangu dari tidurnya,saat mendegarkan ketukan dipintu bukan hanya ketukan lebih tepatnya gedoran yang terdegar kuat,seorang laki-laki bangkit dari tidurnya kemudian berjalan menuju pintu yang diketuk.


''Krek''.


Mendegar ada yang membukakan pintu dan


''Sayang''.


Setelah pintu terbuka hal yang pertama Jo lihat adalah seorang laki-laki mungkin seumuran dirinya,berdiri tepat didepannya,sambil mengucek-ngucek matanya untuk megumpulkan kesadaran.


Membuat Jo mendesah kesal,iya pikir istrinya lah yang membukakan pintu teryata laki-laki modelan begini''??..pikir Jo sambil mendelik menatap laki-laki didepannya.


Sementara Zian laki-laki itu langsung menahan senyum saat melihat Bosnya itu memanggil sayang pada seorang pedagang bakso.


"Maaf Masnya mau cari siapa malam-malam begini"?..pedagang Bakso itu bertanya sambil menatap Jo dan Zian heran,pasalnya kedua laki-laki ini terlihat bukan dari orang sembaragan,berpakaian rapi dan juga wangi, mau apa orang seperti mereka mencarinya malam-malam begini''?..


''Mohon maaf Pak kalau sudah menggangu malam-malam,saya igin bertanya apa kah bapak pernah melihat wanita ini''?Zian langsung nyeletuk saat sebelum Jo bertanya terlebih dahulu,sudah bisa dipastikan jika Bosnya itu yang bertanya bisa saja akan terjadi adu jontos.karna Bosnya selalu merasa benar dalam segala hal.


Pedagang Bakso itu meraih hendpthone yang disodorkan Zian kemudian melihatnya degan teliti sejurus kemudian iya menjawab.


"Oh..ini kan mbak yang tadi siang kerja sama saya".


"Iya apa dia ada disini"?...Zian kembali bertanya sesaat Waktu Jo lagi-lagi igin buka suara.


"Ada Mas ada dia dibawa istri saya untuk meginap disini,soalnya wanita ini katanya tidak punya rumah untuk pulang".laki-laki itu berbicara degan logat jawa membuat Jo hanya melonggok karna doi kurang memahami apa yang dikatakan laki-laki didepannya.


''Tuan...tuan''.Zian memanggil Jo yang sudah igin masuk menerobos kedalam rumah penjual bakso itu.namun tagannya degan cepat ditarik Zian membuat doi outo melotot geram.


"Apa yang kau lakukan Zian kenapa kau memegangi taganku''?

__ADS_1


''He...he...maaf Tuan alangkah lebih baik biarkan Bapak ini saja yang memanggil istri tuan tidak baik Tuan masuk kerumah orang sembaragan''.


''Lepaskan atau taganmu aku patah".Jo menatap tagan Zian lekat.


Zian degan cepat menarik tagannya kemudian menyegir sambil megankat tagannya membentuk huru V.


Setelah tagannya terlepas Jo langsung melangkah masuk kedalam dan.


''Pak..pak ..maaf anda mau kemana''?..tukang bakso bertanya degan nada binggung sambil mendogak agar bisa menjangkau tubuh Jhonsen yang tinggi.


''Saya mau menjemput istri saya".setelah megatakan itu Jhonsen langsung melangkah menuju sebuah kamar.


"Eehh...Pak...Pak...jagan".tagan laki-laki itu ter-ayun keatas,pertanda doi melarang Jo masuk kedalam kamar itu.


Namun Jo tidak perduli doi terus saja melangkah dan membuka pintu kamar degan cepat.


Matanya menyipit saat manik matanya melihat seorang wanita tidur miring menggunakan baju daster lusuh,


"Sayang Abang kagen Dek".


"Maaf kamu siapa"?kaget wanita itu langsung terbagun dari tidurnya,saat Jo igin memeluknya yang sedang berbaring.


Bukan hanya wanita itu saja yang kaget tapi Jo pun tak kalah kaget,saat wanita yang iya pikir istrinya teryata itu bukan istrinya.


Sementara laki-laki pedagang bakso itu sagat geram melihat ulah laki-laki yang entah siapa namanya iya tidak tau dan tidak mau tau,yang jelas laki-laki itu tidak mempunyai sopan santun.igin sekali iya marah tapi iya tidak punya banyak keberanian melihat dari penampilan kedua orang ini bukanlah orang yang sembaragan.


Semntara Zian laki-laki itu langsung tepuk jidat melihat ulah Bosnya itu.


"Dimana istri ku kenapa kau mempermainkan ku ditegah malam begini".suara Jo sudah mulai meninggi.

__ADS_1


"Lah seharusnya saja to yang marah lalu kenapa situ yang jadi marah"?..laki-laki itu menatap Jo heran sambil mengeram kesal.


"Kau terlalu berbelit-beli sekarang katakan dimana istriku atau rumahmu aku robohkan".


"Enak saja bukan kah Bapak yang tidak mau mendegarkan saya"?..


Jhonsen tidak mau kalah iya malah semakin kesal.


Sementara istri sipenjual bakso itu menatap Jhonsen dan suaminya satu persatu,iya binggung siapa laki-laki tampan yang masuk kedalam kamarnya,trus adu mulut degan suaminya"?..


"Cepat katakan atau"?..suara Jo sudah sagat meninggi hinga memenuhi sisi rumah yang tidak terlalu besar itu.


"Abang".suara yang sagat Jo rindukan seketika itu juga emosinya langsung menurun dari seratus drajat hinga menjadi nol drajat.


"Sayang".Jo memanggil istrinya namun kakinya kini melangkah mendekati wanita itu.


''Grep''.Jo langsung memeluk tubuh Salsa yang kini berguncang,Jo tau istrinya itu sekarang sedang menangis.Jo mengusap punggung istrinya degan lembut kemudian berkata''.


''Kita pulang sayang''?...


🌹🌹🌹


Wah gimana tu Salsanya mau pulang gak''?


Yuk simak episode selanjutnya tapi sebelum itu hadiah like vote and komennya dong"!!!


Yuk mampir juga dinovel outhor yang lain gak kalah seru lho.πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2