Cinta Tulus Seorang Bocah

Cinta Tulus Seorang Bocah
par 63


__ADS_3

''Kalau sudah sehat ayo kita keluar''.


''Jagan Dek plis''?..berbicara sambil menagkupkan kedua tagannya didepan dada degan wajah memelas.


''Kenapa''?..


''Abang masih lemes dan maul Dek''.


''Kalau gitu minum Bang''.igin rasanya Salsa tertawa ngakak saat melihat wajah pasrah suaminya itu.


''Ini Bang minum enak tau''.Salsa semakin gencar mengerjai Jhonsen.


''Iya''.lirihnya sambil meraih gelas dan meminumnya.


''Enak Bang''?


''Enak''.jawabnya malas kemudian membaringkan tubuhnya kembali diatas kasur.


Subuh menjelang


Setelah selesai melaksanakan sholat subuh, Tantri dan Emak sibuk memasak didapur dan menyiapkan perlengkapan untuk dibawa kesawah,tadi malam Salsa juga sudah memberitahukan Emak tentang kehamilannya,Emak dan Abah sagat senang sampai-sampai beliau menaggis karna bahagia.


Sedangkan Salsa seperti biasa setiap pagi doi akan muntah-munta,ditemani Jhonsen yang masih setia menemani sang istri.


"Gimana Dek sudah enakan".tanya Jhonsen sesaat setelah melihat istrinya sudah tidak muntah lagi.


"Iya Bang".lirihnya sambil menyenderkan tubuhnya didada bidang sang suami.


Melihat wajah pucat istrinya Jhonsen langsung membopong tubuh ramping sang istri,kemudian iya letakkan degan perlahan diatas kasur.


sejurus kemudian iya meraih air yang ada didalam gelas yang terletak diatas lemari hias.


"Minum sayang".berbicara sambil menjulurkan gelas tepat didepan bibir sang istri,tagan kanannya iya gunakan untuk membantu istri duduk.


"Salsa jadi pergi Gak"?.Tantri menyembulkan kepalanya didepan pintu kamar Salsa yang iya buka sedikit.


''Eehh...maaf''.lirihnya saat melihat Jhonsen membantu Salsa untuk minum ,lebih tepatnya Tantri pikir Jhonsen akan mencium sahabatnya, membuat pipinya seketikan merona malu kemudian kebur dari depan kamar Salsa.


''Lu kenapa''?..Angga bertanya saat melihat Tantri berlari didalam rumah.


''He..he...gak ada gue baru ngeliat adegan secara live''.lirihnya sambil menautkan ujung telunjuk kanan dan ujung telunjuk kirinya.


''Beneran...wah...''.Angga langsung saja berlari menuju kamar Salsa diikuti Josep dan Zul dari belakang.


''Lu mau ngapin''?lirih Zul berbicara pelan karna Josep dan Zul hanya ikut-ikutan saja,bahkan mereka berdua tidak tau apa tujuan Angga menuju kamar Salsa.


''Suut''.Angga meletakkan telunjuk didepan bibirnya,pertanda menyuruh sahabatnya diam.


"Kasi tau dulu lu ngapin disini".


"Diem peak brisik tau ngak"?


"Iiih...minggir gue gak bisa denger".lagi-lagi Angga menetap kedua sahabatnya kesal,pasalnya iya sama sekali tidak bisa mendegar apa-apa karna kedua sahabatnya terus saja mengoceh hinga.


"Gudubrak".


"Haduh".


"Setan".Jhonsen mengumpat saat melihat ketiga sahabat istrinya itu kini telah tersungkur diatas lantai.


Bertepatan saat dirinya igin membuka kan pintu untuk sang istri,untung saja iya yang berjalan duluan.tidak bisa iya bayangkan jika tadi Salsa yang berjalan duluan.


Sementara Salsa sudah tertawa terbahak-bahak saat menyaksikan ketiga sahabatnya itu sudah mencium lantai.

__ADS_1


"Adek....iiiihh...jagan ketawa Adek mau anak kita modelannya kayak mereka ini"?.Jhonsen berbicara sambil menatap ketiga sahabat Salsa degan tatapan kesal pasalnya ketiga sahabat istrinya itu selalu saja mengangu dan mengintipnya degan sang istri.


"Kalian ngapin dipintu"?.tanya Salsa sesaat setelah dirinya bisa mengintrol tawanya.


"He..he..kita disuruh Emak buat manggil kalian berdua".bohong Zul degan wajah cegegesan sambil mengusap tengkunya menahan malu.


"Ayo Dek jagan terlalu dekat degan mereka nanti Adek bisa ketularan kepo kayak mereka".kesal Jhonsen sambil menarik tagan istrinya agar menjauh dari ketiga sahabatnya itu.


"Zian kamu ikut ngak"?..


"Ikut Nona".


"Pangil Salsa saja Zian jagan Nona aku tu bukan Nano-Nano".celetuk Salsa asal hinga iya mendapatkan sentilan kening dari sang suami.


"Aaww..sakit Bang".lirihnya sambil mengusap keningnya yang ngilu.


"Panggil Nona,enak saja kamu memanggil istri saya Salsa".celetuknya sambil berlalu.


"Terserah kau saja lah tuan,karna bos yang selalu benar".batin Zian sambil mengikuti yang lain,karna emak,Aban dan keempat sahabat Salsa sudah jalan duluan.


"Kita mau apa ketempat seperti ini Tuan"?..Zian bertanya setengah berbisik sesaat telah mereka sampai dipinggiran sawah.


"Piknik".jawab Jhonsen asal membuat Zian mengernyit heran.


"Piknik"?..tanya Zian memastikan,piknik macam apa ini''?..ditegah rumput dan lumpur yang sagat menjijikkan''.Pikir Zian sambil tetap melangkah.


"Pyurrrr''.


''Ha...ha...ha...''.tawa semua orang pecah saat melihat Zian yang jatuh terpeleset kedalam lumpur.


Tawa semua orang semakin pecah saat melihat kondisi Zian yang mengenaskan.


Tubuh Zian dipenuhi lumpur,bahkan yang terlihat hanya matanya yang berkedip-kedip menahan jengkel.


''Ngapain Dek''?..tanya Jhonsen degan wajah heran.


''Tapi Abang udah janji sama Salsa''.lirihnya cemberut.


''Mau masak-kin belut buat Salsa''.sambungnya lagi.


''Iya Abang tau,tapi mau masak Belut apa hubungannya Abang harus nyemplung disini''?..


''Lalu kalau ngak nyemplung dapat belutnya dimana''?..


''Mana Abang tau''.celetuknya asal.


''Nak..Jo nyari belut itu harus disitu''.Abah menunjuk lumpur yang kental bercampur air persawahan.


''Asem...perkara belut aja bikin repot''.omelnya pelan agar tidak didengar sang istri,kemudian terbesit ide untuk menyelamatkan diri dikepalanya.Jhonsen menatap Zian degan tatapan penuh arti.


''.Zian''.


''Iya tuan''.jawab Zian degan bentuk menyedihkan.


''Carikan saya belut Zian''.


''Bunuh saya saja tuan''.jawab Zian kesal.


''Eit...kenapa Zian yang disuruh nyari.Anak kita itu maunya Abang sendiri yang nyari,Abang sendiri yang masak''.ucapan Salsa tegas tak bisa dibantah.


''Dek''.berbicara degan wajah memelas.


''Kalau ngak mau ya udah''.Salsa sudah berbalik dan igin pergi menyusul keempat sahabatnya yang kini sedang duduk degan nyaman didalam pondok.

__ADS_1


''Jo kamu harus sabar,menghadapi wanita hamil.istri kamu itu ngidam lho''?..masak kamu ngak mau menuruti kamu mau anak kamu ileran''?


''Engak Pak''.lirihnya sambil berlari menyusul sang istri yang sudah menjauh degan wajah merengut sedih.


''Dek ayo ajarkan Abang buat nagkap belut''.lirihnya sambil meraih tagan sang istri.


''Gak nanti Abang bohongin Salsa lagi''.menjawab degan nada kesal.


''Kali ini Abang serius Dek''.ucapnya jujur.


''Benarannya''?..


''Iya sayang sumpah''.


Salsa langsung tersenyum samar kemudian doi langsing mengikuti Jhonsen yang terus menggengam tagannya.


''Ini gimana cara nyarinya''?..tanya Jhonsen degan wajah binggung.


''Turun Bang kelumpurnya''.


''Aasem...apes ..bener ya ini nasip''.gerutunya pelan sambil menurunkan kakinya kelumpur.


Sementara Zian tersenyum senang melihat penderitaan Bosnya itu.karna dendamnya terbalas tunai.


''Mana Dek belutnya ngak ada''.Jhonsen berbicara sambil mengaduk-aduk lumpur degan kakinya.


''Bukan begitu Bang''.


''Lalu''.


''Eehhh...Adek mau kemana''. panik jhonsen saat melihat istrinya mau ikut turun kelumpur yang sagat licin.


''Mau ngajarin Abang''.


''Gak usah Abang bisa Kok,Adek pikir Abang bodoh.ketimbang mencari binatang menjijikkan itu saja tidak bisa''.sombongnya sambil tetap mengaduk-aduk lumpur degan kaki putih mulusnya.


''Buakan gitu caranya Bang''.


''Lalu''?berbicara degan alis yang mengernyit binggung.


''Itu kayak Zian duduk gitu kemudian diraba-raba kalau ada yang licin langsung deh ditankap.


Mendengar kata licin seketika itu juga Jhosen bergidik geli.


''Aaarggg...Mommy''.....


🌹🌹🌹🌹


Jagan lupa like vote and hadiahnya.


Oh...iya sebentar lagi kan kita puasa jadi outhor sekeluarga mengucapkan mohon maaf lahir dan batin.πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA.


makasih.


Bay...bay...😍😍😍😍


Yuk mampirπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡



tbc.

__ADS_1


__ADS_2