
''Saya mau dibawa kemana Pak''.lirih Salsa degan wajah bergidik melihat wajah dinggin Bosnya itu.
''Bisa diem gak''?.serkas Azka membuat Salsa diam hingga mobil yang mereka tumpangi memasuki sebuah rumah mewah entah milik siapa''??.. Salsa sama sekali tidak tau.
"Astaufirullah''.mau ngapain dia membawa gue kesini''??..gue bisa gila kalau harus dihadapakan dengan situasi seperti ini".lirih Salsa dalam hati dengan tetap berdiam diri didalam mobil.
"Ayo keluar''. pinta Azka sambil menarik tangan Salsa, karna wanita itu tidak bergerak sama sekali dari posisi duduknya.
"Eh..kita mau kemana Pak''??.. ini rumah siapa"?.bertanya degan langkah terseok-seok mengikuti langkah lebar Azka.
"Mau ketemu Mommy dari kemaren Mommy meminta gue untuk membawa wanita yang gue cintai,Eh...lhonya malah ngilang seperti ditelan bumi.lho tau ngak''?.. gara-gara lho sama Kakak gue ngilang. gue hampir dinikahkan sama tunagan Kakak gue. jadi lho harus tanggung jawab sekarang''.
"Tanggung jawab pale lu"..gue gak tau apa-apa kali,kenapa lho minta gue bertanggung jawab''?.. dasar bos gila".umpat Salsa dalam hati.
"Jagan mengumpatku sekarang''!!!.. nanti saja jika masalah ini telah selesai".
"Huh dia tau saja jika gue mengumpatnya dasar cenayang".Salsa berbicara dengan suara pelan agar tidak bisa didengar Azka.
"Mommy...pekik Azka saat doi memasuki rumah membuat Salsa sepontan menutup telinganya yang berdenggung saat mendegar jeritan melingking Bosnya itu.
Tak ada jawaban. rumah sunyi bak tak berpenghuni, yang ada hanya beberapa Bodyguard yang berdiri didepan rumah dengan wajah kaku tampa senyum. membuat Salsa menjadi bergidik ngeri.
"Lho tunggu disini gue naik keatas sebentar".berbicara sambil meminta Salsa untuk duduk dikursi ruang tamu.
Gadis itu hanya menurut saja iya sangat malas berdebat dengan Bos nya yang sengklek.
Salsa duduk termangu dikursi ruang tamu.doi heran kenapa rumah sebesari ini begitu sunyi. tampa penghuni,
"Grep"..
Tiba-tiba tangannya ditarik seseorang, namun saat iya igin menjerit mulutnya cepat-cepat dibungkam dengan tangan kokoh seorang laki-laki.
"Emmm".pekik Salsa tertahan saat merasakan dirinya diseret memasuki kamar.
"Bruk".
"Aww"...seketika Salsa membeku saat mendegarkan suara jeritan seseorang yang sagat iya kenal.
"Abang". pekiknya saat mengigat siapa pemilik suara bruton yang baru saja iya dengar.
"Kemaren Abang bilang apa''??.. mau melanggar perintah suami"?..Jhonsen bertanya sambil mengukung tubuh istrinya dan merangkul pinggangnya erat hingga tubuh mereka nempel maksimal.
"Ma...af''??..... Salsa juga dipaksa".lirih Salsa dengan nada takut. sambil menunduk karna doi tak sanggup saat menatap mata elang milik sang Suami.
__ADS_1
''Lagi pula Abang juga sudah tau punya tunagan masih aja ngotot buat nikahin Salsa,sekarang Salsa harus gimana''??..jika Orang tua Abang kekeh mau menikahkan Abang sama tunangan Abang''???.lirih Salsa dengan mata yang sudah mengembun. sebenarnya saat mendegar Azka membahas tunagan Kakaknya hati Salsa langsung pedih. karna walau bagai mana pun Kakak dari Azka tetaplah suaminya.
''Abang kan sudah bilang, kasi Abang sedikit waktu untuk menyelesaikan masalah ini''.
''Salsa''. panggilan dari luar kamar membuat Salsa semakin binggung dan ketakutan.
''Bang''.Pak Azka memanggil Salsa''.
Mendegar itu semua Jhonsen bukannya melepaskan Salsa, laki-laki itu malah ******* bibir istrinya dalam dan menuntut.
Satu tagannya iya letakkan dibelakang leher Salsa untuk memperdalam ciuman mereka.degan cepat Jhonsen mengangkat tubuh istrinya hanya dengan satu kali Hentakan tubuh mungil itu berhasil mendarat degan sempurna dilegan kokoh sang suami.sepontan Salsa meletakkan tagannya dileher suaminya untuk memperkuat pertahanan agar tidak terjatuh.
''Abang boleh minta hak Abang sekarang''.lirih Jhonsen dengan nafas yang memburu.setelah beberapa saat mencumbui sang istri.Salsa hanya menganguk. jujur iya sagat takut untuk melakukan ini semua,tapi mau bagai mana lagi Laki-laki didepannya ini tetaplah suami Sah baginya.laki-laki yang akan menjadi imamnya kelak.laki-laki yang akan menjaganya seumur hidup. itu harapan dalam hati gadis yang kini sedang berada dibawah kukungan Jhonsen.
''Salsa''.lagi-lagi suara yang melengking diluaran sana membuat mut kedua manusia itu menjadi buyar.
''Nikmati saja, anggap saja suara itu musik yang mengirigin permainan kita''.lirih Jhonsen langsung melahap lembut bibir **** istrinya.
''Awww....Sakit Bang''...lirih Salsa dengan suara yang tertahan karna kini milik Jhonsen mulai menerobos masuk kedalam miliknya.
Degan cepat Jhonsen melukat bibir istrinya untuk mengurangi rasa sakit dibagian inti tubuh sang istri.
''Eemmm''.pekik Salsa tertahan saat inti tubuh suaminya berhasil masuk dengan sempurna.bahkan tangannya menggapai-gapai punggung kokoh suaminya untuk mencari pegangan agar bisa mengurangi rasa sakit yang iya rasakan.
''Makasih sayang'' ucapnya sambil mengecup kening sang istri lembut.kemudian menyelimuti tubuh polos Istrinya dan doi juga ikut masuk kedalam selimut dan menarik sang istri kedalam pelukannya.
''Tok...tok...tok..
''Ciihh...apa lagi sih maunya bocah ini''.gerutu Jhonsen saat mendegar suara ketukan dipintu.
''Bang Itu Pak Azka memaggil Salsa''.lirih Salsa pelan sambil menyembulkan kepalanya dari selimut.
''Udah diam disitu biar Abang yang keluar''.Jhonsen berbicara sambil memakai celana bolanya dan melangkahkan kakinya keluar kamar.
''Krekk''
Pintu terbuka tapi sejurus kemudian Jhonsen langsung menutupnya kembali dan keluar dari kamar,doi takut Azka mengetahui jika Salsa sedang ada didalam kamarnya.
Jhonsen menatap wajah Azka yang gusar akibat tidak menemukan Salsa.disetiap sudut rumah.
''Kak lihat cewek cantik menggunakan hijap panjang gak"?...
Jhonsen menjawab dengan mengangkat bahunya pertanda tidak tau.
__ADS_1
''Itu lho Kak cewek yang pernah gue ajak keacara pertunagan Kakak''.
''Gak ada tu??..orang Kakak dari tadi dikamer''.
''Iya ya''?.. kemana lagi gue harus nyari ntu cewek. ditanya sama penjaga mereka bilang dia gak ada keluar dari rumah.terus kemana perginya'' ?..kenapa Salsa hilang seolah ditelan bumi?...Berbicara sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
''Mana Kakak tau''!!! jawab Jhonsen sambil melangkah menuju dapur. karna sekarang sudah hampir sore pasti istrinya itu lapar atau mungkin haus.Maka dari itu Jhonsen berniat membawakan istrinya sesuatu paling tidak agar tenaganya pulih kembali setelah iya hajar habis-habisan tadi.
''Sayang Ayo makan setelah makan mandi ya''.pinta Jhonsen sambil mendekati ranjang tempat istrinya berbaring.
"Ya allah pantas saja perut Gue rasanya melilit,teryata seharian ini gue belum makan".batin Salsa sambil menganguk kan kepalanya.
"Biar Abang yang suapi".pinta Jhonsen membantu istrinya untuk menyender dikepala tempat tidur.
Salsa langsung menerik selimut dan langsung menutupi tubuh polosnya hingga keleher.Jhonsen yang melihat tingkah istrinya hanya terkekeh geli.
"Kenapa harus ditutupi''???. bukan kah Abang sudah melihat semuanya".ucapan Jhonsen membuat wajah Salsa merona merah.
"Kenapa malu begitu''???. bukankah itu menyenagkan".
"Iiss udah dong''!!.sini Salsa makan sendiri saja".
"Laper baget ya".tanya Jhonsen yang diangguki Salsa.
"Salsa belum makan dari tadi siang".berbicara dengan mulut yang mengembung. karna Jhonsen menyuapinya dengan sendok yang penuh.
"Kok bisa''!!!. itu kan gak baik buat kesehatan. Abang gak mau ya' Adek ceroboh sepeti ini lagi".
"Ha...ha...kenapa Abang seperti dokter saja"?..Ya Salsa memang tidak tau siapa sebenarnya Jhonsen, apa pekejaan suaminya itu.sebaliknya Jhonsen juga tidak pernah memberitahukan pekerjaannya kepada sang istri.
"Terserah apa kata Adek.yang jelas Abang gak mau Adek lalai dalam menjaga kesehatan. apa lagi sampai gak makan sampai malam begini".
"Iya siap Bos".
π₯π₯π₯π₯
Maaf masih banyak typo.
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Makasih.π
Tbc.
__ADS_1