
''Allah huakbar''.Jhonsen langsung terperanjat saat seekor ikan gabus melompat keluar dari celana bahan yang Zian kenakan.
Dan lagi-lagi semua yang ada disana tertawa terbahak-bahak melihat kekonyolan bos dan anak buah itu.
''Abang ikan gabusnya gede Bang''.pekik Salsa degan wajah berbinar.
''Iya Nona besar sebesar ikan gabus saya''.
''Aaaw...sakit tuan''.Zian terpekik
''Setan kau Zian,apa yang kau katakan''.
''Gabus besar tuan''.lirih Zian sambil berlari degan celana bahan yang sudah sobek hinga kepaha.
''Astaga mati lah aku''.lirih Abah sambil menepuk keningnya pelan,merasa pusing degan tingkah kedua laki-laki yang ada didepannya sekarang.
''Sudah-sudah ayo sekarang kita makan dulu,sudah siang''.Emak memanggil-manggil Zian dan Jhonsen.karna kedua laki-laki itu masih saja kejar-kejaran.
''Ayo Bah makan Salsa sudah lapar''.Salsa berjalan duluan menuju podok kecil yang ada ditegah-tengah sawah.
''Sikat''.lirih ketiga bocah soplak Zul,Angga dan Josep sambil berlari duluan memasuki pondok, mereka takut jika tidak mendapatkan tempat duduk atau piring untuk makan.
''Abang ngak makan''.tanya Salsa karna suaminya itu terus saja mengejar Zian.
"Makan Dek Abang lapar".lirihnya dengan nafas yang ngos-ngosan karna berlari.
"Zian ayo makan".
"Biarkan saja Dek".Jhonsen berbicara sambil menarik tagan sang istri untuk menjauhi Zian.
"Iya Nona cantik".lagi-lagi Zian nyeletuk asal, membuat darah Jhonsen lagi-lagi mendidih.
"Kau mau cari mati Zian".
"Mau cari hidup Tuan".jawabnya santai.
"Sudah Bang ayo makan".Salsa berbicara sambil menahan tawanya.
"Saya duduk dimana Tuan".tanya Zian karna pondok tempat mereka berteduh telah dipenuhi manusia.
"Dipintu Zian".
Zian mendesah namun degan terpaksa doi tetap duduk dipintu.
"Piring saya mana Tuan".
Jhonsen yang sudah ingin menyendokkan nasinya kedalam mulut,kembali iya urungkan saat mendengarkan suara Zian lagi.
"Pakai baskom Zian".akhirnya kata nyeleneh Jhonsen keluar dari mulutnnya.
Membuat Wajah Zian masam dan mendelik kesal,iya kali seorang Zian makan dalam baskom''?..bisa hancur reputasinya.
''Zian kenapa kau belum makan".tanya Tantri sambil menatap Zian yang duduk didepan pintu degan pakaian basahnya.
''Gak ada piring''.jawabnya siangkat.
''Ini''.Tantri menjulurkan piring didepan wajah Zian.
''Terima kasih''.balas Zian degan wajah berbinar.
__ADS_1
''Ini''.Jhonsen langsung meletakkan kepala ikan nila kedalam piring Zian.
Membuat laki-laki itu outo mendelik kesal.
''Terima kasih Tuan''.lirihnya sambil meraih sambal dan iya letakkan kedalam piring sang Bos.
''Aaasem...setan apa ini pedas,air Dek''.pintanya sambil menjulurkan tagan.
Oh..astaga kedua laki-laki beda usia ini selalu saja membuat suasana damai menjadi ricuh, bahkan perut semua orang yang ada disana menjadi sakit,karna terlalu lama tertawa.
Sementara Emak hanya menatap heran pada Menantunya dan laki-laki yang katannya sahabat menantunya itu.
''Zian setan kau Zian gaji kau ku potong lima puluh persen Zian''.
''Terserah kau lah Tuan,itu artinya pekerjaan saya juga akan saya potong lima puluh persen''.jawabnya santai membuat Jhonsen outo semakin kesal.
''Iiiihhh...Abang udah kenapa Sih''.kesal Salsa karna suaminya itu kini telah meraih centong nasi dan akan mendaratkannya diatas kepala anak buahnya itu,namun degan cepat ditangkap oleh Salsa.
"Untuk ada Istri saya kalau ngak habis kamu".kesalnya.
Zian tetap diam,doi masih makan degan santai.
****
"Sal nyari mangga Yuk".Zul nyeletuk setelah mereka selesai makan siang.
"Iya ayo".
"Bang ayo Bang".ajaknya penuh semagat sambil menarik-narik tagan suaminya.
"Aduh cobaan apa lagi ini".batin Jhonsen.
"Nanti ya Dek pakaian Abang basah".meminta degan wajah memelas.
''Ya sudah Salsa pergi sama mereka aja ya''?..Abang pulang dulu aja gak pa-pa kok''.
''Ngak-ngak mana ada begitu''.
''Abang pulang Adek juga ikut pulang''.ucapnya degan wajah masam,iya kali Jhonsen membiarkan istrinya untuk ikut degan sahabat hancurnya itu.sudah bisa dipastikan istri kecilnya itu akan berbuat yang tidak masuk akal.
Bisa-bisa entar istrinya itu malah ikut manjat pohon mangga,doi tau betul jika Salsa sagat ahli dalam memanjat pohon mangga.
Namun karna istrinya itu sekarang sedang hamil,jelas Jhonsen tidak akan mengizinkannya.membayangkan nya saja membuatnya menjadi merinding.
"Tapi Salsa pegen mangga Bang".
"Kan bisa minta ambilkan sama keempat curut ntu..ntu...ntu..".Jhonsen menunjuk sahabat Salsa satu persatu.
''Tapi Salsa mau ngambil langsung Bang''.
''Allah huakbar Dek-dek...Adek itu nyadar ngak sih,kalau lagi hamil''?..sudah mulai bernada tinggi.
''Nyadar Bang''.jawabnya santai membuat Jhosen outo semakin kesal.
"Pulang sekarang".
"Hiks..hiks...huwaaa"..Salsa sudah mulai menagis.bahakan wanita itu kini sudah mulai meraung.
Membuat Jhonsen outo kalang kabut.
__ADS_1
"Nduk yang suami kamu bilang itu benar,kamu itu lagi hamil.jagan bertingkah yang aneh-aneh".ucap Emak mengigatkan sang putri.
"Iya Mak Salsa tau,tapi Abang sudah janji sama Salsa".
"Janji apa Dek"?.Jhonsen sudah mulai pikun atau pura-pura pikun.
"Abang janji mau ngambilin mangga buat Salsa, tapi nyatanya Abang ngak mau,Huwaaa...".tangisnya semakin kencang membuat Jhonsen mendekap tubuh bumilnya cengeng itu.
"Maafkan Abang Dek Abang lupa".ucapnya sambil mengusap punggung sang Istri yang masih menangis.
"Sekarang kita pergi cari mangga ya"?.bujuknya degan nada lembut berharap istrinya itu bisa dibujuk.
"Ngak mau nanti Abang bohongin Salsa lagi".lagi dan lagi tangisan wanita itu pecah. entah kenapa semenjak hamil.m hatinya mudah sekali sedih dan menangis.
"Cup...cup...cup...sudah jagan menangis ayo sekarang kita cari pohon mangga".Jhonsen sudah menarik tagan istrinya mencari pohon mangga,padahal dirinya sama sekali tidak bisa memanjat mangga.
Sementara Zian sedari tadi sudah mengejek bosnya itu,iya sagat kesal seharian iya sudah dikerjai bosnya itu.
Bukan cuman dikerjai Zian mah,tapi juga capek ngerjai Bosnya.
''Mana mangganya Dek''.tanya Jhonsen sambil memgikuti sang istri yang berjalan duluan degan kempat sohipnya.
"Itu Bang".Salsa mendongak sambil menunjuk pohon mangga besar nan tinggi ada didepan mereka.
"Eh..busyet...ini pohon mangga atau tiang listrik Dek"?..celetuknya sambil bergidik ngeri.
"Panjat Tuan".
"Kurang ajar kau Zian kau mau aku mati".
"Zian kau panjat Zian".
"Boleh Nona".goda Zian karna doi tau Istri tuannya itu mengidam mangga yang dipetik suaminya sendiri.
"Salsa yang manjatnya Bang".
"Eh...jagan Nduk nanti bahaya dasar kamu itu".lirih Emak menatap kesal sang anak.
"He..he..canda Mak".jawabnya sambil nyegir.
"Ayo Bang kita pulang dulu sudah siang''.berbicara sambil mengandeng tagan sang suami.
''Lah tapi katanya pangen mangga gimana sih Adek''.
πΉπΉπΉπΉ
Lah..neng Salsa doyan benget melihat Bang Jo kalang kabut.
Selama bulan ramadhan outhor akan updet Pagi ya''?..insya allah kalau ngak ada halagan sih.
Jagan lupa dukugannya like vote and komen
Makasih
Yuk mampir disini.ππππ
Tbc
__ADS_1