
''Kita pulang Sayang''?..
Salsa hanya menurut,bukan karna dirinya sudah mau memaafkan suaminya,tapi lebih tepatnya Salsa tidak mau suaminya mengamuk dirumah orang yang sudah baik dan mau membantunya degan ikhlas.meskipun keluarga mereka bukan lah orang kaya tapi mereka memiliki hati yang tulus dan baik.Salsa berjanji dalam hatinya jika dirinya sukses kelak iya igin membantu keluarga yang telah membantunya sekarang.
''Pak Buk saya pamit ya''?..makasih atas semua bantuan kalian''.pamit Salsa ramah sambil tersenyum lembut.
''Iya Neng sama-sama jagan sungkan untuk datang kerumah saya,saya memang bukan orang kaya tapi setidanya saya masih punya hati yang lapang untuk membantu orang yang kesusahan''.
Mendegar ucapan istri pedagan bakso yang ada disebelahnya,Jhonsen mendelik kemudian menarik tagan istrinya untuk keluar dari rumah sederhana itu.
Salsa mendesah kesal lain kali iya akan datang kesini lagi jika ada kesempatan itu janjinya.
Disepanjang perjalanan menuju mobil tagan Jo tidak lepas dari tagan istrinya,laki-laki itu terus saja menggenggam tagan Salsa hinga sampai kemobil,bahkan iya memperlakukan istrinya degan sagat manis dna lembuat membuat Salsa mengeryit heran.
Ada apa degan suaminya ini bukankah kemaren-kemaren Jo sagat marah padanya, bahkan tidak mengakui anak yang dikandung adalah darah dagingnya sendiri,lalu apa ini sekarang''?..Salsa sungguh dibuat binggung degan tingkah suaminya itu.
''Lapar gak''?..Salsa mengeleng iya sungguh malas untuk berbicara degan laki-laki disebelahnya sekarang.
''Masih marah''?..Salsa tetap diam.
''Jagan diam gitu Abang tau Abang salah, Abang minta maaf,Abang sudah tau semuanya,Abang benar-benar minta maaf karna telah melukai hati Adek,maafkan Papa ya sayang''.Jo berbicara namun kini wajahnya tepat didepan perut rata sang istri.
Namun Salsa tetap diam,meskipun Jo sudah megatakan jika dirinya telah mengetahui semuanya,namun bukankah itu artinya Jo tidak bisa mempercayainya selama ini''?..
Salsa mulai was-was degan tingkah suaminya,pasalnya laki-laki itu punya emosi yang tidak stabil.Jo bisa lembut dan bisa marah jika miliknya disentuh orang lain,padahal selama ini Salsa tidak pernah dekat degan orang lain tapi Jo tetap tidak mau tau,iya masih tetap degan traumanya,sampai kapan Salsa akan hidup bersama Jhonsen masih degan bayangan-bayangan perselingkuhan istri pertama suaminya itu.
"Ayo turun".karna asik degan lamunannya sendiri,Salsa sampai tidak menyadari bahwa mobil mereka sekarang berhenti didepan restoran.
__ADS_1
"Kita gapain kesini Bang"?..tanya Salsa masih tetap pada posisinya.
"Makan Sayang dari kemaren Abang belum makan".lirihnya lemah.
"Kenapa bukankah sebntar lagi Abang mau menikah,lalu kenapa sampai gak makan''?..
Pertanyaan Salsa membuat Jo igat akan wanita ular itu,iya baru igat sekarang iya memerintahkan anak buahnya untuk mencari tau tentang wanita itu.tapi iya sampai lupa untuk menanyakan hasil dari penyelidikan mereka.
''Sabat Sayang Abang akan buktikan jika Abang tidak bersalah''.
''Ayo turun Abang lapar Dek''.
Salsa hanya menurut,kasian juga melihat suaminya kelaparan begini bahkan sudah hampir tegah malam suaminya itu belum juga makan.
''Mau pesan apa Sayang''?..Salsa menoleh iya igat terakhir kali suaminya megajak dirinya makan direstoranysuaminya itu makan makanan aneh.yang membuat Salsa mual bukan main,apa lagi dirinya sekarang sedang hamil muda,iya bisa muntah benaran nanti.
''Huekk''...membayangkannya saja sudah membuat Salsa mual dan igin muntah.
''Eh..Adek kenapa''?paniknya.
''Salsa mual Bang jagan makan disini Kalau makan disini Abang pasti makan ikan mentah lagi Salsa jijik Bang''.
''He..he...sebenarnya Abang pegen makan nasi padang seperti kemaren.tapi takutnya dijam segini sudah tutup".berbicara gensi sambil tersenyum kaku.
"Disana bukanya sampai subuh Bang.kan warung yang itu memang khusus untuk tegah malam begini''.
''Wah ayo sekarang kita kesana ''.jawabnya degan wajah berbinar sambil mengandeng tagan istrinya.
__ADS_1
Zian yang baru saja igin duduk mendesah panjang,mau kemana lagi Bosnya itu baru saja dirinya igin makan sekarang pergi lagi.
''Sabar perut''.lirih Zian sambil megusap perutnya yang sudah sagat lapar.sejurus kemudian iya melangkah mengikuti Jo.
''Kita kemana Tuan''.Zian bertanya saat mereka sedang dalam perjalanan.
''Dijalan *** jawabnya santai sambil terus memeluk pinggang istrinya degan posesif.
''Sudah sampai Tuan''.Zian berbicara degan Jo namun matanya melihat sekeliling.
Disekitaran sini hanya ada pedagang warung dan tenda saja mau apa Bosnya itu kesini''?bukankah selama ini Bosnya itu sagat mementingkan kebersihan.lalu mau apa laki-laki itu kesini"?..
Mata Zian langsung terbelalak kaget saat melihat Jo masuk kedalam warung tenda nasi padang.
"Mau apa Tuan kesana".lirihnya sambil melangkah megikuti Bosnya itu.
"Tuan kita mau apa kesini"?.
πΉπΉπΉπΉ
outhor minta Hadiah like vote and komen dong"?...
Makasih...
Bay..bay...πππ
Tbc.
__ADS_1