Cinta Untuk Dara

Cinta Untuk Dara
Part 10


__ADS_3

Waktu telah berlalu begitu cepat ,dari kejadian penjambretan tersebut. Kaki Dara juga telah sembuh. Hari minggu Dara gunakan untuk istirahat dirumah.


Namun selagi asik istirahat duduk di depan rumah sembari main bersama adik adiknya, Sarah yang dulu 1 kelas dengan Dara datang ke rumah.


"Ra, ini ada undangan reunian kelas kita tepatnya untuk minggu depan. Sekalian gwe kemari disuruh ibu minta uang kontrakan "ucap Sarah ketus sembari memberikan undangan reunian untuk Dara. "


Dara menerima undangan tersebut sembari berkata "sebentar ya Sarah, gwe ambil dulu uangnya. "


Dara melangkah masuk rumah menuju kamarnya untuk mengambil uang buat bayar kontrakan.


Tak berselang lama Dara telah kembali ke depan rumah menyerahkan uang buat bayar kontrakan pada Sarah.


"Ini uang kontrakannya. "


"Lain kali ga usah pake di tagih bisa kan??!! Kalau sudah waktunya bayar, loe kerumah kasih duit ke ibu gwe!! "bentak Sarah sembari menerima uang dari Dara. "


Sarah langsung pergi begitu saja tanpa berpamitan.


Dara hanya menghela nafas panjang melihat tingkah Sarah.Kembali Dara bermain dengan adik adiknya.


Lagi asik dengan adik adiknya, datanglah Rendy. Dara agak sedikit kaget karena kedatangan Rendy yang sangat tiba tiba.


"Loh ka Rendy tumben kemari?? "tanya Dara mengerutkan alis."


"Iya de ,tadi dari rumah tante Bety. Ga apa apa kan kaka mampir kemari? "tanya Rendy ragu. "


"Iya ga apa apa kok ka, kalau hari minggu ya seperti ini kegiatan Dara. Main sama adik adik Dara "jawab Dara menyunggingkan senyum. "


"Ade ade, ini kaka Rendy bawa sedikit snack buat kalian. Jangan berebut ya, karena masing masing dapat kok "ucap Rendy memberikan 1 kantong kresek besar isi jajanan anak dan susu kotak. "


Ke tiga adik Dara mengucapkan terima kasih pada Rendy. Mereka langsung makan rame rame snack dari Rendy.


Rendy duduk di sebelah Dara,sembari melirik tangan Dara yang sedang memegang undangan reunian.


"De, kamu dapat undangan nikahan dari siapa"tanya Rendy menyelidik. "


"Bukan undangan pernikahan ka, tapi ini undangan reunian SMK "jawab Dara terkekeh. "


"Heee maaf de, pikir kaka yang ade pegang itu undangan pernikahan dari teman "ucap Rendy menutupi rasa malunya. "


"Kapan reuniannya de? "tanya Rendy menyelidik. "


"Minggu depan ka, tepat di hari minggu "jawab Dara singkat."


"Bagaimana kalau kaka temani kamu, setidaknya antar kamu saja ga apa apa kok de"ucap Rendy menawarkan diri. "

__ADS_1


"Apa ga merepotkan kaka Rendy? "tanya Dara sedikit keraguan. "


"Tidak kok de, kaka kalau hari minggu kan ga ngantor de. Paling dirumah ga kemana mana "jawab Rendy sumringah. "


"Memangnya kaka libur ga jalan jalan sama pacar kaka"tanya Dara menyelidik. "


"Hhee ade mah bercanda, kaka ga punya pacar kok de "jawab Rendy tertunduk malu. "


"Masa si ka,entar tahu tahu pacar kaka ngelabrak Dara .Aduhhh Dara malu dong ka "sindir Dara. "


"Ya ile..ade masih ga percaya saja.. Harus bagaimana lagi kaka kasih pengertian "rajuk Rendy manyun. "


"Ya ya.. Dara percaya kok ka. Dara kan cuma bercanda "ucap Dara terkekeh. "


"Berarti ade mau kan, kalau kaka yang nemenin acara reunian ade? "tanya Rendy ragu. "


"Iya ka boleh dech, daripada Dara seperti orang hilang berangkat sendiri. Kalau kaka ga merasa di repotkan saja "jawab Dara tersenyum manis."


😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊


Waktu berjalan begitu cepat, saat yang dinanti telah tiba. Rendy telah menjemput Dara pagi pagi.


Dengan langkah pasti Rendy keluar dari mobil menuju ke rumah Dara. Seperti biasa tetangga Dara nyinyir melihat kedatangan Rendy.


Emak emak rempong yang sedang ngerumpi di gang dekat rumah kontrakan Dara saling berbisik saling mencibir.


Tak berselang lama, Rendy telah sampai di rumah kontrakan Dara. Rendy lekas memanggil Dara.


"Permisi... Dara.. "


Keluarlah ibu Ranti dari dalam rumah.


"Eh nak Rendy, silahkan masuk dulu. Kebetulan Daranya belum selesai bersiap siap "ucap bu Ranti tersenyum ramah. "


Rendy lekas masuk dan duduk di sofa ruang tamu dirumah kontrakan orang tua Dara.


5 Menit kemudian keluarlah Dara dengan busana yang feminin. Dress warna merah jambu dipadu dengan flat shoes warna hitam. Rambutnya sebatas bahu diurai dan mengenakan bandana senada dengan dress.


Bibir menggunakan sedikit lipstik warna merah jambu.


Dara terlihat sangat cantik apalagi postur tubuhnya yang tinggi semampai.


Mata Rendy hampir tak berkedip menatap penampilan Dara yang sangat sempurna.


"Ya ampun cantik sekali Dara, sungguh sempurna bak foto model "gerutu Rendy dalam hati. "

__ADS_1


"Ka, kita berangkat sekarang? "ucap Dara membuyarkan lamunan Rendy. "


"Iya ayuk de "jawab Rendy singkat menutupi rasa gugupnya. "


"Sebentar ya ka, Dara mau pamitan dulu sama ibu "ucap Dara berlalu dari hadapan Rendy melangkah masuk mencari ibunya. "


Setelah berpamitan dengan ibunya, Dara keluar dari rumah kontrakannya bersama Rendy.


Keduanya melangkah menuju ke gang dimana mobil Rendy terparkir.


"Ehh itu Dara mingguan mau kemana hayo? ""goda mpo Kokom melirik sinis pada Dara. "


"Paling mau chek in hotel sama tuh cowonya "cibir mpo Nuri tersenyum sinis meliha Dara dan Rendy melintas. "


Rendy menghentikan langkahnya, dan akan menghampiri emak emak yang telah nyinyir ngomong ga enak di dengar.


Namun Dara mencekal lengan Rendy.


"Ka, ga usah pikirin mereka ayuk kita pergi "


Akhirnya Rendy mengurungkan niatnya untuk menghardik para emak emak rempong tersebut.


Rendy dan Dara masuk dalam mobil. Segeralah Rendy melajukan mobilnya.


"Ka, Dara bisa minta tolong sebentar ga?"ucap Dara memohon. "


"Tolong apa si de, tinggal. ngomong saja kok. Tak perlu sungkan de, selama kaka bisa nolong ya pasti kaka tolong kok de "jawab Rendy begitu antusias. "


"Ka, sebelum kita ke tempat reunian.Tolong antar Dara ke makam almarhum Tyo "ucap Dara memelas. "


"Baiklah de "jawab Rendy singkat. "


Rendy mengemudikan mobil menuju ke tempat pemakaman umum dimana almarhum Setyo dimakamkan.


Tak berselang lama, sampailah mereka di tempat pemakaman umum. Dara dan Rendy lekas keluar dari mobil.


Dara dan Rendy berjalan berdampingan menuju ke pemakaman almarhum Setyo.


Setelah sampsi di hadapan makam Setyo. Dara dan Rendy jongkok di depan makam Setyo.


"Tyo, hari ini ada acara reunian kelas kita. Dara diundang juga, Dara pergi sama kaka Rendy. Tyo, jaga dirimu disana baik baik ya. Dara cuma ingin memberitahu saja jika hari ini ada acara reunian kelas kita. Sudah ya Tyo, Dara pamit. Lain waktu pasti Dara kemari lagi "ucap Dara panjang lebar sembari mengusap usap batu nisan yang bertuliskan Setyo. "


Dara mengecup batu nisan tersebut tanpa ada rasa malu sedikitpun pada Rendy. Dengan mata berkaca kaca, Dara bangkit.


Begitu pula dengan Rendy ikut bangkit juga.

__ADS_1


😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢


Mohon dukung like, vote, favorit..


__ADS_2