Cinta Untuk Dara

Cinta Untuk Dara
Part 59


__ADS_3

Rendy segera memesan 2 bungkus roti bakar dengan 2 varian rasa yang berbeda.


10 Menit berlalu,Rendy telah menyantap roti bakar bersama Dara di tengah malam.


Setelah keduanya merasa kenyang ,baik Dara maupun Rendy sama sama melanjutkan tidurnya kembali.


Hingga pukul 5 pagi keduanya sama sama bangun.Rendy membantu Dara untuk mengemasi barang barangnya.


Supaya cepat keluar dari rumah sakit tersebut.Setelah 30 menit mengemasi barang barang,selesai juga.


"Sayang,kamu laper ga?di depan rumah sakit ada tukang bubur ayam "ucap Rendy menawarkan bubur ayam pada Dara."


"Boleh juga ka,karena kalau menunggu jatah sarapan dari rumah sakit datangnya nanti jam 7 pagi,sedang Dara ingin lekas pergi dari sini "ucap Dara dengan pastinya."


Sejenak Rendy keluar untuk membeli bubur ayam buat sarapan mereka berdua.


Tepat jam 6 pagi dokter yang merawat Dara datang,untuk memeriksa Dara yang terakhir kalinya.


Tak lupa dokter memberikan resep obat untuk di konsumsi Dara selama luka di perut Dara belum membekas.


Setelah pemeriksaan selesai,dokter mengijinkan Dara pulang saat ini juga.


Dokter pamit dan kembali ke ruangannya,sementara Dara pulang di tuntun berjalan pelan pelan.


Rendy melajukan mobil menuju rumah kontrakan Dara,namun saat sampai di depan rumah kontrakan Dara,keributan sedang terjadi di rumah Dara.


Dimana sang empunya kontrakan marah marah dan melempar semua barang barang milik orang tua Dara hanya karena orang tua Dara belum bayar kontrakan 2 bulan.


Rendy membayar tunggakan 2 bulan kontrakan rumah orang tua Dara.


Dan saat Rendy ingin membayar untuk 1 tahun mendatang,sang empunya kontrakan tak mau menerima uang dari Rendy dengan alasan rumah sudah di jual ke orang lain.


"Ayah ibu dan adik adik tak usah bersedih,kita cari tempat kontrakan yang lain "ucap Dara mencoba menghibur keluarganya dengan sesekali memegangi perutnya yang masih terasa sakit."


"Tapi kami tak punya uang lagi nak"ucap keluh kesah ayah Rinto."

__ADS_1


"Ayah,kita kan punya motor bisa di gadaikan sementara jadi bisa buat bayar kontrakan dan cari lahan untuk usaha bengkel ayah"ucap Dara mengembangkan senyum."


"Ya Tuhan betapa mulia hati calon istriku ini,disaat dirinya sedang sakit tak memperlihatkan rasa sakitnya tapi malah bisa memberi penghiburan buat orang tuanya "batin Rendy terpesona dengan sifat Dara yang sangat sayang dengan keluarga."


"Pak bu,sudah kemasi saja barang barang kalian dan ikut saya ke suatu tempat "sela Rendy."


Ayah ibu dan adik adik Dara mengemasi semua barang barangnya.Sang pemilik kontrakan mengeringai puas karena bisa mengusir keluarga Dara.


Sebenernya tidak ada satupun orang yang membeli rumah tersebut namun karena rasa iri melihat Dara yang punya pacar seorang pengusaha ternama,sedang anak pemilik kontrakan ini mempunyai pacar tukang mabuk.


Maka ingin membuat Dara dan keluarganya tersingkir dari desa tersebut.


Ibu serta adik adik Dara mengemasi semua barang barangnya dan menuruti instruksi Rendy untuk masuk ke dalam mobil.


Rendy melajukan mobil ke suatu tempat di ikuti oleh ayah Dara yang memakai motor dengan memboncengkan Tya.


Sementara adik Dara dan ibunya berada di dalam mobil Rendy bersama Dara.


10 Menit perjalanan sampai di suatu desa yang lumayan padat penduduknya,tapi warga di desa ini terkenal ramah tamah tidak seperti warga dimana Dara dan keluarganya sebelumnya tinggal.


Rendy berhenti di sebuah rumah yang lumayan besar di pinggir jalan raya,rumah yang di kelilingi beberapa pohon buah buahan.


"Nak Rendy,ini rumah siapa?"tanya ayah Rinto ."


"Ini rumah saya pak,sudah bapak ga usah sungkan "ucapnya."


"Ka,Dara selalu merepotkan kakak maaf ya ka?"ucap Dara tertunduk lesu."


"De,kamu ga usah ngomong seperti itu.Rumah ini sangat besar dan luas jika tidak di huni juga sayang,kalau ada bapak ibu dan adik adik rumah ini jadi hangat dan terawat "hibur Rendy."


Rumah ini sebenarnya memang Rendy beli untuk orang tua Dara,sebagai hadiah dari Rendy karena selama ini orang tua Dara sangat baik pada Rendy dan tak pernah menentang hubungannya dengan Dara.


Cuma Rendy tidak mengatakan hal itu.Rendy membangun rumah ini sesuai dengan jumlah adik adik Dara.


Hingga semua adik adiknya punya kamar sendiri sendiri begitu juga untuk kamar Dara dan orang tuanya.

__ADS_1


"Bu disini kan letaknya sangat strategis di pinggir jalan raya,ibu bisa dagang dan belanjanya juga dekat pasar "ucap Rendy."


"Bapak juga bisa sekalian buka bengkel di depan rumah jadi tak perlu jual motor,tinggal di buat petakan depan rumah kan cukup"ucap Rendy."


"Iya benar sekali nak Rendy,saya bisa buka bengkel di depan rumah dan ibu bisa jualan disebelah bengkel bapak ya bu "ucap ayah Rinto sumringah."


"Iya pak,terima kasih ya nak Rendy atas kebaikan nak Rendy selama ini pada kami.Dan sekali lagi kami mohon maaf karena kami selalu menyusahkan nak Rendy terus "ucap bu Ranti dengan mata berkaca kaca."


Rendy tak menganggap keluarga Dara oramg lain,Rendy telah menganggap orang tua Dara seperti orang tuanya.


Dan adik adik Dara seperti adik adik Rendy.Makanya Rendy selalu tulus membantu keluarga Dara.


Apalagi Rendy juga sangat mengasihi dan mencintai Dara sepenuh hatinya.


Dara semakin tersentuh dan terharu oleh kebaikan Rendy kakak kandung dari almarhum Setyo cinta pertamanya Dara.


Rendy akan membantu membangun sebuah bengkel dan ruko kecil untuk usaha orang tua Dara.


Semua telah di rencanakan oleh Rendy dari jauh jauh hari saat Rendy pertama kali dekat dengan Dara.


Semuanya bukan karena serba kebetulan tapi semuanya telah di persiapkan matang matang oleh Rendy.


Dari tempat pemilihan lahan rumah di pinggir jalan raya besar dan sebrang jalan adalah pasar terbesar di kota itu.


Rendy sangat puas karena bisa membantu keluarga kekasih yang di cintainya.


Sementara saat ini orang tua Leon dan Leon dalam perjalanan menuju rumah sakit dimana Dara di rawat.


Mereka tidak tahu jika Dara telah pulang dari rumah sakit sejak pagi hari 1 jam yang lalu.


Setelah sampai di rumah sakit,mereka mencari ruangan dimana Dara di rawat dengan bertanya di bagian resepsionis.


Namun bagian resepsionist memberi tahu jika pasien yang bernama Dara telah pulang dari jam 6 pagi.


Saat orang tua Leon bertanya alamat rumah Dara pada resepsionist.

__ADS_1


Sang resepsionist berkata tidak tahu karena saat datang yang mendaftarkan adalah calon suaminya bernama Rendy.


🤥🤥🤥🤥🤥🤥🤥🤥🤥🤥🤥🤥🤥🤥🤥🤥🤥🤥


__ADS_2