
Rendy terkekeh melihat bibir Dara yang sudah maju 5 senti.
"Ya ilaaa gitu saja ngambek sampe bibirnya mau jatuh "goda Rendy terkekeh."
"Ya memang bener kan yang Dara bilang,kalau ikhlas ga usah pake syarat segala"ucap Dara masih dengan bibir manyunnya."
"Syaratnya gampang banget masa ga mau si,lagian syaratnya bikin enak kok bukan bikin enek "goda Rendy seraya menaik turunkan alisnya."
"Hemm kode ini,sekarang Dara sudah tahu syaratnya apa"ucap Dara seraya menaik turunkan alisnya."
"Cerdas juga istriku ini"ledek Rendy mencium bibir Dara "
"Terus bagaimana ini,mau ga kasih syaratnya?"tanya Rendy."
Dara tak menjawab hanya tersenyum tersipu malu,malu malu mau dengan tangannya nakal meraba raba otong.
Rendy telah mengerti jawaban Dara,hingga Rendy tak usah menunggu waktu lama untuk memulai duet mautnya bersama Dara.
Rendy mulai beraksi dengan mengecup bibir Dara yang sempat manyun.Kecupan itu terus menjalar ke seluruh wajah Dara hingga Leher.
Tak ada satu milipun yang terlewat dari kecupan lembutnya.Kecupan itupun terus di ulanginya dan Dara tak menolak sedikitpun.
Kecupan yang membangkitkan gairah sepasang suami istri ini.
Hingga pada saatnya tubuh dua insan yang sedang di mabuk cinta itu berpadu menjadi satu dalam gelora cinta yang membara.
Namun kali ini Rendy melakukannua dengan sangat pelan dan hati hati karena Dara saat ini sedang hamil muda.
Setelah puas memadu cinta ,mereka berdua tidur berpelukan mesra hingga nyenyak sekali.
Pagi pun menjelang,Dara telah bangun terlebih dulu tak lupa gosok gigi cuci muka.
Dara ingin berpamitan pada mamah mertuanya jika hari ini akan bermain ke rumah pagi pagi sekali.
"Mah maaf ya,Dara pagi ini ga bisa bantuin mamah masak karena Dara ingin ke rumah ibu,entah kenapa dari semalam Dara ingin sekali makan kue klepon dan bakwan udang buatan ibu "ucap Dara tersenyum ."
"Iya sayang ga apa apa,tapi kalian perginya setelah sarapan kan?"tanya mamah mertua"
"Sepertinya ga dech mah,Dara pengen sarapan di rumah ibu dengan lauk bakwan udang yang anget "ucap Dara seraya menelan salivanya membayangkan bakwan udang sudah ada di depannya."
__ADS_1
"Ooohh ya sudah,tapi kalian yang hati hati dan ingat pesan mamah jaga selalu cucu mamah ya "ucap mamah mertua seraya mengusap perut Dara yang masih rata."
"Terima kasih ya mah "ucapnya."
"Iya nak "jawab mamah mertua singkat."
Sang mamah mertua bisa memaklumi keinginan menantu karena sedang hamil muda,jika di larang khawatir lahirnya ileran.
Dara melangkah kembali ke kamar untuk membangunkan suaminya,namun Rendy ternyata telah bangun dan saat ini sedang melakukan ritual mandi paginya.
"Hhemm tumben ka Rendy bangun sendiru,biasanya susah banget kalau di bangunin selalu saja meminta tambahan waktu 5 menit terus "geruty Dara ."
Beberapa menit setelah Rendy selesai mandi,gantian Dara yang langsung masuk kamar mandi untuk mandi.
Hanya beberapa menit keduanya telah siap berangkat ke rumah orang tua Dara.
Kebetulan pagi ini Rendy libur ke kantor karena tanggal merah hingga waktunya santai bisa buat nyenengin Dara.
Rendy melajukan mobilnya dengan agak santai seraya menikmati udara segar di pagi hari.
Sementara Dara beberapa kali menelan salivanya saat membayangkan bakwan udang buatan bu Ranti.
Rendy yang melihat tingkah lucu Dara menjadi terkekeh.
"Sabar ya sayang,sebentar lagi kita sampai di rumah ibu "ucap Rendy seraya satu tangan mengusap surai hitam Dara dan satu tangan memegang kemudi."
Dara hanya melirik dengan senyuman khasnya.
Tak berapa lama sampailah mereka di rumah bu Ranti,ayah Rinto yang sedang membuka warung merasa terkejut karena Dara datang tak memberitahu dulu dan datang pagi pagi sekali.
"Loh kok datang ga kasih kabar nak ??"sapa ayah Rinto menatap Dara beralih ke Rendy."
"Iya ini pak,Dara ngomongnya juga mendadak saat mau tidur semalam baru ngomong,mau kirim pesan atau telfon khawatir bapak atau ibu sudah tidur "jawab Rendy serasa mencium tangan ayah mertuanya."
Tak lupa Dara juga mencium tangan ayahnya.
"Dara kemari karena ingin makan klepon sama bakwan udang buatan ibu,yah "ucap Dara antusias."
"Oalllahhhh si jabang bayi pagi pagi pengen di buatin klepon sama bakwan udang oleh nenek Ranti "ucap ayah Rinto terkekeh seraya mengusap perut Dara yang masih rata."
__ADS_1
Tak berselang lama bu Ranti nongol dari dalam rumah dengan membawa sayuran buat bakwan udang dan isi risol.
"Loh nak,pagi banget kamu sudah kemari emang nak Rendy ga kerja ??"tanya bu Ranti seraya mengerutkan kening."
Dara dan Rendy tak lupa menyalami ibu Ranti juga.
"Ini bu,cucumu minta di buatin klepon sama bakwan udang "goda ayah Rinto terkekeh ."
"Waahh calon cucu nenek ternyata peka juga ya,kalau hari ini neneknya mau buat bakwan udang sama klepon "ledek bu Ranti terkekeh."
"Kamu pasti ga tahu ya Dara,hari ini ibumu ada pesenan klepon,risol,arem dan bakwan udang itu seberang jalan rumahnya bu Laras"ucap ayah Rinto."
"Ooaalahh kok pas banget sama ngidamnya Dara ya pak??"ucap Rendy terkekeh."
"Pasti kalian berdua belum sarapan ya,ibu gorengin bakwan udang ya,kebetulan ibu sudah nyayur ini macem macem tinggal kalian pilih "ucap bu Ranti menunjuk di atas meja terdapat beberapa macam sayur matang."
Karena di samping warung kopi juga warung untuk makan.
Bu Ranti lekas membuat adonan untuk bakwan udang.Sedang Dara dan Rendy duduk di bangku depan warung.
Hanya beberapa menit bakwan udang telah tersaji di hadapan Dara.
Tak menunggu lama,Dara langsung mengambil dua piring yang satu untuk dirinya satu untuk suaminya.
Namun saat Dara mengambilkan sarapan untuk Rendy,Rendy menolak dengan alasan takut mual muntah.
Namun Dara membujuk Rendy supaya mencoba makan sedikit dulu,jika mual muntah terasa makan di hentikan.
Dengan berat hati Rendy menuruti keinginan Dara.Rendy menyuap satu sendok makanan ke mulutnya,perlahan lahan mengunyah dan menelannya.
Namun perut Rendy tidak merasakan mual ataupun pengen muntah.
"Aneh sayang,kok disini aku ga merasakan mual atau muntah malah rasanya makanan ini enak sekali "ucap Rendy sumringah."
"Syukurlah ka,ya sudah mumpung lagi ga mual muntah makannya yang banyak ya ka"saran Dara dengan menyendokkan lagi nasi dan sayur serta lauk ke piring Rendy ."
Orang tua Dara sempat bingung mendengar penuturan Rendy.Hingga orang tua Dara tak sungkan bertanya pada Dara.
Dara menceritakan pada orang tuanya jika selama hamil yang mengalami morning sickness adalah Rendy.
__ADS_1
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝