Cinta Untuk Dara

Cinta Untuk Dara
Part 29


__ADS_3

Berbeda suasana di rumah Dara,hari minggu Dara di rumah tidak pergi kemana mana.Sebenarnya niat hati ingin ke makam Setyo.


Dara sampai sekarang tak bisa move on dari cinta pertamanya itu.Sudah 2 minggu tidak besuk makam Setyo,karena kesibukan yang sangat menumpuk.


Dara ingin pergi tapi adik adiknya tak mau di tinggal jadi Dara mengurungkan niatnya.


Selagi asik melamun di halaman rumah sambil menemani adik adiknya bermain,tiba tiba Rendy datang dan mengagetkannya.


"Dorrrrr..."


Sepontan Dara melonjak kaget,membuat 3 adik kecilnya tertawa ngakak.


"Hhhaaa makanya jangan melamun dong ka "goda si Teo terkekeh ."


"Iya ka Dara melamun aja udah kaya orang tua aja "goda Mita terkekeh pula."


Dara menghela nafas panjang sambil mengelus dada dan geleng geleng kepala melihat tingkah adik adiknya yang menertawakan kekagetannya.


"Sebenarnya apa yang sedang ade lamunkan si??"tanya Rendy penasaran."


"Dara lagi pengen jenguk Tyo kak,sudah 2 minggu Dara tak ke makamnya.Tapi adik adik ga mau di tinggal "jawab Dara murung."


"Hheemm gampang de,itu bukan masalah yang sulit.Adikmu yang paling besar di rumah ga?"tanya Rendy penasaran."


"Ada si ka,Tia mah ga pernah ngeluyur.Memangnya kenapa?"tanya Dara mengerutkan alis tanda bingung."


Rendy ingin meminta tolong pada Tya untuk menjaga adik adiknya,dengan imbalan Rendy memberikan uang pada Tya.


Tya menyanggupinya,dan 3 adik Dara di beri jajanan dan mainan yang Rendy bawa.


"Adik adik semua,ini ada sedikit jajanan dan mainan untuk kalian.Tapi kakak Rendy minjem kak Dara sebentaaarrrr saja ya..Ntar pulangnya kakak Rendy belikan kalian semua oleh oleh ya"ucap Rendy membujuk adik adik Dara dengan sangat halus "


Hingga adik adik Dara mengijinkan Dara pergi sejenak dengan Rendy.Wajah Dara berubah ceria kembali sumringah kembali.


Dara berpamitan pada ibunya untuk sekedar ke makam Setyo.Ibunya mengijinkannya dengan catatan jangan sampai sore.


Dara bukan gadis ABG yang suka keluyuran tak jelas.Karena bagi Dara itu tak penting.


Waktu libur Dara di gunakan untuk menemani adik adiknya di rumah bermain.


Rendy juga berpamitan pada ibu Dara,untuk menemani Dara ke makam adiknya.


Setelah keduanya berpamitan dengan bu Ranti keduanya melangkah pergi menuju mobil Rendy.Namun terlebih dulu Dara berganti pakaian.


Mereka lekas masuk mobil dan Rendy lekas melajukan mobilnya menuju tempat pemakaman umum dimana Setyo di makamkan.

__ADS_1


"De,bagaimana kondisi pergelangan tanganmu??"tanya Rendy untuk mencairkan suasana."


"Sudah lagi baikan kok ka"jawab Dara tersenyum sembari memperlihatkan pergelangan tangannya."


Tak terasa mereka telah sampai di tempat pemakaman umum.


Dara dan Rendy langsung melangkah ke pemakaman Setyo.


Dara bersimpuh di depan makam Setyo sambil menabur bunga yang tadi beli Dara di depan pintu masuk makam.


Juga menuang 1 botol air ke pemakaman Setyo.


"Tyo,aku minta maaf ya.Baru bisa jenguk kamu.Bagaimana kabarmu di alam sana,pasti kamu selalu bahagia kan??"


Begitu sepenggal ucapan dari Dara untuk Setyo.Begitu lama Dara berucap menceritakan kesehariannya.


Bahkan menceritakan luka pergelangan tangannya.Menceritakan kalung pemberian dari Rendy.


Semua hal Dara ceritakan di makam Setyo,hampir 30 menit.


Dara seperti sedang bercakap cakap dengan Setyo.Bukan dengan batu nisan.


Ketika sudah habis ceritanya,Dara berpamitan pada batu nisan Setyo dengan mencium batu nisan bertuliskan nama Setyo.


Mata Dara berkaca kaca sedang menahan rasa sedihnya.


Rendy hanya menghela nafas panjang tanpa bisa berkata apapun.


Setelah cukup lama berada di makam Setyo,Dara mengajak Rendy untuk pulang.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata memperhatikan gerak gerik mereka yang tak begitu jauh.


Dia adalah Raka,yang kebetulan ikut mengantar jenazah salah satu klien bisnisnya.


Setelah selesai acara di pemakaman rekan bisnisnya,Raka penasaran dengan makam yang telah di kunjungi oleh Dara.


Raka melangkah ke makam Setyo.


"Bukankah barusan itu Dara dan bersama lelaki yang waktu itu aku lihat??"gerutu Raka."


"Terus ini makam siapa,kok sepertinya Dara sedih banget saaat meninggalkan makam ini.Wah jadi aku tambah penasaran denganmu Dara "gerutu Raka menggaruk garuk tengkuk yang tak gatal."


Raka sempat memotret makam Setyo entah untuk keperluan apa.


Raka ingin sekali mengetahui semua tentang Dara.Dimana rumah Dara,apa profesi orang tua Dara.

__ADS_1


Dara anak nomor berapa dan punya saudara berapa.Apa hubungan Dara dengan makam Setyo.


Apa hubungan Dara dengan Rendy.


Banyak sekali tanda tanya di dalam hati Raka.Namun Raka bingung bagaimana semua rasa penasarannya bisa terjawab.


"Hari minggu libur,coba kalau gwe bisa deket sama Dara.Mungkin setiap hari minggu tidak kesepian seperti ini,bisa jalan jalan sama Dara "gerutu Raka dalam hati."


Terbesit dalam pikiran Raka,untuk mengikuti kemana Dara dan Rendy pergi.


"Bego amat si gwe,harusnya gwe ikutin tuh si Dara sama itu cowo "gerutunya kembali."


Raka segera berlari keluar dari pemakaman umum tersebut untuk mengejar kemana perginya si Dara dan Rendy.


Namun usaha Raka sia sia karena yang di kejar sudah tidak terlihat batang hidungnya sama sekali.


"Ya kan..lagi lagi gwe gagal..ini gara gara gwe lambat tak bergerak cepat..."gerutu Raka kembali sambil tepuk jidat sendiri."


Dengan menghela nafas panjang Raka berjalan melangkah menuju ke arah dimana mobinya di parkirkan.


Sementara saat ini Dara dan Rendy sedang makan siang di sebuah warung soto.


"Kak,trima kasih ya sudah bersedia nemenin ade ke makam almarhum Tyo "ucap Dara sambil menyendok soto ke mulut."


"Iya de sama sama,lagian almarhum Setyo itu kan adik kandung kakak "jawab Rendy sumringah."


Rendy dan Dara melanjutkan makan sotonya,setelah itu Rendy melajukan mobilnya menuju ke sebuah toko snack snack.


Dara merasa aneh kenapa kok Rendy menghentikan mobilnya di depan toko snack snack.


"Kak,kenapa kita ga pulang tapi kok malah kemari?"tanya Dara menyelidik menatap sendu Rendy."


"Kita mau beli oleh oleh untuk adik adikmu de "jawab Rendy singkat."


"Ga usah kak,bukannya waktu kita pergi adik adik Dara sudah di kasih mainan sama jajanan"ucap Dara mengernyitkan alis tanda heran."


"Sudah ade diam saja ga boleh protes,mending sekarang ade pilih kesukaan adik adik kalau perlu ade juga beli yang ade suka "ucap Rendy sumringah."


"Ya kak trima kasih,biar kakak aja yang pilih.Dara ga usah kak,cukup buat adik adik saja "ucap Dara tersenyum kecil."


Setelah berkutat 30 menit di toko snack snack,akhirnya Rendy dan Dara melanjutkan perjalanannya untuk pulang.


🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯


Mohon dukungan like,vote,favorit..

__ADS_1


Biar author semangat up..


__ADS_2