
Raka heran dengan Dara kenapa tak tergoda dengan penampilannya yang sekarang.
Padahal banyak gadis gadis yang mengejar cinta Raka,bahkan dengan berbagai cara mencoba menarik perhatian Raka,namun tak satupun yang bisa meluluhkan hati Raka.
"Aneh banget loh Dara,kenapa ga tergoda dengan penampilanku yang sekarang"gerutu Raka manyun."
"Benar benar gadis yang tak mudah di luluhkan,salut aku sama Rendy bisa meluluhkan Dara dengan mudahnya "gerutu Raka iri akan keberhasilan Rendy mendapatkan hati Dara.
Raka tidak tahu bagaimana perjuangan Rendy yang menunggu Dara begitu lama.
Sementara saat ini Dara sedang menikmati makan baksonya bersama Rendy.Saling bersenda gurau seakan tak ada beban dan masalah.
Tiba tiba Dara berkata pada Rendy .
"Ka,sebelumnya Dara minta maaf sama kaka.Dara ingin minta tolong sama kaka mau ga?"tanya Dara sedikit ragu ."
"Ngomong saja sayang ga usah sungkan seperti ini"ucap Rendy menyunggingkan senyum."
"Tapi beneran kaka ga marah kan??"tanya Dara kembali untuk memastikan."
"Iya sayang,jangan bikin penasaran dech ..buruan ngomong "ucap Rendy merasa sangat penasaran dengan apa yang akan Dara katakan."
"Ka,lusa kan hari minggu.Dara ingin berkunjung ke makam almarhum Tyo boleh ga??"tanya Dara tertunduk lesu."
"Astaga...aku kira mau ngomong apa,jelas boleh banget sayang,almarhum Setyo itu kan adik kandung kakak"jawab Rendy terkekeh."
"Trimakasih ya ka,sudah mengijinkan Dara besuk makam almarhum Tyo,tapi serius kan kaka ikhlas ga marah ??"lagi lagi Dara bertanya."
"Tak percaya belahlah dadaku sayang.."canda Rendy terkekeh."
"Tapi ke makamnya sama kakak kan de?"tanya Rendy menyelidik."
"Iya sama kakak,memang mau sama lagi kan pacar Dara cuma ka Rendy seorang "ucap Dara tersipu malu."
"Asikkkk ssserrr senengnya hatiku,pujaan hatiku setia padaku "goda Rendy terkekeh."
Keduanya melanjutkan makan baksonya kembali namun kali ini Rendy tak membelikan untuk keluarga Dara sesuai perintah Dara.
Tak berselang lama mereka telah selesai dan segera melanjutkan perjalanan untuk mengantar Dara.
Hanya beberapa mobil Rendy telah sampai di gang yang menuju rumah Dara.Segera Rendy menghentikan mobilnya dan memarkirkan di pinggir jalan.
__ADS_1
Rendy dan Dara lekas keluar dari mobil dan melangkah menuju rumah Dara.
Sedangkan Leon saat ini malah sedang berada di depan cafe Dara celingukan mencari cari Dara.
Leon lupa hari ini Dara sift pagi atau siang,dirinya hanya berpusat pada pemikirannya sendiri.
"Aku lupa hari ini Dara sift pagi apa siang ya,tapi kok belum terlihat ya,apa aku masuk cafe saja bertanya ya,tapi malu"gerutu Leon sambil garuk tengkuk yang tak gatal."
Leon menunggu Dara dari dalam mobinya dengan sesekali melihat ke arah pintu cafe.
1 jam berlalu...
2 jam berlalu..
Leon telah sangat gelisah menunggu Dara ga keluar keluar dari cafe.
Padahal saat ini Dara telsh berada di rumah sedang mengajar les di rumah bu Bety.
Leon memutuskan untuk masuk dalam cafe dan bertanya pada orang cafe.
Dengan sangat enggan Leon melangkah ke dalam cafe dan ternyata yang ada di meja kasir bukan Dara.
Leon memberanikan diri bertanya pada kasir tersebut dan jawabannya sungguh mengecewakan sekali.
Leon melangkah keluar dari cafe dengan sangat geram.
"Bagaimana caraku untuk bisa memisahkan Dara dari Rendy karena sampai kapanpun aku ga rela kalau Rendy yang mendapatkan cinta dari Dara."
"Lagian Rendy itu sudah tua tidak pantas bersanding dengan Dara yang masih sangat muda."
"Dara lebih pantas bersanding denganku yang sama sama muda ."
Demikian gerutuan Leon sambil melangkah menuju mobilnya.
Leon melajukan mobilnya menuju ke rumah.
Sejenak Leon teringat akan semua nasehat mamahnya hingga kini Leon telah memutuskan untuk merubah gaya hidupnya.
Leon akan menuruti nasehat mamah Lani,sedikit demi sedikit ingin menjauhi kebiasaan buruknya.
Leon juga akan perlahan lahan belajar tentang bisnis supaya kelak bisa menggantikan posisi papahnya.
__ADS_1
Leon ingin benar benar berubah untuk menjadi lebih dewasa.
Setelah sampai di rumah,tiba tiba Leon langsung menghampiri mamah lani yang sedang berada di ruang tengah.
Leon tidur di pangkuan mamah Lani yang sedang bersantai.Mamah Lani merasa ada yang aneh dengan anak semata wayangnya ini.
"Nak kamu kenapa,apa kamu lagi ada masalah di kampus?"tanya mamah Lani menyelidik."
"Ga mah,cuma Leon ingin manja manja ke mamah.Leon minta maaf ya mah karena selama ini Leon sering bikin mamah kecewa dan tak mendengarkan nasehat mamah "ucap Leon tertunduk lesu."
"Syukurlah kalau kamu sadar,semoga kali ini kamu benar benar sadar bukan hanya di bibir saja nak "ucap mamah Lani sambil asik menonton televisi."
"Beneran kok mah,kali ini Leon serius ingin berubah jadi anak yang lebih baik lagi "ucap Leon meyakinkan mamah Lani."
"Ya sudah kamu buktikan dengan perbuatan bukan dengan kata kata saja nak "ucap mamah Lani sekenanya."
"Baik mah,tapi mamah bantu Leon ya"ucap Leon."
"Iya nak "ucap mamah Lani singkat."
Sejak saat itu,Leon benar benar berubah,sudah tidak mabuk mabukkan lagi,sudah tidak nongkrong nongkrong lagi.
Bahkan Leon rajin dan tekun dalam belajar mata pelajaran kuliahnya.
Leon sangat serius dalam kuliah tidak main main seperti dulu kala.
Keajaiban terjadi dalam hidup Leon,nilai nilai mata pelajaran kuliahnya bagus bagus.
Bahkan semua dosen merasa heran dan tak percaya dengan perubahan Leon yang sangat drastis dan sangat cepat.
Perlahan lahan Leon juga telah memahami tentang agrobisnis.Tentang semua pekerjaan papahnya.
Kali ini papahnya sangat senang dan bangga dam sudah merespon Leon lagi.
Dengan sabar papah Daniel terus melatih Leon dan mendukung Leon dalam berlatih di perbisnisan.
Namun untuk masalah dengan Rendy,Leon tak berubah.Leon tetap ingin menyingkirkan Rendy dari kehidupan Dara.
Karena Leon benar benar telah jatuh cinta psda Dara. Leon ingin memiliki Dara seutuhnya.
Bahkan Leon ingin menjadikan Dara sebagai pendamping hidupnya.
__ADS_1
🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯