
Bu Ranti terperangah saat melihat semua barang yang di keluarkan asisten Iko begitu banyaknya.
"Nak Raka ini terlalu berlebihan,kalau mau main kemari ga usah bawa apa apa,main tinggal main saja "ucap bu Ranti."
"Kan Raka ga tiap hari kasih ke ibu,jadi ga perlu sungkan bu "ucap Raka tersenyum ramah."
"Terima kasih sekali ya nak Raka,semoga rejekinya di lipat gandakan"ucap bu Ranti seraya menengadahkan ke dua tangannya."
Raka bercengkrama dengan ayah Rinto,sedang Tya ngobrol dengan bu Ranti.
Obrolan yang sama sama menghebohkan hingga 1 jam berlalu,Raka dan Tya pamit pulang.
"Kalian berdua hati hati ya,besok besok pasti ibu mampir ke apartement nak Raka "ucap bu Ranti."
Raka dan Tya menyalami bu Ranti dan ayah Rinto.Sesaat kemudian mereka lekas masuk ke dalam mobil.
Iko dengan cekatan melajukan mobilnya menuju ke apartement Raka.Namun terlebih dulu mampir untuk belanja lagi.
Seperginya Raka dan Tya,bu Ranti membawa semua belanjaan pemberian dari Raka ,di bantu oleh ayah Rinto.
Sementara di rumah Sisil saat ini sedang berkumpul,ada Leon dan orang tuanya juga.
Leon sedang melamar Sisil di hadapan orang tuanya juga orang tua Sisil.
Leon sangat berdebar debar apakah lamarannya akan di terima oleh Sisil maupun orang tua Sisil.
"Om ,tante ,Sisil ,aku kemari mengajak orang tuaku karena ada suatu kepentingan yang ingin aku sampaikan pada kalian ."
"Aku kemari ingin melamar Sisil,om tante."
"Apakah kiranya om dan tante menyetujuinya??apakah kamu juga bersedia terima lamaranku Sil?"
Demikian ucapan panjang lebar dari Leon dengan sangat gemetar dan gugup,karena ini pertama kalinya Leon melamar seseorang di depan orang tuanya.
Karena dulu saat bersama Ike,Leon tak melakukan lamaram secara resmi karena Ike sudah sebatang kara.
Sejenak orang tua Sisil dan Sisil saling berpandangan satu sama lain,seolah saling meminta persetujuan.
Hingga papah Hendra berkata.
"Kami selaku orang tua Sisil,setuju dan merestui siapapun yang berniat baik untuk melamar anak kami,termasuk terhadap dirimu Leon "ucapnya sumringah."
"Kami serahkan semuanya pada anak kami"ucap papah Hendra kembali."
__ADS_1
Sisil terdiam sejenak,dirinya teetunduk serasa bingung untuk menjawabnya.Beberapa detik kemudian,Sisil menghela nafas.
"Saya terima lamaran dari Leon "ucap Sisil tertunduk malu."
"Baiklah nak Sisil dan mas mba,kami selaku orang tua Leon sangat berterima kasih karena kalian menerima anak kami "ucap papah Daniel."
"Kami baru mengutarakan niat Leon,tapi kami akan menyelenggarakan acara lamaran atau tunangan ini di sebuah hotel yang telah kami sewa"ucap papah Daniel kembali."
"Kami kemari juga ingin berdiskusi pada orang tua Sisil dan juga Sisil kiranya kapan waktu yang terbaik dan tepat untuk acara pertunangan ini "ucap papah Daniel."
"Karena kami tak ingin memutuskan sendiri,kami ingin mengikuti apapun yang jadi keputusan orang tua Sisil "ucap papah Daniel kembali."
Setelah mendengar penuturan dari papah Daniel,papah Hendra pun berkata.
Jika orang tua Sisil dan Sisil mengikuti saja apa baiknya keluarga Leon.
Biar orang tua Leon yang menentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan prosesi lamaran Leon dan Sisil.
Setelah cukup lama bercakap cakap,orang tua Leon dan Leon berpamitan pulang.
Orang tua Leon sangat bahagia dan merasa lega karena akhirnya ada juga yang bersedia menjadi calon istri Leon.
Apa lagi Leon sangat bahagia,status dudanya sebentar lagi akan berubah .
Namun mereka tidak akan buru buru menikah,karena Sisil menginginkan pertunangan terlebih dulu.
Senyum mengembang dari bibir Leon dan orang tua Leon.
Tinggal kini mereka fokus menentukan waktu yang terbaik untuk mereka bertunangan.
Sejenak orang tua Leon dan Leon berunding untuk mencari tanggal,waktu,hari,dan bulan yang tepat untuk di adakan pertunangan.
Setelah berunding cukup lama,akhirnya telah di sepakati waktu yang tepat untuk bertunangan.
Mereka sepakat bulan depan akan di adakan pertunangan.
Hingga hari hari berikutnya keluarga Leon mengatur tempatnya,cateringnya,pakaiannya dan lain sebagaimana.
Setelah mendapatkan apa waktu yang benar benar tepat untuk prosesi lamaran,Leon langsung menghubungi Sisil untuk memberitahukannya.
Supaya keluarga Sisil juga tidak buru buru dan juga benar benar bisa mempersiapkan hati dan fisik.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
__ADS_1
Tak terasa waktu yang telah di nantikan Sisil dan Leon telah tiba.
Yakni acara pertunangan yang merupakan masa peralihan antara lamaran dan pernikahan.
Dalam acara pertunangan ini terdapat tradisi saling memberikan hadiah.
Bertunangan adalah komitmen antara dua orang untuk menyatukan hidup bersama dengan tujuan pernikahan.
Pertunangan adalah janji bersama dari dua orang untuk menikah dan melakukan persiapan untuk menikah.
Acara pertunangan di awali salam dan sambutan kepada pihak keluarga pria.
Setelah acara sambutan selesai,pihak keluarga pria menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka.
Menyampaikan kesediaan dan ketetapan hati kedua pihak yang akan bertunangan.
Acara terakhir yakni serah terima simbol pengikat pertunangan .Dan di akhiri dengan penutupan dan ramah tamah acara pertunangan.
Acara pertunangan Sisil dan Leon sangat meriah karena kedua belah pihak sama sama mengundang banyak teman,kerabat,rekan bisnis dari papah Hendra,papah Daniel serta Leon.
Penampilan Sisil dan Leon juga sangat menawan layaknya seorang pangeran dan putri dari negeri dongeng.
Pasangan ini sangat riang gembira dan sangatlah bahagia karena acara pertunangan mereka tidak ada suatu kendala apapun.
Semua berjalan sesuai dengan yang di harapkan dengan hasil yang sangat memuaskan.
Semua tamu undangan yang telah hadir turut mendoakan supaya lekas menuju pelaminan.
Semua tamu undangan berharap kelak jika Sisil dan Leon menikah,mereka juga mendapat suatu kehormatan untuk hadir di pernikahan.
Tidak ada satupun yang iri atau nyinyir dengan adanya pertunangan Sisil dan Leon.
Setelah semua tamu undangan pulang ke rumah masing masing,barulah keluarga Leon dan keluarga Sisil masing masing juga pulang.
Rasa bahagia melingkupi kedua belah pihak.
Rasa lelah memang melanda pada orang tua Sisil dan Leon,tapi rasa itu tak di rasakan.
Tak berselang lama kedua keluarga telah sampai di rumah masing masing.Dan langsung melepas lelah,merebahkan tubuh mereka di pembaringan setelah terlebih dulu berganti pakaian.
Berbeda dengan Sisil dan Leon,mereka malah asik vidio call,seperti sudah lama tidak bertemu.
Saling melepas kangen dan rindu,padahal baru saja bersama sama.Dan hampir tiap hari juga bertemu.
__ADS_1
Namun mereka tak ada kata bosan untuk sejenak sekedar menanyakan kabar.
🥳🥳🥳🥳🥳☹🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳