Cinta Untuk Dara

Cinta Untuk Dara
Part 23


__ADS_3

Setelah selesai makan siang di cafe dimana Dara bekerja,Raka dan papi Alan segera pergi dari cafe tersebut.


Raka kembali ke kantornya,begitu pula dengan papi Alan juga kembali ke kantornya.


Namun di dalam hati papi Alan masih saja terbesit rasa penasaran akan gadis yang ada di ponsel milik Raka.


Tak di pungkiri jika papi Alan sudah ingin sekali punya menantu dan cucu.


Namun papi Alan mencoba menepis rasa itu,karena khawatir mengganggu urusannya di kantor.


Raka pun sangat sumringah setelah makan siang di cafe Dara.Hatinya berbunga bunga setelah bisa melihat wajah Dara sejenak.


Waktu begitu cepat berlalu,tahu tahu telah sore.Dara sedang sibuk berkemas untuk pulang.Begitu pula dengan Raka juga telah siap siap pulang.


"Tumben Dara ga pesen gojek lagi,padahal aku udah siap antar dia"gerutu Raka."


Dara tak memesan gojek karena pulang bersama Rita.Namun saat baru separuh jalan,Rita menghentikan laju motornya secara mendadak.


Membuat Dara penasaran dan bertanya pada Rita .


"Ada apa Rit,kok berhenti mendadak ?"tanya Dara menyelidik."


"Temenin gwe sebentara ya Ra,ke supermarket terdekat.Ada titipan dari nyokap gwe,kalau ga di beliin entar ngomel ngomel "ucap Rita dengan wajah memelas."


"Ok dech,cusss yuk jalan.."ucap Dara sumringah."


Setelah mendapat persetujuan dari Dara,Rita segera melajukan kembali motornya menuju ke supermarket terdekat.


Rita sengaja menerobos lewat jalan kecil supaya lekas sampai.Namun baru belum juga sampai supermarket.


Kini Dara yang meminta Rita untuk menghentikan laju motornya.


"Stop stop stop Rit.."ucap Dara tiba tiba."


Ritapun menghentikan laju motornya dengan tergesa gesa.


"Ada apa si Ra,nyetop motor tiba tiba buat gwe kaget saja?"rajuk Rita manyun."


Ternyata Dara melihat dua anak cewe sedang di ganggu du preman.Dara turun dari motor dan segera menghampiri dua cewe dan preman tersebut.


Sedang Rita malah ketakutan tak berani ikut mendekat.


"Dara ehh loe mau kemana si.heyy jangan Ra "teriak Rita memanggil Dara agar mengurungkan niatnya menghampiri dua preman tersebut."

__ADS_1


Dara melupakan jika kedua pergelangan tangannya masih sakit belum sembuh total.Tapi sudah jadi sifat Dara jika melihat hal yang jahat,Dara pasti akan bergerak cepat.


Dengan begitu gagah dan berani Dara menghardik dua preman yang berpostur tinggi besar yang sedang menggangu dua gadis kecil.


"Heh,kalian berdua cemenk banget ya..beraninya sama cewe..cewe kecil lagi..haddehh..badan aja yang gede..tapi nyali tempe ..."ejek Dara pada dua preman tersebut."


Dua preman tersebut menghampiri Dara dengan tatapan seramnya.


"Heh siapa loe berani benar menghina kami,loe mau cari mati!!"gertak salah satu preman."


"Iihh seremmm..takut.."ejek Dara sambil melet melet ke dua preman tersebut."


Tingkah Dara ini mengundang emosi kedua preman tersebut.Juga mengundang heran Rita dan dua gadis kecil yang sempat di ganggu preman tersebut.


"Itu cewe kok berani banget nantangin dua preman,noh lihat noh..malah melet melet gitu ngejek ke preman itu "ucap Nella masih dengan menatap heran pada Dara."


"Iya,kita aja takut ya..itu cewe kok malah sok banget "ucap Nessa ."


"Haduhhh Dara Dara..ngapain juga si loe nantangin itu preman.Loe kan cewe,sedang mereka preman yang bertubuh tinggi kekar "gerutu Rita."


"Heh loe berani sama kita "bentak salah satu preman melotot pada Dara."


"Gwe mah ga takut sama banci kaleng kaya loe berdua,beraninya cuma sama cewe!!Ga malu tuh.."cibir Dara."


Namun Dara telah terlebih dulu mempersiapkan kuda kuda hingga preman itu nyasar dalam menyerang.


Dua preman kalap membabi buta mengeroyok Dara.Untung saat itu Raka sedang melintas karena jenuh tak bertemu Dara.


"Huh mending aku muter muter sejenak dech untung ngilangin rasa kecewa karena ga bertemu pujaan hatiku "gerutu Raka."


Raka melajukan motor mengitari jalan jalan menerobos,dan pada saat itulah Raka melihat Dara sedang di keroyok dua preman.


"Lah itu kan Dara,itu adik adikku.Hhhemm untung aku bawa masker jadi bisa menyamar untuk membantu Dara tanpa sepengetahuan adik adikku "gerutunya."


Raka segera melajukan motornya menghampiri Dara yang sedang di keroyok.Namun terlebih dulu Raka memakai masker supaya tidak ketahuan oleh adik adiknya.


Dengan masih mengendarai motor,Raka menghampiri salah satu preman dan menendangnya keras.


Hingga preman tersebut terpental namun bangkit kembali.


Raka turun dari motornya dan menghampiri preman yang tadi di tendangnya.Terjadilah baku hantam antara Raka dengan preman tersebut.


Begitu pula dengan Dara juga terjadi baku hantam dengan teman preman tadi.

__ADS_1


Keduanya saling terus baku hantam,hingga Dara lengah salah satu pergelangan lengan Dara yang masih di perban kena pukul sang preman.


Dara memekik kesakitan,hingga membuat Raka geram dengan preman yang telah memukul pergelangan lengan Dara.


Belum juga Raka membalas kelakuan preman tersebut,warga setempat telah berkerumun ingin mengeroyok dua preman tersebut.


Dua preman yang melihat banyaknya warga yang datang menjadi panik dan ketakutan kemudian lari tunggang langgang.


Ternyata tanpa sepengetahuan dari Dara,Rita berlari meminta bantuan para warga untuk menolong Dara.


Karena pada saat itu Raka belum datang,Rita panik dan khawatir jika terjadi apa apa dengan Dara.Secara Dara melawan 2 preman sekaligus yang bertubuh tinggi besar.


"Trima kasih ya bapak bapak ,sudah bantuin kami "ucap Dara pada para warga."


"Iya neng sama sama,lain kali jangan lewat sini karena memang jalan ini rawan preman dan begal.Kami juga jarang ada di rumah "ucap salah satu warga ."


"Iya pak,lain kali kami tidak akan lewat jalan ini "ucap Dara tersenyum ramah."


Namun sejatinya Dara sedang menahan rasa sakit di pergelangan tangan kirinya yang kena pukul sang preman.


Semua warga bubar,tidak dengan Nessa dan Nella.Keduanya memghampiri Dara.


"Ka,trimakasih ya sudah menolong kami.Kakak sungguh luar biasa hebat loh "ucap Nessa mengacungkan jempol pada Dara."


"Iya ka,kakak berani ya lawan 2 preman sekaligus "sela Nella sumringah."


Dara hanya tersenyum dan menasehati pada Nella dan Nessa supaya lain kali jangan lewat jalan yang sepi.


Dara segera mengajak Rita untuk melanjutkan perjalanan ke supermarket terdekat.Dara merasa tak enah hati pada Rita,gara gara ulahnya perjalanan ke supermarket terhenti dan juga menyita waktu cukup lama.


Sementara Dara melupakan Raka yang telah menolongnya,karena sedang terburu buru.


Rakapun akan melanjutkan perjalanan pulang,namun ketika akan naik motor.Langkahnya terhenti di hadang oleh Nella dan Nessa.


"Ka,trima kasih ya sudah bantu kami.Kaka memang kakak yang hebat "ucap Nella memuji."


"Kami janji ka,tidak akan kurang ajar atau membantah ucapan kakak lagi "ucap Nessa memelas."


"Maaf kalian salah orang "jawab Raka pura pura."


Raka lekas melajukan motornya sebelum penyamarannya di ketahui oleh adik kembarnya itu.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜

__ADS_1


Mohon dukungan like,vote,favoritnya..


__ADS_2