
Sementara Dara telah kembali di warung bakso .Dara meletakkan sepeda yang dipinjamnya.
Dara menghampiri wanita separuh baya yang di jambret tasnya.
"Bu, ini tas ibu. Tolong di cek kembali, khawatir ada yang hilang karena tas ibu sempat terlempar oleh jambret tadi "ucap Dara tersenyum ramah sembari menyerahkan tas milik wanita tersebut."
Sementara Rendy juga telah sampai di warung bakso tersebut. Rendy juga menyaksikan Dara mengembalikan tas ibu yang di jambret.
Wanita paruh baya tersebut memeriksa tasnya, dan mengambil uang 2 lembar seratus ribuan .
"De, terima kasih ya telah membantu ibu. Semua surat surat penting masih utuh,ini ambilah buat ade sebagai tanda terima kasih dari ibu "ucap wanita paruh baya tersebut sembari menyodorkan uang 200 ribu pada Dara. "
Namun Dara tak menerima pemberian dari wanita paruh baya tersebut.
"Maaf ibu, bukan Dara sombong atau sok atau bagaimana. Dara tulus ikhlas nolong ibu, jadi maaf Dara tak bisa menerima uang pemberian dari ibu "ucap Dara tersenyum ramah. "
"Ya ampun nak,, kamu itu bener bener gadis yang hebat. Sudah pemberani dan baik pula "puji wanita paruh baya sembari tersenyum pada Dara. "
"Ya sudah kalau kamu ga mau, jadi nama kamu Dara?? Bisa minta nomor ponselnya ga nak? "tanya sang ibu tersebut. "
"Hmm maaf bu, kebetulan Dara ga bawa ponsel "ucap Dara dengan menangkupkan kedua tangannya di dada. "
"Ohhh yq sudah ga apa apa, kalau begitu ibu pamit pulang dulu ya nak. Itu ibu sudah dijemput oleh anak ibu "ucap ibu paruh baya menunjuk sebuah mobil mewah yang tak hentinya membunyikan klakson. "
Setelah berpamitan dengan Dara, wanita paruh baya tersebut melangkah menuju ke arah mobil yang pengemudinya terus saja membunyikan klakson.
Wanita paruh baya tersebut langsung masuk dalam mobil.
"Kamu ga sabaran amat si nak??! "ucap wanita paruh baya tersebut. "
"Lagian ngapain mamah beli bakso dipinggiran jalan, malu maluin saja "ucap sang anak sewot."
"Biar pinggir jalan, ini bakso super enak dan juga terjamin kebersihannya "jawab wanita paruh baya tersebut ketus. "
"De, bukannya kamu bawa ponsel tapi kenapa kamu bilang ga bawa ponsel ke ibu tadi? "tanya Rendy penasaran. "
"Dara ga mau ibu itu merasa berhutang budi pada Dara. Dengan menggunakan nomor ponsel Dara untuk melacak rumah Dara "jawabnya. "
Setelah berkata Dara melanjutkan makan baksonya, karena cape mengejar jambret. Hingga tak terasa makannya begitu lahap.
__ADS_1
Rendy menatap heran pada Dara, karena barusan sedih dan enggan makan. Tapi kini tiba tiba makannya lahap sekali.
Namun Rendy tak ingin berkata, khawatir membuat Dara malu dan menghentikan makannya.
Rendy hanya tersenyum sendiri dan ikut melanjutkan makan baksonya yang sempat pending karena menyusul Dara yang mengejar jambret.
Setelah kenyang, keduanya beranjak pulang meninggalkan warung bakso tersebut.
Terlebih dahulu Rendy mengantarkan Dara pulang ke rumahnya.
Tak berselang lama, sampailah mobil Rendy di gang dimana rumah Dara berada.
Sebelum keluar dari mobil Rendy, Dara mengucapkan terima kasih pada Rendy.
"Ka, trimakasih baksonya juga jaket ini Dara pinjam dulu ya"ucap Dara tersenyum manis menatap Rendy. "
"Iya de sama sama. Jaketnya buat ade saja ga apa apa "jawab Rendy sumringah. "
"Ga usah ka, entar kalau jaket sudah Dara cuci bakalan Dara kembalikan kok "ucap Dara menolak secara halus. "
Dara lekas keluar dari mobil Rendy, dengan menapakkan kaki ke tanah dengan jinjit satu karena sakit.
Perlahan Dara berjalan masuk ke gang dengan jalan terpincang pincang.
"Heh Dara, rok kamu kenapa bisa compang camping seperti itu??! "tanya bu Mimin ketus. "
Belum juga Dara menjawab, ibu ibu rempong yang lain mencela Dara.
"Halaah ga usah di tanya kenapa bu Mimin, bisa jadi karena pergaulan bebas terus diperkosa sama orang "cibir mpo Kokom. "
"Iya, bu Mimin ini aneh. Secara Dara kan kerjanya di cafe cafe gitu. Noh lihat, yang anter saja pastinya om om. Tuh mobilnya saja ga pergi pergi. Mungkin masih terbayang pelayanan Dara yang aduhai.. "cibir mpo Nuri. "
"Heh Dara, jadi kamu bisa bayar hutang hutang ibumu dengan uang haram??!! Dari hasil maksiat??!!! Ihhhh ga berkah donggg "cibir bu Mimin. "
Kebetulan Rendy belum beranjak pergi, hingga Rendy sempat mendengar segala bulian celaan ibu ibu pada Dara.
Rendy turun dari mobil dan menghampiri ibu ibu rempong tersebut.
"Heh ibu ibu, kalau ngomong itu dipikir dulu jangan asal nyeplos. Apa yang kalian tuduhkan sama Dara itu ga benar!!!! Dara itu.. "
__ADS_1
Belum juga Rendy selesai berucap, Dara telah menyela.
"Sudahlah ka, tak usah hiraukan mereka. Biar saja mereka seperti itu, hitung hitung buat mengurangi dosa Dara. Lagian kalau sudah sifat ya susah ka. Biarpun sudah pernah diberi pelajaran tapi belum kapok juga "ucap Dara melirik ke mpo Nuri. "
"De, sebaiknya kaka antar kamu ke rumah ya. Biar kaka jelasin sama orang tua ade. Khawatirnya orang tua ade juga berprasangka buruk pada Ade "ucap Rendy. "
Darapun mengijinkan Rendy untuk mengantarnya sampai rumah.
Tak berselang lama, Dara telah sampai di depan rumahnya.Si Mitha dan Meo menyambut Dara.
"Loh ka Dara kakinya kenapa?? bu ibu... ini ka Dara sakit bu.. "ucap Meo panik melihat kaki Dara jalan pincang. "
Ibu Ranti keluar setelah mendengar teriakan Meo.
"Dara, kakimu kenapa?? Dan itu.. rokmu juga kok sampai sobek seperti itu? "tanya ibu Ranti mengerutkan alisnya tanda heran dan cemas. "
Dara menceritakan semuanya pada ibunya, bahkan ada ke 3 adiknya yang masih kecil ikut mendengarkan.
Rendypun ikut membenarkan cerita Dara pada ibu Dara.
"Bu, maaf sebelumnya jika Rendy lancang ikut berbicara. Semua yang Dara katakan benar, karena pada saat itu Rendy juga ada di tempat kejadian. Rendy ga tega melihat Dara pulang sendiri makanya Rendy mengantarnya. "
"Rendy juga minta maaf bu, dengan Rendy mengantar Dara malah Dara tadi sempat di cela di cemooh ibu ibu di depan gang. "
Begitulah penuturan Rendy secara panjang lebar. Agar ibu Ranti juga tidak salah paham pada Dara melihat rok Dara yang sobek bagian belakang.
"Ibu malah berterima kasih nak, kamu sudah mau anterin Dara ke gubug reyod ini. Kalau masalah ibu ibu yang mencela Dara, itu ga usah dipikirin nak. Bagi kami itu hal wajar, karena bukan sekali dua kali mereka menghina Dara. Kami sudah tidak kaget kami sudah terbiasa "ucap bu Ranti panjang lebar. "
Selagi asik mengobrol,datanglah bu Bety ke rumah Dara. Bu Bety sungguh terkejut melihat ada Rendy di rumah Dara.
"Loh Ren, kamu disini?? Memangnya kamu kenal sama Dara? "tanya bu Bety. "
"Loh tante Bety memangnya tinggal di kampung sini juga?? Bukannya di kampung sebelah? "Rendy malah balik bertanya. "
Akhirnya Rendy dan bu Bety ngobrol sejenak di rumah Dara. Sedang Dara masuk sejenak untuk berganti pakaiannya.
🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞🐞
like like like
__ADS_1
vote vote vote
favorit favorit favorit