Cinta Untuk Dara

Cinta Untuk Dara
Part 15


__ADS_3

Dengan rasa enggan terpaksa Rendy menuruti kemauan perempuan yang tak sengaja di tabraknya.


"Oh iya mas ,kita kan belum kenalan.Namaku Mira,nama mas siapa?"tanya Mira sembari menyodorkan tangannya tersenyum genit pada Rendy."


"Rendy "jawabnya singkat menerima uluran tangan dari Mira."


Mira dan Rendy berjalan berdampingan menuju ke cafe seberang jalan.


Mira sangat antusias memesan makanan untuk menu makan siangnya.Sementara Rendy hanya memesan secangkir kopi karena Rendy masih merasa kenyang tadi makan bakso bersama Dara dan adik adik Dara.


"Thanks ya mas,sudah bersedia traktir makan siang buatku "ucap Mira basa basi."


"Iya mba "jawab Rendy singkat."


"Oh iya mba ,maaf ya saya pamit pulang karena saya sedang buru buru.Mba ga usah khawatir,makanan sudah saya bayar "ucap Rendy meneguk kopinya terlebih dulu kemudian bangkit dari duduknya ."


Belum juga Mira menjawab perkataan Rendy,namun Rendy sudah berlalu begitu saja meninggalkan dirinya.


"Iihhh ganteng ganteng kok juteknya minta ampun!!" gerutu Mira menatap kepergian Rendy yang semakin menjauh."


Mira menyantap makanannya dengan lahap,tanpa memperdulikan lagi kepergian Rendy.


Namun setelah selesai makan,Mira menepuk jidat sendiri karena dirinya lupa tidak meminta nomor ponsel Rendy.


"Aduhh bego amat gwe,kenapa juga tadi ga sempetin minta nomor ponsel tuh cowo ganteng "gerutunya ."


Sementara Rendy telah berada di mobilnya dan langsung melajukannya menuju rumahnya.


"Sial ,gara gara gwe mikirin Dara terus hampir saja membuat celaka orang .Ilfil dech ama itu cewe,sok akrab "gerutu Rendy sembari melajukan mobilnya."


Tak berselang lama Rendy telah sampai di rumah.Namun Rendy terhenyak kaget karena dirumah kedatangan tamu yang tak di undang yakni Ike mantan pacarnya.


"Nah itu anaknya pulang "ucap mamahnya Rendy."


"Ngapain loe kemari??!!!Bukannya loe sudah putusin gwe dan loe sudah sama pria lain??!!"sindir Rendy ketus."

__ADS_1


"Nak,ga boleh seperti itu.Bicaralah yang baik,duduklah.Biar mamah masuk,kalian selesaikan permasalahan kalian "tegur mamahnya Rendy mengusap usap bahu anaknya."


"Mah,sudah ga ada yang perlu dibahas kok.Dia itu sudah mutusin Rendy beberapa bulan lalu mah,bahkan di hadapan pacar barunya.Saat itu Rendy ga sengaja mergoki Ike lagi mesra mesraan di cafe "sindir Rendy panjang lebar dengan menatap sinis pada Ike."


"Duduklah nak,biar pikiranmu tenang dan merasa nyaman.Mamah masuk dulu ya,buatin kalian berdua minum "ucap mamahnya Rendy."


Mamahnya Rendy masuk ke dalam dan memanggil asisten rumah tangganya untuk membuatkan minuman buat Rendy dan Ike.


Sementara Rendy duduk agak menjauh dari Ike.Namun Ike perlahan lahan menghampiri Rendy.


"Awas loe,ga usah deket deket gwe!!Menjauh duduk loe,ngapain loe kemari??!!"tanya Rendy sinis."


"Sayang,aku ingin minta maaf sama kamu.Aku ingin kita merajut kasih seperti dulu lagi.Tolong maafkan kehilafanku yang lalu "ucap Ike mencoba merayu Rendy kembali."


"Loe pikir gwe cowo apaan,seenaknya loe pergi sudah gitu datang lagi!!"bentak Rendy ketus."


"Sayang,aku kan sudah minta maaf tapi kenapa kamu masih saja marah??Kalau perlu aku berlutut di kakimu sayang "rayu Ike sembari benar benar berlutut di depan Rendy."


"Awas,menyingkir dari kaki gwe.Sekali loe berhianat dan berani mutusin gwe,saat itu juga gwe telah memutuskan untuk move on dari loe!!"cibir Rendy sinis."


"Addduhh kok gwe dicuekin gini,harus bagaimana lagi biar Rendy mau terima gwe lagi "batin Ike."


Mamah Rendy dan papahnya heran melihat anaknya melintas .


"Ren,kok Ike ditinggal masuk??"tanya mamahnya ."


"Mamah saja sana yang nemenin,Rendy lelah mau istirahat "ucap Rendy ketus tanpa menatap mamahnya sama sekali."


"Lagian mamah ngapain si ladenin Ike,malah disuruh masuk pula.Kalau papah jadi Rendy juga sudah ogah ladenin Ike "cibir papahnya Rendy."


"Lah kok papah malah nyalahin mamah si,masa ada orang bertamu kita usir gitu saja.Sama saja kita ga sopan ga punya etika dong pah "bela mamahnya Rendy panjang lebar."


"Ya sudah sana mamah yang nemenin Ike,kalau papah si ogah amat.Cewe ga punya harga diri,sudah tega hianati anak kita masih saja dibaikin.Untuk apa mah mah "hardik papahnya Rendy kemudian berlalu dari ruang tengah menuju ke kamar."


Sementara mamahnya Rendy beranjak bangkit melangkah menuju ruang tamu untuk menemui Ike.

__ADS_1


Namun tak disangka,di ruang tamu sudah tidak ada orang.Ike telah pergi tanpa pamit sama sekali.


"Hadehh itu anak bisa bisanya pergi begitu saja,sama sekaki ga pamit.Benar juga omongan papah sama Rendy.Hhhmm lain kali kalau kemari lagi ga akan aku baik baikin "gerutu mamahnya Rendy sembari celingukan di pintu ruang tamu mengecek keberadaan Ike."


Namun Ike sama sekali sudah tak terlihat batang hidungnya.


"Itu anak kok bisa ga ada sopan santunnya sama sekali.Apa orang tusnya ga pernah mendidik,perasaan Ike lulusan kuliah di Jerman.Tapi kok tingkahnya seperti itu ya??"gerutu mamahnya Rendy sembari geleng geleng kepala dan menghela nafas panjang ."


Mamah Rendy menutup pintu ruang tamu dan melangkah masuk untuk memberi tahu asisten rumah tangganya agar menutup pintu gerbang rumah.Serta membereskan meja ruang tamu .


Sementara Ike kelimpungan bingung karena saat ini dirinya tengah hamil.Namun pacarnya malah pergi entah kemana tak bisa dihubungi.


Niat hati balik lagi dengan Rendy hanya untuk menutupi aibnya agar anak yang di kandungnya punya seorang ayah.


"Haduhhh bagaimana ini,jika tak kunjung mendapatkan lelaki untuk gwe jadikan suami gwe.Keburu ini perut buncit dah "gerutunya sembari terus mengemudikan mobilnya sembari mencari cara ."


Berbeda dengan suasana di rumah Rendy seperginya Ike.Mamah Rendy bercerita pada suaminya jika Ike pergi begitu saja tanpa pamit sama sekali.


Papahnya Rendy yang mendengar penuturan istrinya hanya tersenyum kecut tak menanggapi ucapan istrinya malah asik saja dengan tabloid yang sedang di bacanya.


Mamahnya Rendy sedikit geram namun di tahannya dan menggelengkan kepalanya serta menghela nafas panjang.


Sementara Rendy di dalam kamar sedang terbayang bayang saat saat kebersamaannya dengan Dara.


Dengan merebahkan badannya berbaring menatap langit langit kamar.Senyam senyum sendiri mengingat wajah ayu Dara.


Dan mengingat betapa lincahnya Dara dalam melawan para preman .


"Gadis muda belia namun pemikiran telah dewasa.Baik hati dan tak pernah mengeluh.Memang dirinya tak banyak kata,namun sikapnya tegas dan tak manja "gerutu Rendy terbayang senyum manis Dara."


Perlahan mata Rendy terpejam juga.


🙃🙃🙃🙃🙃🙃🙃🙃🙃🙃🙃🙃🙃🙃🙃🙃


Mohon dukung like,vote,fav..

__ADS_1


__ADS_2