
Pagi menjelang,namun saat ini Dara masih di rumah sakit karena kondisi belum pulih hingga belum di ijinkan untuk kembali ke rumah.
Dengan setia Rendy menjaga Dara,jika malam menjelang Rendy yang memani Dara hingga pagi.
Jika pagi hari ibu Dara dan mamahnya Rendy hingga siang hari secara bergantian.
Jika sore hari ayah Dara dan papahnya Rendy.
"Ka bisa minta tolong ga ka?"tanya Dara tersipu malu."
"Ngomong saja sayang,ga usah sungkan "ucap Rendy membelai surai hitam Dara."
"Bantu Dara antar ke toilet ka,Dara ingin buang air kecil juga gosok gigi "ucap Dara tersipu malu ."
"Yuk sayang,jalannya yang pelan pelan saja "Rendy perlahan menggenggam jemari Dara turun dari brangkar."
Kebetulan Dara tidak di infus hingga tidak begitu repot jika berjalan kemana mana .
"Bagaimana sayang,buat jalan perutmu masih sakitkah?"tanya Rendy menatap sendu ke Dara."
"Ga begitu kok ka,ga usah khawatir ka"ucap Dara tersenyum."
Selagi Rendy menemani Dara ke toilet,datanglah mamahnya Rendy membawa sarapan buat Rendy dan pakaian buat ke kantor.
Supaya Rendy ga repot balik ke rumah karena jarak rumah sakit ke rumah lumayan jauh.
"Mana ni anak kok ga ada?"gerutu mamahnya Rendy."
Tak berselang lama muncullah Dara dan Rendy.
"Pagi tante "sapa Dara mencium tangan mamah Rendy."
"Pagi juga nak,bagaimana kondisimu saat ini.Kalau bisa jangan panggil tante tapi mamah saja karena kelak kan kamu akan jadi anak mamah "ucap mamah Rendy."
Rendy lekas sarapan bahkan menyuapi Dara juga,walaupun Dara sempat menolak dengan alasan menunggu jatah sarapan dari rumah sakit.
Namun Rendy tetap memaksa Dara untuk sarapan bersamanya.
"Sayang,nanti aku akan ke tempat kerjamu dulu untuk meminta ijin kamu tidak kerja dulu untuk 1 minggu ya"ucap Rendy."
"Aduh ka,ijinnya jangan kelamaan tapi 2 hari saja "rajuk Dara."
"Nak,yang Rendy bilang itu benar,2 hari itu lukamu belum pulih benar "sela mamahnya Rendy."
"Baiklah ka,tapi di rumah sakitnya jangan lama lama besok pagi pulang ya,biar Dara istirahat di rumah saja "rengek Dara memelas."
"Iya sayang"ucap Rendy."
__ADS_1
Rendy melanjutkan sarapannya dan lekas mandi di toilet ruang rawat Dara.
Setelah berpakaian Rapi,Rendy pamit berangkat kerja dengan menyalami mamahnya dan tak lupa mencium kening Dara.
Rendy melajukan mobil menuju ke cafe dimana Dara kerja,kebetulan saat Rendy akan masuk cafe bertemu dengan Rita di depan cafe.
Rendy meminta Rita mengantarkannya ke ruangan bos karena akan meminta ijin untuk Dara tidak berangkat kerja.
Rita sempat bertanya ada apa dengan Dara,apakah sakit kembali.
Rendy menjelaskan jika Dara mengalami korban penusukan saat ini sedang di rawat di rumah sakit.
Rita meminta alamat rumah sakit dimana saat ini Dara di rawat karena Rita juga akan menjenguk Dara.
Setelah bercakap cakap dengan Rita sejenak,Rendy lekas ke ruangan bosnya Dara.
"Tok tok tok."
Rendy mengetuk pintu ruangan bos cafe."
"Masuk "
Rendypun masuk,dan alangkah terkejutnya ketika Rendy tahu siapa bos pemilik cafe tersebut.
"Rendy "
Ternyata mereka telah saling kenal karena mereka dulu satu kelas saat duduk di bangku SLTA.
"Jadi kamu pemilik cafe in Man?"
"Iya benar sekali namun yang sering di sini mamihku karena aku urus cafe cabang lain,ada apa pagi pagi sekali kemari?"tanya Firman penasaran."
Karena atasan Dara adalah teman masa sekolah Rendy,hingga Rendy tak sungkan cerita yang sesungguhnya tentang Dara.
"Oohh jadi Dara itu calon istrimu Ren,aku malah baru tahu "ucap Firman."
"Padahal aku tiap hari pagi dan sore kemari tuk antar jemput Dara tapi kok kita tak pernah ketemu ya??"ucap Rendy ."
"Aku selalu di ruanganku Ren,jarang keluar ruangan jadi kita tak pernah bertemu,juga tidak setiap hari aku di cafe ini hanya sesekali.Dara di rumah sakit mana,aku juga ingin jenguk,boleh kan ?"ucap Firman."
"Ya boleh la,kamu kan atasan Dara masa ga boleh jenguk.Dara di rawat di rumah sakit A tepatnya di ruang mawar "ucap Rendy."
Setelah cukup lama ngobrol,Rendy berpamitan pada Firman untuk berangkat ke kantor.
Namun Rendy kembali lagi karena ada suatu hal yang ingin di sampaikan pada Firman.
Rendy meminta tolong pada Firman agar menasehati para karyawan yang lain jangan ada yang memberitahu di mana Dara di rawat.
__ADS_1
Terutama jika ada 2 lelaki yang bernama Raka dan Leon.
Dengan senang hati Firman akan menyanggupi kemauan Rendy.
Setelah benar benar tidak ada yang ingin di bicarakan lagi,barulah Rendy benar benar keluar dari cafe tersebut.
Seperginya Rendy,Firman mendial nomor ponsel bagian marketing supaya memberi pengumuman pada karyawan semua.
Supaya jika ada yang mencari Dara jangan ada satupun karyawan maupun karyawati memberitahukan keberadaan Dara.
Karena bisa jadi ingin berniat pada Dara.
Demikian pesan dari Firman untuk semua karyawan dan karyawatinya dengan sesekali menakuti mereka.
Firman bersedia menyanggupi permintaan Rendy karena Rendy teman baiknya semasa sekolah.
Firman juga tak ingin terjadi hal buruk lagi pada salah satu karyawati terbaiknya.
Firman penasaran ingin melihat kondisi Dara hingga Firman menelfon maminya untuk cepat datang ke cafe.
Firman secara jujur menjelaskan pada maminya jika dirinya ingin menjenguk Dara di rumah sakit.
Segera Firman menelfon nomor ponsel maminya.
"Mi,buruan ke cafe karena Firman mau ke rumah sakit mi "ucapnya."
"Memang mo jenguk siapa nak?"tanya mami di telfon."
"Dara mi,karyawati mami yang di bagian kasir telah mengalami korban penusukan mi "ucap Firman dari sambungan telfon."
"Ya Tuhan serem amat,ya sudah pergi saja mami lagi di jalan sebentar lagi sampai cafe,kunci ruangan kamu pegang saja karena mami juga punya kunci cadangan "jawab mami dari telfon."
Setelah meminta ijin barulah Firman melajukan mobil menuju rumah sakit dimana saat ini Dara di rawat.
Alangkah terkejutnya Dara saat melihat atasannya datang .Dan ternyata atasannya kenal sama mamahnya Rendy.
Firman menyapa mamah Rendy dengan sangat ramah.Karena sudah lama tak jumpa.
Firman menjelaskan pada mamahnya Rendy jika barusan Rendy menemuinya.
Firman menjelaskan pada mamah Rendy kalau dirinya adalah atasan Dara.
"Oogghhh jadi pak Firman ini teman masa sekolah ka Rendy,pantes saja kenal dan akrab sama mamahnya ka Rendy "gerutu Dara dalam hati."
Firman bahkan memberikan amplop coklat berisikan uang pada Dara.
Walaupun awalnya Dara menolak tapi Firmsn tetap memaksa dengan meninggalkan begitu saja amplop tersebuat di atas nakas.
__ADS_1
🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳☹☹☹☹🥳