Cinta Untuk Dara

Cinta Untuk Dara
Part 55


__ADS_3

Sementara Rendy di temani papahnya segera ke rumah Dara untuk memberitahukan kabar Dara.


Sedangkan mamah Rendy menjaga Dara yang saat ini sedang di periksa dan mendapatkan perawatan di bagian luka tusuknya.


Sampai sekarang Dara belum juga sadarkan diri.


Beberapa menit kemudian,dokter yang menangani Dara keluar dari ruang instalasi gawat darurat.


"Dok,bagaimana kondisi calon menantu saya ?"tanya mamah Rendy panik."


"Ibu tenang saja,untung tusukannya tidak terlalu dalam.Karena sedikit lagi bisa membuat pasien kehilangan nyawanya."


"Untuk saat ini kondisi pasien masih belum sadarkan diri ,kemungkinan 30 menit kemudian pasien sudah sadar."


"Pasien juga harus mendapatkan perawatan secara intensif sampai luka tusukannya benar benar mengering."


Secara detail dokter menjelaskan semuanya pada mamahnya Rendy.Setelah itu dokter melangkah pergi.


Setelah mendapatkan jahitan di perutnya Dara di pindahkan ke ruang rawat.


Lain halnya dengan orang tua Dara yang saat ini sedang gelisah menunggu kepulangan Dara.


Tak seperti biasanya ayah dan ibu Dara merasa berdebar debar memikirkan Dara.


Selagi khawatir dengan Dara yang tak pulang pulang .Datanglah Rendy dan papahnya.


Orang tua Dara tambah panik saat melihat baju putih Rendy berlumuran darah.Sementara Dara tak bersama Rendy.


Belum juga Rendy dan papahnya mengucap salam,ibu Ranti sudah bertanya dulu.


"Dara mana nak Rendy ?"tanyanya."


Kemudian Rendy lekas menceritakan semuanya pada orang tua Dara.Rendy bahkan tak malu menangis di depan orang tua Dara sambil memohon maaf.


"Nak,sudahlah kamu ga usah merasa bersalah toh ini musibah bukan unsur di sengaja "hibur ayah Rinto."


"Iya nak,kami sama sekali tak menyalahkanmu.Kami percaya Dara tidak akan apa apa karena Dara gadis yang sangat kuat "ucap bu Ranti menutupi kesedihannya."


Sebenarnya kedua orang tua Dara saat ini sangat khawatir dan panik,tapi mereka menutupi rasa itu dari Rendy dan papahnya.


Saat itu juga orang tua Dara ke rumah sakit untuk menjenguk Dara.


Sementara adik adik Dara yang masih kecil kecil di jaga oleh Tya adik Dara yang paling besar.

__ADS_1


Segera mereka ke rumah sakit dimana saat ini Dara di rawat.


Berbeda dengan Dara yang saat ini belum juga sadarkan diri sedang bermimpi bertemu dengan Setyo.


Dalam alam bawah sadar,Dara merasa sangat senang bisa bertemu dengan Setyo.Namum saat Dara akan mengikuti Setyo dirinya di larang oleh Setyo.


Namun Dara terus berlari menggapai Setyo namun tak tergapai juga.Hingga saat Dara telah menggapai Setyo,Setyo malah menggelengkan kepala dan mendorong tubuh Dara hingga Dara terjungkal.


"Tyo..."teriaknya hingga dirinya membuka matanya."


Dara melihat kesekeliling tapi tak ada Setyo,yang ada malah mamah Setyo.


"Syukurlah kamu sadar nak ?"ucap mamah Rendy sumringah."


Namun Dara tak merespon apapun,malah dirinya terus saja menyelidik menatap sekeliling mencari Setyo.


"Tante,Tyonya mana tadi ada kok ini ga ada?"tanya Dara dengan polosnya."


"Nak,kamu pasti telah bermimpi ya "ucap mamah Rendy."


Sejenak Dara terdiam dan baru menyadari jika dirinya telah bermimpi.


"Oh iya Tyo kan sudah lama meninggal"ucapnya."


"Sudah mendingan kok tante "jawab Dara."


Selagi asik ngobrol datanglah Rendy beserta papahnya serta orang tua Dara.


Semua merasa lega saat tahu kondisi Dara dari mamahnya Rendy.


"Sayang,maafkan aku yang telah membuatmu celaka seperti ini,harusnya aku yang sedang berbaring disini bukan kamu ,harusnya kamu tak perlu mengorbankan nyawamu "ucap Rendy menitikkan air mata."


"Ya ampun kakak kok cengeng si,cowo itu ga boleh cengeng harus kuat "goda Dara terkekeh."


"Ampun ini anak benar benar gadis yang kuat,disaat sedang terluka masih saja memberi penghiburan pada orang lain "batin mamah Rendy."


Untuk sementara waktu Dara di rawat di rumah sakit sampai jahitan di perutnya benar benar kering.


Semua biaya rumah sakit Rendy yang menanggungnya.


Sejenak Rendy mengajak papahnya ke tempat terjadinya penusukan terhadap Dara.


Hanya beberapa menit Rendy dan papahnya telah sampai di lokasi dimana terjadinya penusukan terhadap Dara.

__ADS_1


Rendy sengaja datang karena menunggu telfon dari satpam yang di minta menyilidiki CCTV oleh Rendy tidak memberi kabar pada Rendy.


Setelah melihat CCTV tidak cukup bukti yang kuat untuk menangkap si pelaku karena pelaku menyamar dengan sangat rapi.


Dengan memakai masker,hodie berketu,dan juga topi sehingga sangat sulit untuk di kenali apa lagi untuk di selidiki.


"Bagaimana ini pah,tidak ada bukti yang kuat untuk mencari si pelaku ?"tanya Rendy bingung."


"Iya juga si,cuma motifnya apa ingin menyakitimu ?"papahnya bertanya balik."


"Entahlah pah,Rendy juga ga tahu,selama ini Rendy ga punya musuh "ucapnya ."


"Apa kita tutup saja kasus ini Ren,karena tak ada cukup bukti yang kuat untuk kita lapor polisi?"papahnya meminta persetujuan."


"Bagaimana baiknya ya pah,Rendy juga bingung.Mending kita tanya Dara saja pah "ucapnya."


Rendy dan papahnya memutuskan untuk kembali lagi ke rumah sakit meminta pendapat dari Dara.


Singkat saja pendapat dari Dara cuma harus lebih berhati hati tak usah di lanjut ke rana huk toh tak ada bukti kuat untuk menangkap pelakunya.


Akhirnya Rendy menutup masalah ini walaupun dalam hati tak rela karena kejadian ini telah membuat calon istrinya cidera.


Lain halnya dengan Leon saat ini ingin sekali menjenguk Dara dan mengetahui kondisi Dara saat ini seperti apa.


Namun Leon bingung tak tahu harus bertanya pada siapa tentang keberadaan Dara.


Sebenarnya Leon ingin meminta tolong pada mamahnya untuk menghubungi Dara karena Leon tahu jika mamahnya punya nomor pomsel Dara.


Namun Leon juga bingung harus bagaimana cara ngomong ke mamahnya.


Jika Leon jujur tentang kejahatannya yang mengakibatkan salah sasaran pada Dara ,pasti mamahnya akan murka dan bisa melaporkan Leon ke kantor polisi sekalipun Leon ini anak kandung mamah Lani.


Karena orang tua Leon adalah orang yang menjunjung tinggi kebenaran.


Orang tua Leon tidak segan segan memghukum anaknya jika anaknya memang telah terbukti bersalah.


Pikiran Leon terus saja di hantui rasa bersalah pada Dara dan terus saja tak tenang.


Membuat dirinya semakin frustasi tapi tak bisa berbuat apa apa.


Jalan satu satunya menunggu pagi hari dan dirinya akan mencari informasi tentang Dara pada teman teman cafenya.


๐Ÿคจ๐Ÿคจ๐Ÿคจ๐Ÿคจ๐Ÿคจ๐Ÿคจ๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค

__ADS_1


__ADS_2