
Rita pergi dengan sedikit kecewa karena tak bisa ngobrol lebih lama dengan Rendy.
Tanpa sepengetahuan Rendy dan Dara,ada seseorang yang sedang menatap geram pada mereka berdua yakni Raka.
"Hemm siapa lelaki itu,sepertinya kok Dara telah akrab denganya.Hemm jangan jangan itu pacar Dara,huh gwe bakal patah hati nech !!"gerutu Raka mengepalkan tinjunya."
Raka pergi dengan rasa kecewa,niat hati ingin menjemput Dara malah sudah ada lelaki lain yang menjemputnya.
Namun selagi melangkah,langkah Raka terhenti.
"Kenapa gwe menyerah sebelum berperang??So belum tentu cowo itu pacar Dara,bisa jadi cowo yang suka sama Dara seperti gwe ini.Hhemm jikapun dia itu pacarnya toh baru pacar belum jadi suami."
"Sebelum janur kuning melengkung,Dara masih bisa gwe perjuangkan ."
Demikian gerutuan Raka,hingga Raka berbalik arah tak jadi pergi.Raka ingin menghampiri Dara,namun Dara dan Rendy sudah tidak ada di tempat.
"Yyyaaaaa tuhhhhh kann,gara gara gwe pengecut,lari sebelum bertanding ya gini dech...hhuhhhh lllaaalaa "gerutu Raka menghela nafas panjang sambil garuk garuk tengkuk yang tak gatal."
Rakapun berbalik arah kembali dengan langkah gontay menuju ke motor maticnya.
Raka sengaja memakai motor matic agar tidak terlihat seperti orang kaya.Walaupun sebenernya Raka juga memiliki sebuah motor gede.
Namun tidak pernah di pake di hadapan Dara,khawatir ketahuan akan penyamarannya.
Sementara Dara saat ini sudah ada di dalam mobil Rendy.Namun baru seperempat jalan,Rendy menghentikan laju mobilnya.
Rendy melirik ke pergelangan tangan Dara yang di perban dan terlihat bengkak.
"De,itu kenapa pergelangan tanganmu sampai bengkak seperti itu?"tanya Rendy menyelidik."
Belum juga Dara menjawab,Rendy telah berkata kembali.
"Jangan bilang kamu berantem sama preman lagi,dan tanganmu terluka karena ulah preman"ucap Rendy menatap Dara tajam."
"Hheee iya ka "ucap Dara singkat tertunduk malu."
"De,mau sampai kapan kamu akan terus berkelahi.Kamu itu cewe de "ucap Rendy menghela nafas panjang."
__ADS_1
"Dara ga bisa jika lihat orang sedang di jahati Dara suruh diam saja.Itu bukan sifat Dara,kak "rajuk Dara murung."
Rendy merasa bersalah setelah melihat reaksi wajah Dara yang berubah murung setelah di tegur olehnya.
"De,maafkan kaka ya.Kaka cuma ga ingin ade kenapa kenapa.Sekarang kita periksa ke dokter dulu ya luka ade itu.Kaka ga mau luka ade itu jadi berbahaya nantinya "ucap Rendy menatap sendu Dara."
"Iya ga apa apa ka,kakak ga salah kok.Ga usah ka,sebentar juga lukanya bakal sembuh kok ka "ucap Dara tersenyum kecil."
"Kalau yang satu ini kamu ga boleh nolak,harus nurut "ucap Rendy sedikit memaksa .".
Rendy kembali menjalankan mobilnya namun bukan ke rumah Dara melainkan ke sebuah klinik terdekat.
Dara sudah tak bisa menolaknya kembali.Dara diam saja saat Rendy melajukan mobilnya ke arah klinik terdekat.
Tak berselang lama,sampailah Dara dan Rendy di sebuah klinik.
Segera Rendy menuntun Dara masuk dalam klinik.
Kebetulan klinik saat itu lagi sepi ga ada pasien,hingga tak perlu mengantri.Hanya dalam waktu beberapa menit saja telah selesai pemeriksaannya.
Luka Dara dibersihkan bahkan di olesi dengan salep agar bengkaknya segera sembuh.
Karena jika tidak lekas di obati menurut dokter yang sedang praktek,luka Dara bisa semakin parah.
"Tuh kan,ade dengar sendiri ga tadi dokter bilang apa.Luka ade bisa bahaya kalau sedikit lagi ga di bawa ke dokter "ucap Rendy tiba tiba mencolek hidung mancung Dara."
"Ah itu mah dokternya saja kak,suka nakut nakutin pasien.Kalau ga seperti itu ntar ga ada yang ke dokter,ntar dokter jadi ga punya duit dong "ucap Dara terkekeh."
"Hemmm ade mah selalu seperti ini,kalau di ajak ngobrol serius malah bercanda "rajuk Rendy manyun."
Perjalanan di sambil ngobrol tak terasa sudah sampai di depan gang menuju rumah Dara.
Dara turun terlebih dulu,kemudian Rendy turun dengan banyak membawa barang.
"Loh kak,itu kakak bawa apaan banyak banget?"tanya Dara mengerutkan alis tanda bingung."
"Hustt diam saja ga usah protes,ini oleh oleh dari kakak kemaren sebulan tugas di luar kota "ucap Rendy tersenyum riang."
__ADS_1
Dara tak berkata lagi,melangkah menuju rumah di ikuti oleh Rendy.
Seperti biasa semua tetangga yang sedang ngerumpi di gang,hampir semua mencibir dam berbisik bisik.
Namun Dara tak mempedulikan mereka semua,Dara melenggang santai layaknya tak ada seoranpun di gang tersebut.
Setelah sampai di depan rumah,Dara di sambut oleh ibu dan adik adiknya.
"Nak,kok kamu baru sampai?Padahal Rita sudah sampai dari tadi ?"tanya bu Ranti menyelidik."
Belum juga Dara menjawab,Rendy telah menyela.
"Maaf bu,tadi Rendy ajak Dara mampir ke klinik priksa pergelangan Dara yang bengkak.Rendy khawatir kalau ga di periksa takutnya infeksi atau parah "sela Rendy tersenyum ramah pada ibu Ranti."
"Ohh gitu ya,trima kasih ya nak Rendy.Sudah perhatian sama Dara,dan juga mohon maaf Dara bikin repot nak Rendy "ucap bu Ranti."
"Yuk nak Rendy masuk dulu ,duduk dulu "ucap bu Ranti kembali."
Rendy pun masuk rumah Dara,duduk di sofa.Dan Rendy tak lupa memberikan semua barang barang yang di bawanya pada bu Ranti.
"Maaf bu,ini ada sedikit oleh oleh untuk semua,kemarin 1 bulan Rendy tugas ke luar kota.Makanya ga main kemari " ucap Rendy memberikan semua bingkisannya pada bu Ranti."
"Wah terima kasih ya nak Rendy "ucap bu Ranti menerima pemberian dari Rendy dengan sumringah."
Bu Ranti membawa semua bingkisan itu masuk ke dalam.Setiap bingkisan sudah tertera nama,hingga tingga di bagikan saja oleh bu Ranti.
"De,kalau ini khusus untuk ade "ucap Rendy memberikan bingkisan yang sengaja di pisah dengan bingkisan yang tadi di berikan pada bu Ranti."
"Ka,lain kali kakak jangan seperti ini.Kita sudah sering banget repotin kakak.Dara jadi ga enak "ucap Dara tertunduk lesu."
"Jangan seperti itu de ,kakak itu bener bener tulus ikhlas kok.Ga ngarepin apa apa"ucap Rendy tersenyum manis bak arumanis hhii."
"Trima kasih ya ka,ini isinya apaan si ka?"tanya Dara penasaran dengan bingkisan kotak agak besar."
"Buka saja de,biar kamu ga penasaran "ucap Rendy sekenanya."
Selagi Dara sibuk membuka bingkisan dari Rendy.Bu Ranti datang dengan membawa nampan berisi minuman dan beberapa toples cemilan.
__ADS_1
ππππππππππππππππππ
Mohon maaf ya ka,karyanya masih banyak kekurangannyaππππ