
Dara merasa aneh dengan apa yang di ucapkan oleh Rendy.Kenapa kok Rendy bisa peka tahu jika dirinya sedang sakit.
"De,kok melamun si??Yuk kita ke dokter sama kaka??"ajak Rendy kembali."
"Iya Dara,mumpung ada nak Rendy nurut saja nak "ucap bu Ranti membujuk Dara."
"Dara ga apa apa kok bu,besok juga sembuh bisa kerja lagi bu "ucap Dara mencoba tersenyum."
"Bu,mari kita ke dokter sama Rendy "ucap Rendy pada bu Ranti."
Tanpa persetujuan Dara,Rendy menggendong tubuh Dara dan membawanya keluar rumah melangkah menuju mobil Rendy.
Bu Ranti tergesa gesa dan pamit pada suaminya yang kebetulan lagi ada di samping rumah.
Setelah berpamitan,bu Ranti berlari menyusul Rendy yang menggendong Dara.
"Ka,turunin Dara ka..malu di lihat orang.."Ucap Dara memuku mukul pelan dada Rendy."
Sejenak mereka bertatapan agak lama,dan akhirnya Rendy menurunkan tubuh Dara tepat di depan gang.
Rendypun menuntun Dara untuk masuk mobil,bu Ranti juga ikut masuk mobil.
Rendy lekas masuk mobil dan melajukannya menuju ke klinik terdekat.
Hanya beberapa menit mereka telah sampai di klinik terdekat .
Segera Rendy memapah Dara untuk masuk ruang periksa.
Setelah di periksa ternyata Dara asam lambungnya kena dan di sarankan untuk sejenak istirahat jangan bekerja dulu.
Dokter memberi surat keterangan dokter untuk tidak masuk 2 hari.Supaya Dara bisa benar benar istirahat di rumah.
Setelah mendapatkan resep dari dokter dan menebusnya di bagian farmasi.Segera Rendy mengantarkan Dara dan ibunya pulang .
Namun terlebih dulu Rendy menghentikan mobilnya di sebuah toko buah buahan.
Rendy membeli ada 5 macam buah untuk Dara.Setelah itu Rendy melajukan lagi mobilnya.
Namun baru beberapa langkah,Rendy menghentikan mobilnya kembali di depan mini market.
"Bu,bisa ikut Rendy sebentar.De,kamu di mobil saja ya..kaka pinjem ibumu sebentar"ucap Rendy tersenyum."
__ADS_1
Bu Ranti menuruti saja kemauan Rendy.Bu Ranti keluar dari mobil mengikuti langkah Rendy.
Tak berselang lama,Rendy dan bu Ranti telah masuk mini market.Tak lupa Rendy mengambil troly.
"Ibu pilih semua kebutuhan rumah dan kebutuhan Dara ya bu "ucap Rendy antusias."
"Aduhh ga usah nak Rendy,selama ini nak Rendy sudah baik banget sama keluarga ibu.Kami sudah sering merepotkan "ucap bu Ranti menolak "
Namun Rendy tak menghiraukan ucapan bu Ranti.Rendy malah terus menuntun bu Ranti berkeliling mini market untuk memilih semua barang yang di butuhkan.
Bu Ranti hanya memilih beberapa barang,namun Rendy menaruh banyak macam kebutuhan rumah.
"Bego amat gwe,di sini aja ada buah tapi ngapain gwe beli di tempat lain"gerutu Rendy dalam hati."
Selagi asik menemani bu Ranti,tiba tiba Rendy berpapasan dengan Ike yang sedamh asik menggandeng om Erlan.
Sesekali om Erlan mencolek colek pipi Ike.Pemandangan itu sempat di lihat oleh Rendy .
Namun Ike seolah tak mengenal Rendy,hanya melirik sinis saja .
Ike asik memilih milih belanjaan ditemani om Erlan.
"Beruntung gwe dulu tak luluh lagi saat Ike meminta balikan "batin Rendy."
Lekas Rendy mengajak bu Ranti ke kasir untuk membayar.Namun lagi lagi bertemu dengan Ike tapi saat ini Ike sendiri.
"Hemm matanya rabun kali yee..ga bisa dapat yang muda yang tuapun jadi "sindir Ike melirik sinis pada Rendy dan bu Ranti."
Rendy tak menghiraukan ucapan dari Ike hanya diam saja.Walaupun Rendy tahu ucapan barusan untuk menyindir dirinya.
Ike mengira bu Ranti ini pacar dari Rendy.Ike telah salah menafsirkan.
Setelah selesai membayar semua belanjaan,Rendy segera mengajak bu Ranti ke mobil Rendy.
Setelah bu Ranti masuk mobil,Rendy segera melajukannya menuju rumah bu Ranti.
Hanya beberapa menit saja telah sampai di rumah bu Ranti.Segera bu Ranti menuntun Dara keluar dari mobil Rendy.
Segera bu Ranti menuntun Dara menuju rumah.Sementara Rendy menenteng semua belanjaan untuk di bawa ke rumah bu Ranti.
Sampai juga akhirnya Rendy di rumah bu Ranti.
__ADS_1
"Nak Rendy trima kasih untuk semuanya ya nak"ucap bu Ranti tersenyum sumringah."
Selagi asik mengobrol datang seseorang ke rumah bu Ranti.Yakni yang punya kontrakan rumah yang sedang di tempati bu Ranti bersama anak anak dan suaminya.
Yang punya kontrakan menagih uang kontrakan yang nunggak 2 bulan.
Rendy merasa iba pada bu Ranti,hingga Rendy berinisiatif membayarkannya.
Walaupun bu Ranti telah menolaknya namun Rendy tetap bersikeras membayarkan kontrakan rumah bu Ranti.
Setelah agak lama di rumah Dara,Rendy berpamitan pulang rumah.
Rendy puas telah mengetahui kondisi Dara.Rendy juga bahagia bisa berjumpa Dara dan bersamanya walaupun hanya sebentar.
"Semoga hati Dara segera luluh dan mau menerima cinta gwe "gerutu Rendy dalam hati sambil melajukan mobilnya menuju arah pulang."
Waktu sore menjelang,Raka tak tahu jika Dara sedang sakit.Raka telah menanti kepulangan Dara di luar cafe dimana Dara bekerja.
Begitu pula dengan Leon juga menunggu kepulangan Dara.Namun mereka berdua tak kunjung melihat Dara keluar dari cafe tersebut.
Raka ingat akan Rita,dan ingin bertanya pada Rita tentang keberadaan Dara.Namun Raka tak bertemu Rita.
Raka pun mencoba menelfon nomor ponsel Dara namun nomor ponsel Dara sedang tak aktif.
"Duhh..dimana si Dara si..di hubungi kon susah banget!!"gerutu Raka masih terus saja memencet mencet nomor ponsel Dara."
"Aarghhh ini cewe bener bener bikin gwe stresss..lama lama gwe bisa gila.."gerutu Raka geram."
"Apa gwe ke dukun saja ya,bikin Dara jatuh cinta ke gwe terus gwe nikahin kan beres "gerutunya kembali."
Raka sudah seperti orang setengah gila benar benar mencintai Dara.
Padahal Dara hanya gadis biasa dan tak punya apa apa tapi Raka sangat menginginkannya.
Begitu pula dengan Rendy yang rela berkorban apapun demi Dara.
Apalagi Leon,yang dulu sangat membenci Dara kini malah tergila gila pada Dara .Padahal dirinya telah beristri.
Tapi entah kelak Dara akan melabuhkan hatinya ke siapa..Diantara 3 lelaki tampan yang saat ini sedang berlomba memperebutkan cinta Dara.
🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯🤯
__ADS_1